I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 43 : Terciduk


__ADS_3

Hanzel mengelus rambut Sharon dengan lembut. Walaupun kesal, ia menahan diri untuk tidak berbuat kasar dengan Sharon.


"Anak pintar, kalau kau tidak mau memanggil nama ku, kalau begitu kau panggil saja aku Uncle, oke?" Ucap Hanzel.


"Kenapa harus Uncle? Kenapa tidak kalian panggil Daddy?" Tiba-tiba saja Bunda Vero menimpali pembicaraan Hanzel dan Sharon.


"Kenapa harus Daddy? Memangnya Mister ini suami Mommy Ky?" Marsha si sulung balik bertanya.


"Anda belum memperkenalkan diri Anda pada anak-anak Kylie, Tuan Muda?" Kini Bunda Vero bertanya pada Hanzel.


Hanzel menggelengkan kepalanya lemah.


"Marsha, Sharon, ayo ikut Bunda. Malam ini kalian tidur di kamar Bunda."


"Tapi Bunda...."


"Daddy kalian baru datang, Mommy kalian juga pasti lelah. Jadi biarkan mereka beristirahat."


"Tapi ini kan kamar Marsha dan Sharon, Bunda. Kenapa tidak Mister ini saja yang tidur dengan Bunda." Balas Marsha.


Bunda Vero menghela nafasnya.


"Tidak mungkin dong sayang, hanya anak kecil seperti kalian yang boleh tidur bersama Bunda. Kan tempat tidur Bunda kecil, kalau Daddy kalian tidur bersama Bunda, pasti tidak akan muat." Jawab Bunda Vero.


"Ayo sayang, besok Daddy kalian akan membawa kalian jalan-jalan ke taman bermain. Benar kan Dad Hanzel?"


"Yang benar Bunda?" Belum juga Hanzel menjawab, Marsha dan Sharon sudah sangat antusias.


Melihat wajah antusias anak adopsi Kylie, Hanzel pun tak sanggup untuk mengatakan kata tidak.


"Iya. Besok kita akan jalan-jalan seharian penuh." Kata Hanzel terpaksa.


"Yeah.." Teriak Marsha dan Sharon bersamaan.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita tidur di kamar Bunda." Ajak Bunda Vero.


Marsha dan Sharon pun keluar dari dalam kamar.


Pintu pun tertutup kembali.


"Kenapa kau tidak menghalangi mereka?" Tanya Hanzel kesal karena Kylie diam saja saat Bunda Vero meminta Marsha dan Sharon keluar dari kamar.


"Salah mu sendiri, kenapa kau datang kesini!" Balas Kylie.


"Harusnya yang marah itu aku, bukan kau! Karena kau mengganggu waktuku bersama anak-anak ku!" Kata Kylie lagi.


"Heh!! Kalau bukan karena kau yang kabur dari acara resepsi, tidak mungkin aku menyusul mu kesini!"


"Tapi aku kan tidak minta kau susul!"


"Kau pikir aku mau menyusul mu dengan sukarela!! Kalau bukan karena Daddy ku, mana mau aku menyusul mu kesini!" Balas Hanzel berbohong.


"Lagi pula, aku kesini juga mau membuat perhitungan dengan mu karena sudah menggigit dada ku!"


"Hitung-hitungannya besok saja! Sekarang aku mau tidur!" Balas Kylie lalu membaringkan tubuhnya.


"Eits!! Urusan kita belum selesai! Kau harus membayar dada ku yang bengkak karena gigitan mu! Jangan-jangan aku sudah terinfeksi virus rabies karena gigitan mu!"


Mendengar itu Kylie langsung menendang Hanzel sampai Hanzel terjatuh ke lantai.


"Kau pikir aku anjing gila, hah!!" Geram Kylie.


"Shiiit!! Berani kau menendang ku, hah!!" Balas Hanzel tak kalah menggeram, lalu berdiri dari atas lantai lalu menarik Kylie agar Kylie juga terjatuh kelantai.


Tapi sekuat tenaga Kylie bertahan agar Hanzel tidak berhasil menjatuhkannya kelantai.


Kylie pun menggigit lengan Hanzel yang sedang menarik tangannya.

__ADS_1


"Aaaakh..." Hanzel menjerit tanpa suara sambil mendorong wajah Kylie saat Kylie menggigit lengannya.


Tapi Kylie tak melepaskan gigitannya dan pergelutan diatas ranjang pun terjadi.


Tiba-tiba...


Ceklek. Pintu kamar yang belum terkunci itu pun terbuka.


Sontak Kylie dan Hanzel pun menjeda pergelutan mereka sejenak sambil melihat kearah pintu.


Melihat Monika yang ternyata membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Hanzel yang saat ini ada diatas tubuh Kylie langsung turun dari atas tubuh Kylie dan Kylie pun langsung mengubah posisinya menjadi duduk.


"Mmm-ma-af. Aku hanya mau mengambil pakaian ganti untuk Sharon, manatau nanti malam Sharon mengompol." Ucap Monika merasa bersalah.


"Tidak pa-pa, masuk lah!" Balas Kylie.


Monika pun masuk kedalam kamar lalu mengambil pakaian ganti untuk Sharon. Setelah pakaian ganti untuk Sharon berada di tangannya, cepat-cepat Monika keluar dari dalam kamar.


"Mon.." panggil Kylie saat Monika hendak menutup pintu.


"Ya."


"Jangan salah paham, aku dan..."


"Tidak pa-pa Kak, kan Tuan Muda itu suami Kakak." Cepat-cepat Monika memotong ucapan Kylie.


"Lain kali kunci dulu pintu-nya baru ekhem ekhem." Kata Monika lagi. Setelah mengatakan itu, tanpa mendengar pembelaan diri dari Kylie, Monika langsung menutup pintu kamar meninggalkan sepasang pengantin baru yang sedang canggung karena kepergok dengan posisi yang berhasil membuat orang salah paham.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2