
“Ibu, Nathan saya akan menjawabnya sekarang,” ucap Melati.
“Apa kamu sudah benar-benar memikirkannya?” tanya Ibu Ratna.
“Sudah Bu, tapi sebelum itu ada yang ingin saya beri tahu,” ucap Melati dengan serius.
“Apa itu Melati?” tanya Nathan.
“Tentang asal usul saya, karena selama ini saya tidak pernah memberi tahu kalian siapa dan dari mana saya berasal. Agar jika suatu saat terjadi sesuatu anak ini mengetahui kebenarannya,” Melati mengelus perutnya dengan lembut.
“Baiklah, kami akan mendengarkannya sampai selesai,” ucap Ibu Ratna.
“Waktu itu saya memiliki kekasih namanya Mas Barjo dia lah ayah dari anak ini, dia adalah bawahan Bapak saya. Bapak adalah orang terpandang kami sekeluarga memiliki keturunan darah biru.”
“Lalu bagaimana bisa kamu sampai seperti ini?” tanya Ibu Ratna.
“Sebenarnya Mas Barjo sempat datang ke rumah untuk melamar saya namun, Bapak menolak bahkan menghinanya karena Mas Barjo adalah kalangan orang biasa yang hidupnya sederhana,” sahut Melati dengan wajah sendu.
“Bapak menjodohkan saya dengan Mas Tejo, tapi saat acara lamaran saya jatuh sakit, saya di periksa oleh Mantri dan dari situ saya baru mengetahui jika saya sedang hamil,” sambung Melati.
__ADS_1
“Lalu bagaimana apakah kamu lari karena di jodohkan?” tanya Nathan.
“Bukan, saya lari karena Bapak dan mas Tejo ingin menggugurkan anak ini,” sahut Melati.
“Gila! itu adalah cucunya sendiri bagaimana bisa dia setega itu. Lalu bagaimana dengan kekasihmu Melati? Apakah dia mengetahui jika kamu melarikan diri?” tanya Nathan.
“Tidak Nathan, mas Barjo sudah meninggal. Dia difitnah oleh Mas Tejo, para warga yang terhasut akhirnya beramai-ramai datang dan membakar rumahnya saat mas Barjo berada di dalam,” Melati terlihat sangat sedih.
“Saya sebenarnya pergi bersama teman saya untuk bersembunyi ke rumah saudaranya, tapi saat saya menunggunya pergi ke toilet tas saya dirampas oleh seseorang dan saya mengejarnya hingga akhirnya bertemu dengan Ibu Ratna.”
“Itu termasuk tindakan kriminal, kenapa tidak melaporkan aksi pembakaran itu kepada polisi?”
“Ibu turut prihatin dengan apa yang kamu alami Melati, Ibu juga tidak menyangka ada orang yang sekeji itu,” ucap Ibu Ratna.
“Tapi kamu sekarang aman berada di sini bersama kami Melati, jadi apa jawabanmu?” tanya Nathan.
“Apakah kamu masih mau menerimaku dengan apa yang sudah saya ceritakan tadi?” tanya Melati.
“Apa pun dan bagaimapun masa lalumu aku tidak akan berubah pikiran Melati,” sahut Nathan.
__ADS_1
“Sungguh?”
“Tentu saja, aku adalah orang yang tidak pernah menarik ucapanku sendiri,” tegas Nathan.
“Baiklah Nathan, saya bersedia.”
Mendengar ucapan dari Melati senyum bahagia langsung terpancar dari wajah Nathan dan Ibu Ratna, senyum sumringah terlukis jelas di wajah Nathan.
hari itu juga Nathan langsung mengurus semua yang diperlukan untuk acara pernikahan, sedangkan Ibu Ratna mengurus pakaian yang akan dikenakan Melati nantinya.
Beberapa hari kemudian Natahan dan Melati melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana, hanya di hadiri oleh beberapa keluarga dan kerabat dari Ibu Ratna.
Melati terlihat sangat anggun dan cantik saat mengenakan kebaya berwarna putih bahkan Nathan pun terpanah melihatnya. Senyum bahagia terpancar jelas dari keduanya.
Akhirnya aku bisa mendapatkan kembali kebahagiaanku. Gumam Melati dalam hati.
Acara pernikahan berjalan lancar, ucapan selamat terus berdatangan dari para kerabat dan sahabat Nathan.
Seandainya saja Bapak dan Ibu berada di sini, dan menyaksikan kebahagiaanku. ucap Melati dalam benaknya.
__ADS_1