ILMU HITAM

ILMU HITAM
Ritual part 1


__ADS_3

Keesokan harinya warga desa mulai gempar di rumah ibu warung kopi mereka semua melihat kuburan ari-ari yang telah di gali.


 


“Apakah sekarang di desa ini terdapat hewan buas, atau makhluk jadi-jadian,” sahut salah satu penduduk di desa itu.


 


“Ini bukan ulah hewan buas melainkan ada seseorang yang ingin mengaji ilmu,” kata Ki Damar sesepuh di desa itu yang sangat tahu sekali dengan hal semacam ini.


 


“Apakah itu benar Ki? Lalu siapa?” tanya ibu warung kopi itu.


 


“Aku pun tidak tahu, semoga saja apa yang aku ucapkan ini tidak benar hanya kebetulan saja hewan buas,” Ki Damar yang mengalihkan pemikiran warga desa agar mereka tidak cemas.


 


“Semoga saja Ki,” ujar ibu warung kopi.


 


“Ya sudah kita bubar dan mari kita melanjutkan pencarian Tinah,” ajak Ki Damar kepada penduduk desa.


 

__ADS_1


Mereka semua meninggalkan kediaman ibu warung dan menuju ke sungai untuk mencari Tinah kembali.


 


Berjam-jam telah berlalu rasa putus asa kini muncul mereka semua telah lelah mencari keberadaan Tinah yang tak kunjung di temukan. Akhirnya Tejo yang ikut mencari pun mulai lelah dan bertanya kepada Ki Damar.


 


“Bagaimana ini Ki sudah berjam-jam kita menyelusuri sungai dan mencari Tinah namun tidak kunjung ketemu dan semua penduduk desa pun kelihatan sudah lelah Ki?” tutur Tejo.


 


“Kita akhiri pencarian ini, mereka terlihat sudah lelah,”


 


“Tapi Ki, Tinah bagaimana dengan anakku Ki,” Burham yang kesal dan menangis.


 


 


Burhan yang sedih pun pulang bersama warga desa dengan hati yang sedih dan kecewa ia tidak mendapatkan Tinah anaknya yang hilang.   


 


Malam pun mulai tiba di mana Barjo akan memulai ritual sesatnya mengorbankan Tinah untuk menambah kesaktian ilmu hitamnya.

__ADS_1


 


Di dalam rumah tua yang berada di tengah hutan Barjo yang ingin memulai ritual sesatnya telah menyajikan beberapa sajen yang telah di persiapkan olehnya, antara lain bunga tujuh rupa, cairan kental berwarna merah yang berasal dari ayam cemani, kopi pahit, dan beberapa tulang hewan yang di percaya Barjo kegemaran makhluk astral.


 Barjo memulai menaruh kemenyan di atas tunggu yang di dalamnya terdapat bara api, saat kemenyan di taruh di atas bara api terlihat gumpalan asap tipis yang sangat has aromanya hingga dapat mendatangkan makhluk astral bila menciumnya aroma itu di tambah dengan syarat yang di minta penguasa gaib ari-ari dan gadis perawan yang di ikat tangan, kakinya di hadapan Barjo.


 


Barjo pun mulai membacakan mantranya.


 


“Dedemit lan jin kulo Barjo nyuwun kasampurnaan ngelmu kulo, rawuh ... rawuh....!


 


Tidak lama saat Barjo membaca manta itu tiba-tiba angin kencang yang entah datangnya dari mana pun muncul dengan di tambah asap kabut memunculkan sesosok makhluk yang menyeramkan matanya merah menyala dengan gigi taring dan mulut yang meneteskan cairan berwarna merah, kepala bertanduk dengan tubuh yang berambut lebat berwarna merah.


 


  “Apa kau sudah menyiapkan apa yang menjadi persyaratannya yang aku minta Barjo,” makhluk itu yang berbicara kepada Barjo dengan suara yang berat serak.


 


“Aku sudah mempersiapkan gadis perawan ini dan ari-ari yang kau minta.


 

__ADS_1


Setelah itu penguasa alam kegelapan pun mendekati tubuh Tinah yang di ikat, Tinah yang ketakutan pun ingin berteriak namun tidak bisa.  Sampai akhirnya penguasa mencabik leher Tinah dengan gigi taringnya lalu menghisap darah Tinah.


 


__ADS_2