ILMU HITAM

ILMU HITAM
Tejo mendatangi Sri


__ADS_3

Beberapa orang membopong Melati untuk masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju dengan cepat menuju rumah sakit.


 


Sementara itu Sri panik karena tidak melihat Melati di dalam bus, Sri berusaha menanyai setiap orang yang ada di sekitar bus namun tidak ada yang melihat Melati.


Sri berkeliling terminal untuk mencari Melati tapi hasilnya nihil, Sri hampir menangis dibuatnya karena dia telah membawa Melati keluar dari desa.


 


“Melati ke mana kamu sebenarnya,” ucap Sri sambil terduduk lemas.


 


“Apakah dia naik bus lain? Sebaiknya aku ke rumah paman siapa tahu Melati berada di sana,” ucap Sri dalam benaknya.


 


Sri memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah saudaranya tersebut dengan menaiki bus. Di perjalanan Sri terus merasa sangat cemas dengan keadaan Melati dan berharap Melati ada di rumah saudaranya karena Melati dulu sempat beberapa kali berkunjung ke rumah saudaranya.


 


Di sisi lain Melati sudah di larikan ke rumah sakit dan ditangani oleh perawat dan dokter.


 


“Bagaimana Dok keadaanya?” tanya wanita yang membawa Melati.


 


“Pasien mengalami pendarahan karena usia kandungan yang masih muda dan kondisinya pun sedang tidak fit, tapi untungnya kandungannya kuat jadi bayi yang dikandungnya masih aman, hanya saja pasien harus istirahat dan mengonsumsi vitamin yang cukup,” tutur Dokter.


 


“Syukurlah ... Baik terima kasih Dok,” sahutnya.


“Baiklah saya permisi dulu.”


 


Wanita itu masuk ke dalam ruangan, terlihat wajah Melati yang pucat dan lemas. Wanita itu tersenyum ke arah Melati.


 


“Terima kasih Bu, karena sudah menolong saya,” ucap Melati.


 


“Sama-sama, kamu istirahat saja dulu di sini dan semuanya saya yang akan menanggung,” sahutnya.


 


“Ibu kenapa baik sekali sama saya?” tanya Melati.


 


“Karena dulu saya juga pernah di posisimu Nak, oh iya panggil saya Ratna saja,” Pintanya.

__ADS_1


 


“Baik Bu Ratna terima kasih banyak,” ucap Melati.


 


Melati mengelus-elus perutnya sambil tersenyum, hingga Melati teringat dengan Sri.


 


“Ya Allah Sri!” ucap Melati yang baru teringat Sri.


 


Namun kondisinya yang masih lemas dan perutnya yang masih sakit Melati tidak bisa bangun dari tempat tidurnya Melati  hanya bisa pasrah dan berharap Sri baik-baik saja.


 


Melati dirawat penuh oleh Ibu Ratna, dalam satu hari Ibu Ratna bisa mengunjungi melati sebanyak dua kali hingga Melati pulih dan di perbolehkan pulang.


 


“Nak kalau boleh tahu kamu mau pulang kemana? biar Ibu antar,” Ibu Ratna menawarkan diri.


 


Melati hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


 


 


Melati pun menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sayu.


 


“Baiklah kalau begitu kita ke rumah saya saja,” ucap Ibu Ratna.


 


“Tapi Ibu baru mengenal saya, kenapa Ibu mau membawa saya ke rumah Ibu?” ucap Melati.


 


“Saya sudah katakan, saya pernah di posisimu, lagian Ibu sendirian di rumah jadi jika kamu ikut, saya ada teman ngobrolnya,” tutur Ibu Ratna.


 


Melati tersenyum dan sangat berterima kasih kepada Ibu Ratna, mereka pun berjalan keluar rumah sakit dan pulang menuju rumah Ibu Ratna.


 


Di sisi lain Sri yang sudah sampai di rumah saudaranya pun bertambah panik karena Melati tidak ada di sana.


 


“Kok bisa kamu terpisah sama Melati?” ucap Paman Sri.

__ADS_1


 


“Sri tadi ke toilet, Sri suruh Melati masuk bus duluan saat Sri keluar busnya sudah penuh tapi Melati tidak ada di dalam,” ucap Sri yang menangis.


 


“Sudah kamu tenang dulu Sri, siapa tahu Melati pulang kembali ke desa,” tutur paman Sri.


 


“Ya sudah kalau begitu Sri besok pulang lagi ke desa, Paman Sri mohon jangan beri tahu hal ini kepada siapa pun, karena Sri takut,” ucap Sri.


 


“Iya Paman akan jaga rahasia ini, sebaiknya kamu istirahat dulu di kamar saudaramu Ayu.”


 


“Baik Paman,” sahut Sri.


 


Sri pun masuk ke dalam kamar dengan penuh harap Melati ada di desa.


Keesokan harinya Sri berangkat untuk pulang kembali ke desa dengan diantar sendiri oleh Pamannya menggunakan mobil.


 


Setelah beberapa jam perjalanan, Sri dan Pamannya sampai di rumah. Saat sri baru turun dari mobil terlihat Tejo melaju dengan motornya menghampiri rumah Sri.


 


“Sri! Kamu tahu Melati ada di mana?” tanya Tejo.


 


“M-memangnya Melati kemana?” sahut Sri terbata.


 


“Sudah dua hari Melati menghilang aku dan Ki Damar mencarinya sampai penjuru desa tapi tidak ketemu,” tutur Tejo.


 


“S-saya baru sampai hari ini, kebetulan saya sedang berada di rumah Paman jadi saya tidak tahu, iya kan Paman?” Sri menyenggol bahu Pamannya.


 


“Iya Sri berkunjung dan saya baru mengantarkannya pulang,” sahut Paman Sri.


 


“Ya sudah!” Tejo menarik gasnya dan berlalu pergi meninggalkan Sri.


 


Tejo yang tidak mendapatkan informasi dari Melati pun sangat sedih dan kecewa sedangkan Sri menyembunyikan kejadian sebenarnya tentang Melati.

__ADS_1


__ADS_2