I'M Sorry To Hurt You [Tamat]

I'M Sorry To Hurt You [Tamat]
SATU


__ADS_3


“Akhirnya, kutemukan juga kau Edgar Dirgasuwoto, akan kubuat keluargamu menderita sama sepertiku,”gumamku tersenyum sinis menatap secarik kertas berisikan alamat lengkap keluarga Dirgasuwoto.


Menggeret koper menuju pintu keluar bandara. Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki muda berlari ke arahku. Membungkukan badannya dan langsung mengambil koper dari tanganku. Aku berjalan dengan santai menuju mobil mewahku--sebelumnya melirik sekilas keadaan sekitar di mana para gadis cantik dan tanggung tampak terpesona akan diriku. Hum, aku tersenyum sinis. Bagaimana tak terpesona bila mempunyai wajah rupawan hidung mancung, bibir sensual, tubuh atletis ditambah dengan harta kekayaan yang melimpah.


“Mau ke mana kita sekarang tua muda? Menuju apartemen atau rumah?” tanya Bryan (assisten kepercayaanku) saat ia masuk ke dalam mobil setelah membawa masuk semua koperku.


“Langsung ke apartemen,” perintahku dingin. Bryan hanya mengangguk patuh--menjalankan mobil, meninggalkan bandara menuju komplek apartemen mewah.


Kau takkan bisa lari lagi, Edgar. Mau lari ke ujung dunia pun kau tetap akan kukejar. Menatap sekali lagi kertas yang ada digenggamanku – meremuk kertas tersebut seakan itu adalah kepala Edgar. Memejamkan mata - menghembuskan nafas saat terlintas pikiran masa lalu yang kelam.


Saat ini apakah kau bahagia, Edgar? Setelah membuat orang-orang tercintaku pergi dari dunia fana ini. Meninggalkan aku seorang diri di dunia yang kejam ini. Hmmm ... kau boleh mabuk bahagia saat ini. Tapi nanti, kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi diriku.


Aku mengernyit saat membayangkan masa lalu, tak ingin sakit lagi dan bertekad akan membalas dendam. Membuka mata--mencari selembar foto dalam saku jas. Memandangi foto tersebut. Tampak gadis muda berambut almond sepinggang tergerai indah sedang memakan ice cream. Foto itu diambil oleh orang-orang kepercayaanku untuk mematai keluarga Edgar Dirgasuwoto.


Purnama Dirgasuwoto, gadis yang ada dalam foto tersebut. Adik kesayangan Edgar Dirgasuwoto. Mata-mataku mengetahui semua seluk beluk keluarga Dirgasuwoto.


“Tuan muda Elias, kita sudah sampai.”


Memasukkan kembali selembar foto ke dalam saku jas saat Bryan mengingatkanku, ketika sudah berada di kawasan elit apartemen. Mengambil koper dari tangan Bryan--setelah memerintahkannya berlalu dari hadapanku--dan menuju lantai 25, di mana apartemenku berada.


* I’m Sorry To Hurt You*


Aku mengawasi Purnama dari dalam mobil; kuparkirkan tak jauh dari tempatnya berdiri. Setelah dua hari menyelesaikan urusan perusahaan--ya, karena aku berada di Indonesia tidak akan lama. Setelah misiku tercapai, aku akan kembali lagi ke New York. Sebab, disanalah aku menetap selama ini.


Menghembuskan nafas – memasang wajah dingin sambil memakai kacamata hitam, keluar dari mobil dan menghampiri Purnama--bukan menghampiri, lebih tepatnya sengaja menabraknya. Trik berkenalan yang biasa digunakan orang.


Kita lihat Edgar, bagaimana bila orang-orang tercintamu sengsara dan menderita karena ulahmu sendiri. Menggertakkan gigi, sangat emosi bila menyangkut seorang Edgar Dirgasuwoto. Memandang lurus ke depan, di mana Purnama sedang berlari kecil sambil memakan ice cream di tangan kanannya, sedang tangan kirinya bertumpuk buku pelajaran.


Brukkk!


Bunyi suara tubuh Purnama yang terjerembab jatuh serta suara buku berjatuhan mengalun di telingaku. Bagaimana tidak jatuh, bila aku menyenggolnya sangat keras. Melepaskan kacamata - tersenyum sinis penuh makna. Kulihat Purnama meringis kesakitan, baju dan celananya kotor oleh tumpahan ice cream.


“Maaf, tak sengaja,” ujarku dengan suara bass yang serak. Bila para gadis yang mendengarnya akan jatuh pingsan--mungkin. Begitu juga dengan gadis manis...oh tidak, mengapa aku mengatainya manis. Shiit ... sial. Umpatku dalam hati.

__ADS_1


Purnama mendongakkan kepalanya ke atas, sempat terdiam beberapa detik, kemudian berdiri menyambut uluran tanganku--setelah memunguti buku yang berhamburan. Hm .... tangan yang hangat, pikirku.


“Bagaimana ini, pakaianmu kotor semua,” ujarku memasang wajah bersalah.


