
Keesokan harinya Burhan mulai menjalankan rencana yang dibuat oleh Tejo, Burhan mulai mencari beberapa warga untuk menyebarkan berita bohongnya tentang Barjo, Burhan mulai bersandiwara seolah-olah ia sedang marah besar kepada Barjo.
“Kalian liah Barjo?” ucapnya kepada beberapa pria yang sedang duduk santai.
“Tidak, kenapa memangnya? Sepertinya kamu sangat marah sekali Burhan,” sahut salah satu pria.
“Barjo sudah berbuat kurang ajar terhadap calon istri Den Tejo!” ucap Burhan dengan geram.
“Kurang ajar bagaimana? Bukankah selama ini Barjo adalah orang yang baik?” sahutnya.
“Barjo sialan itu sudah memperkosa Melati calon istri Den Tejo!" tegas Burhan.
“Ah ... mana mungkin saya tidak percaya. Barjo itu orang baik dan sopan bahkan dia sering membantu kami,” sahut pria yang lain.
“Iya saya juga tidak percaya, mungkin itu cuma akal-akalan kamu saja Burhan,” sahut yang lainnya.
“Kurang ajar! Susah juga untuk menghaasut mereka!” gumam Burhan dalam hati.
Burhan pun terdiam dan berusaha mencari cara untuk menghasut para warga, hingga Tejo dan Ki Damar datang.
__ADS_1
“Nah jika kalian tidak percaya tanyakan saja pada Den Tejo dan Ki Damar!” ucap Burhan.
“Ada apa ini?” tanya Ki Damar bingung.
“Maaf Ki, kami dengar dari Burhan jika Melati telah dilecehkan oleh Barjo apakah itu benar Ki?” tanya salah satu warga.
Mendengar pertanyaan tersebut Ki Damar langsung emosi karena sebelumnya Tejo berjanji untuk tidak memberitahukan siapapun tentang keadaan Melati.
“Tejo! Apa yang kamu lakukan? Bukankan kamu sudah berjanji untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun! Aku sangat kecewa kepadamu Tejo!” ucapnya dengan penuh amarah.
“Aku tidak bisa menyembunyikam hal keji yang telah Barjo lakukan! Aku tidak rela calon istriku disentuh oleh orang lain!” sahut Tejo.
“Jadi ... yang dikatakan Burhan itu benar? Kurang ajar si Barjo tidak aku sangka kebaikannya hanyalah topeng untuk menutupi hati busuknya!” ucap pria itu geram.
Melihat beberapa pria itu mulai emosi, Burhan dengan cepat memanfaatkan situasi untuk memprovokasi mereka.
“Ini tidak bisa dibiarkan! Barjo sudah mengotori desa ini dengan perbuatan biadabnya!” ucap Burhan.
“Benar! Dia sudah mempermalukan Ki Damar serta mencoreng nama baik desa kita orang seperti Barjo tidak pantas untuk tinggal di desa ini!”
__ADS_1
Ucapan dari Burhan yang nyaring dan berapi-api akhirnya menarik perhatian para warga yang lain, mereka yang penasaran dengan apa yang terjadi pun mulai mendekat, Burhan pun kembali menjelaskan apa yang terjadi hal itu membuat semua warga marah.
“Ki Damar kami sebagai warga desa turut prihatin atas terjadinya hal buruk ini,” ucap Burhan yang mendadak simpatik.
“Kami tidak rela Barjo berada didesa ini! Kalau perlu dia kita bakar hidup-hidup!” ucap salah satu warga.
Mendengar ucapan itu Tejo menyeringai kecil, dalam hatinya sangat senang karena Barjo akan segera tersingkir dari kehidupan Melati dan tidak ada lagi yang menghalanginya untuk menikahi Melati.
“Kalau begitu kita ajak warga yang lain untuk pergi ke rumah Barjo, kita usir dia dari desa ini!” ucap salah satu Warga.
“Bagus! Rencanaku berhasil,” gumam Burhan dalam hati.
Akhirnya seluruh warga desa pun terhasut, mereka semua mendatangi rumah sederhana milik Barjo. Sementara itu Barjo dan Sugeng bingung mendengar suara riuh diluar semakin lama suara riuh itu semakin mendekat.
“Suara ribut apa itu?” ucap Barjo.
“Entahlah sepertinya para warga sedang mengarah ke sini,” tutur Sugeng.
“Barjo! Keluar kamu! Barjo!” teriak Burhan.
__ADS_1