I'M Sorry To Hurt You [Tamat]

I'M Sorry To Hurt You [Tamat]
TUJUH


__ADS_3

“Bagaimana? Apa kau mau menerimanya, Purnama?” kataku mulai sedikit tak sabar akan reaksi Purnama yang sedikit lamban, tunggu apa lagi bukankah ia juga mencintaiku?


Purnama mengangguk. Bagai tanah kering yang tersiram air hujan, menyejukkan dan segar, begitulah perasaan hatiku saat ini. Aku tersenyum menang. Sedikit lagi El, kau akan bisa membalasnya, hatiku bersorak riang.


Kusematkan cincin perak ke jari manis Purnama, sangat pas dengan jarinya yang lentik.


“Nah, sekarang kau milikku, Purnama.” Kuklaim dirinya sesuai dengan sifatku yang arogan. Purnama tertunduk, tersipu malu, semburat merah kembali bermunculan di kedua pipinya yang putih.


Aku menetapkan lusa kita akan menikah. Purnama sedikit terkejut akan keputusanku yang terburu-buru. Kujelaskan bahwa tak banyak yang perlu dipersiapkan, karena aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Ya, itu karena aku ingin secepatnya pergi dari Indonesia dan menetap di New York, di mana selama ini aku menetap. Alasan utamaku sebenarnya ingin membawa pergi jauh Purnama dari sisi Edgar.


“Kalau soal Edgar, biar aku yang berbicara padanya,” ujarku menenangkannya, setelah kita lama membahas tentang pernikahan, dan sepertinya Edgar-lah menjadi alasan utama Purnama sedikit ragu menerimaku tadi. Purnama hanya mengangguk setuju.


“Bila perlu kau bisa meneleponnya sekarang, bahwa kita akan menuju rumahmu untuk membahas rencana pernikahan kita. Bagaimana?”


 


 


 


 


* I’m Sorry To Hurt You *


 


 


 


 


Aku memberhentikan mobilku tepat di depan pagar rumah Purnama, setelah Purnama menelepon, menyuruh Edgar tak ke mana-mana.


“Sudah sampai, Purnama.” Aku mengejutkan Purnama, tampaknya ia sedang melamun. Ia tergagap saat aku menepuk pundaknya.


“Eung, sudah sampai,” ujarnya gugup, ia menggigit bibir bawahnya, terbaca jelas olehku ia sangat gelisah, bola matanya bergerak-gerak tak tenang.


Entahlah, kenapa aku memulai ini. Saat ini bibirku mendarat di bibir plumnya. Dan ternyata kutau bibirnya sangat manis. Bahkan kini aku mengecup bibirnya dalam durasi lama.


Purnama melototkan matanya saat aku mengecup bibirnya. Ia tampak kaget akan tindakanku barusan. Aku melepas kecupanku dengan setengah hati, lantas mengusap bibirnya yang sedikit terbuka.


“Itu obat manjur untuk menenangkan hati yang galau.” Kukedipkan sebelah mataku. Purnama akhirnya tersenyum dan memukul bahuku ringan.


“Dasar,” katanya tersipu malu, dan kubalas dengan senyuman tipis.


“Aku tau kau lagi gugup menghadapi Kakakmu.” Kuusap lembut rambutnya, mengalirkan sedikit ketenangan padanya.

__ADS_1


 


 


 


 


* I’m Sorry To Hurt You *


 


 


 


 


“Apa!” Edgar memekik, sangat kaget. Ia menatap garang kami berdua. Aku hanya tenang duduk di sofa. Inilah yang kutunggu, reaksi terkejut Edgar. Purnama menggigit bibirnya. Ia menggenggam kedua tangan Edgar yang tampak sangat geram.


“Maafkan aku, Kak Ed. Ini sangat mendadak. Tapi aku juga mencintai Elias. Izinkanlah aku menikah dengannya,” ujarnya memohon.


Edgar diam dan bergeming. Suasana di ruangan sempit ini begitu mencekam, tak ada yang mau bersuara, yang terdengar hanyalah isakan kecil dari Purnama.