“Tak apa-apa, ini juga salahku yang tak melihat jalan.” Purnama tersenyum manis. Aku  terpaku sejenak akan senyuman manis tersebut. Oh shiiit, kenapa aku jadi seperti ini. Ingat Elias, dia itu adik musuhmu--kembali kata hatiku mengingatkan. Berdeham untuk meyakinkan diri.


“Tapi tetap aku yang salah karena telah menabrakmu, ummm ... bagaimana kalau aku mengganti pakaianmu yang kotor ini dengan yang baru? Kebetulan apartemenku tak jauh dari sini,” kataku sedikit memaksa.


Purnama tampak ragu. “Uh ... ta-tap---”


Tanpa menunggunya terus berbicara, aku langsung menyeret tangan mungilnya menuju mobil mewahku.


“Maaf, sedikit memaksa,” kataku.


Purnama tampak shock atas tindakanku. Ia menggumam pelan--entah apa yang dipikirkannya.


“Ya, aku tak suka meninggalkan seseorang dengan perasaan bersalah, apa lagi meninggalkan gadis manis seperti dirimu,” imbuhku jujur menjelaskan, ditambah dengan jurus rayuan gombal untuk menarik perhatinnya, ketika kami berada di dalam mobil – menghidupkan mesin mobil dan menuju apartemenku. Kulirik Purnama bernafas lega mendengar penjelasanku - wajahnya bersemu merah dan menundukkan kepalanya.


* I’m Sorry To Hurt You*


“Ti-tidak apa-apa, kok.” Purnama melesat ke kamar mandi setelah permisi padaku untuk berganti baju. Setelah beberapa menit Purnama keluar dengan kaus milikku--begitu pas dengan tubuhnya.


“Terima kasih. Ummm ...”


“Elias Benjamin Bowman, panggil saja El. Tadi tak sempat mengenalkan diri.” Kuulurkan tangan yang disambut dengan hangat oleh Purnama.


“Purnama Dirgasuwoto. Ummm, tuan El. Maaf aku harus pulang sekarang, kakakku sudah menungguku di rumah.”


“Oh, baiklah. Kuantar sampai ke rumahmu,” ujarku sedikit memaksa, kembali menyeret tangan Purnama. Gadis itu tampak mengernyit melihat genggaman tanganku yang erat pada tangannya. Buru-buru kulepas tautan tanganku padanya.


“Maaf. A-aku tak sengaja,” kataku.


“......”


Menghembuskan nafas, memandang lekat wajah Purnama, tampak rona kemerahan di sana. Entahlah, aku tak peduli. Yang pasti, aku ingin segera membuatnya menderita dan melihat reaksi Edgar.

__ADS_1


“Huft! Maaf atas sikapku. Yeah kau tau, aku sudah terbiasa memerintah jadi---”


“Tak apa, aku mengerti.” Purnama tersenyum manis padaku. Aku sedikit salah tingkah – hah ada apa denganku, sudah berkali-kali aku menghela nafas melihat senyumnya dan mengingkari hati kecil ini.


“Aku tau siapa tuan El--salah satu pengusaha sukses di negara ini. Wajah anda terpampang di mana-mana. Jadi, aku mengerti sikapmu,” katanya.


Oh jadi begitu, makanya dia bersikap manis padaku, karena tahu siapa aku. Ya, karena uang orang bisa menghalalkan segala cara untuk mendekatiku. Aku jadi tak bersimpati kepada gadis manis ini--andai saja ia tak menilaiku dari segi uang.


“Ekhem ... bisa tunjukkan alamat rumahmu agar aku bisa mengantarmu,” ucapku berpura-pura tak tahu alamatnya. Aku ingin melihat reaksi kakaknya bila melihatku.


* I’m Sorry To Hurt You*


“Sudah sampai.” Aku membukakan pintu mobil di bagian penumpang--ketika sudah sampai di rumah mungil keluarga Dirgasuwoto.


“Makasih sudah merepotkan tuan El.” Purnama bersemu merah atas perlakuanku padanya.


“Tak apa, untuk gadis manis sepertimu, layak mendapatkannya.” Tersenyum manis pada Purnama, hingga membuat pipinya semakin bersemu merah.


“Purmana!”


Serentak kami menoleh kepada sumber suara.


“Kau ....”



Yow, aku bawa cerita baru lagi, pengganti dari cerita This Is Your Baby. Cerita ini sudah kutulis sampai tamat. Jadi nggak usah takut kalau cerita ini bakalan nggak dilanjut. Tinggal publish aja, dan tergantung kalian juga seberapa suka sama ceritanya, maka akan terus di updated ceritanya.


Oh, ya. Cerita ini banyakan sedihnya ya. Mungkin nanti saat baca banyakan emosi dan menguras air mati--maybe, tergantung kalian juga gimana menyikapinya. Yang pasti kalian akan dibawa kesal pada tokoh utama prianya. Tapi kalian akan jatuh cinta pada tokoh utama prianya bila tahu di balik alasan dia melakukannya.


Ada juga romantis-romantisnya lho, nggak kesal melulu. He he he.


Jangan lupa guys, kakak-kakak yang cantik & ganteng, adik-adik yang emes 😍, kasih like dulu biar semangat nulis ceritanya 🤗😉, oke 👍.


Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya 🤗💜.

__ADS_1


__ADS_2