“Kakak ... entahlah, Purnama. Walau Kakak bilang tak setuju, kalian masih tetap akan menikah kan? Jadi, terserahlah” Edgar melepaskan genggaman tangan Purnama dan masuk ke kamar, membanting pintu dengan keras.


 


 


 


 


* I’m Sorry To Hurt You *


 


 


 


 


Aku menghentikan membaca dokumen dan menoleh ke arah pintu saat melihat Edgar dengan paksa masuk ke ruanganku, diikuti dengan sekretaris Sam di belakangnya.


“Maafkan saya, Pak. Orang ini memaksa masuk,” ujar Sam dengan suara nyaris tenggelam dan tubuh gemetaran. Sangat takut padaku. Ia tau, kalau aku tak suka sembarangan orang bisa masuk ke ruanganku. Aku mendelik tajam padanya, ia semakin menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Bajingan tengik ini saja kau tak bisa mengatasinya, sekretaris Sam!” teriakku marah sambil menunjuk Edgar yang menyeringai.


“Sekali lagi, maafkan atas kesalahan dan kelalaian saya, Direktur Bowman,” sahut Sam membungkukkan tubuhnya berkali-kali padaku.


“Sudahlah, cepat kau keluar dari sini!” bentakku.


“Ada gerangan apa kau datang ke kandang singa, tuan Edgar berengsek, berani juga kau masuk ke areaku,” sinisku dan kasar. Edgar mendekat padaku dan berhenti tepat di depan mejaku.


“Kau juga berengsek Benjamin - tanpa kujelaskan kau juga sudah tau tuan Bowman,” balasnya.


“Oh ya, soal Purnama dan pernikahan kami. Aku rasa sudah jelas. Kami tetap akan menikah besok.” Aku menyeringai senang.


Edgar menggeram. “Berengsek, kau Elias. Aku tau kau tak mencintai Purnama, kau hanya memanfaatkannya untuk membalas dendam padaku. Batalkan segera pernikahan kalian!” Edgar menggebrak mejaku.


“Kalau aku tak mau?” tantangku dengan kedua tangan bersedekap di dada.


“Kau ... beraninya.” Edgar menggertakkan giginya, amat marah. Matanya memerah.


“Kalau kau berani menyakiti Purnama, aku tak segan membunuhmu,” ancamnya.


Aku menyeringai. Ck! Dia pikir aku anak remaja seperti sepuluh tahun yang lalu. Salah besar, aku tak takut padanya.


“Kau pikir aku takut akan ancamanmu, tuan Edgar? Ingat Edgar! Purnama, adikmu sekarang ada di tanganku.” Aku tertawa sinis. Edgar semakin murka. “Lebih baik kau jujur saja pada adikmu, tentang kejadian sepuluh tahun silam,” sambungku.


Edgar tak bisa berkata apa-apa. Rahangnya mengeras.


“Kenapa? Kau tak bisa menjelaskan kesalahanmu? Kau takut kalau Purnama tau. Dan hatinya pasti akan hancur saat tau kakak yang disayanginya telah membunuh,” ucapku tajam.


“Kau ...” Edgar mengepalkan tangannya.


“Setelah aku menikahi Purnama, kami langsung terbang ke New York. Dan satu lagi, lebih baik kau pergi dari negara ini secepatnya, karena setelah aku dan Purnama sah menjadi pasangan suami istri, kau akan menjadi buronan nomor satu di Indonesia.” Aku tertawa menang.


“Kau benar-benar berengsek, Elias. Bahkan kau iblis,” geramnya.


Aku terkekeh dan berkata sinis, “Oh yeah, kaulah yang telah membuatku menjadi iblis seperti sekarang ini, ingat itu Edgar!”


============


Jangan lupa guys, kakak-kakak yang cantik & ganteng, adik-adik yang emes 😍, kasih like dulu biar semangat nulis ceritanya 🤗😉, oke 👍.


Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya 🤗💜.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2