ILMU HITAM

ILMU HITAM
Hal Aneh Terjadi pada Barjo


__ADS_3

Perasaan gundah dan cemas bercampur aduk dalam hati Tejo, ia pikir dengan menyingkirkan Barjo semua penghalang keinginannya akan lenyap namun ternyata tidak.


Seluruh warga desa gempar atas hilangnya Melati, banyak yang menyebut jika Melati menghilang untuk menyembunyikan aibnya. Begitu juga dengan orang tua Melati yang sangat terpukul acara pernikahan pun terancam batal.


“Sudahlah Lastri berhenti menangis!” ucap Ki Damar.


“Kita harus menemukan Melati segera Mas, Melati itu putri kita satu-satunya, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap Melati,” ucap Lastri dengan tersedu dan sesekali menghapus air matanya.


“Semua ini gara-gara Barjo sialan itu! untung saja Tejo sudah membereskannya.”


“Apa maksudmu Mas? Apa kamu bersekongkol bersama Tejo? Jadi Barjo meninggal karena ulah kalian berdua?” Lastri meninggikan suaranya karena terkejut dengan apa yang telah dilakukan suaminya.


“Mas jawab Lastri Mas!” Lastri mulai merasa marah.


“Dia pantas mendapatkan itu!” Ki Damar mengalihkan wajahnya.


“Bagaimana jika hal ini terdengar oleh polisi Mas? Kenapa kalian bisa berbuat sekeji ini?”


“Sudahlah kamu diam saja Lastri!” bentak Ki Damar.


Lastri pun langsung terdiam mendengar bentakkan dari suaminya tersebut.


Ki Damar keluar rumah dan memanggil semua bawahannya untuk mencari Melati.


“Kalian cari Melati sampai dapat, kalau perlu kalian cari Melati ke kota!” Perintah Ki Damar.


“Baik Tuan,” sahut para bawahan Ki Damar serentak.

__ADS_1


Sementara itu Barjo yang tinggal sendirian di tengah hutan berusaha untuk bertahan hidup dengan memanfaatkan hasil hutan sembari menyembuhkan luka yang ada di wajah dan kepalanya.


Hingga saat malam hari Barjo mendengar bisikan aneh, hal itu membuat tidur Barjo tidak tenang Barjo pun membuka matanya dan terkejut dia tiba-tiba berada di tempat yang berbeda.


Barjo berada di depan goa yang gelap dan lembab.


“Ini di mana? Kenapa aku bisa berada di sini?” ucap Barjo.


“Sudah waktunya aku mewariskan ilmuku kepadamu Barjo,” terdengar seseorang berbicara dari dalam goa.


“Siapa itu? Apa mau kamu?” ucap Barjo.


Tidak ada satu jawaban pun terdengar, karena penasaran Barjo mendatangi sumber suara yang tadi baru saja ia dengar.


Barjo mulai menyusuri Goa yang gelap tersebut, walaupun sangat gelap namun Barjo masih dapat melihat jalan yang ada di goa. Sesekali beberapa kelelawar berterbangan keluar karena kedatangan Barjo, Barjo juga melihat ada banyak ular disela dinding-dinding goa.


Orang itu duduk bersila di atas batu dengan pakaian serba hitam.


“Bapak?” Barjo terkejut melihat sosok berbaju serba hitam tersebut.


“Tidak mungkin! Bapak sudah lama meninggal mana mungkin hidup lagi. Siapa kamu sebenarnya?” ucap Barjo lagi.


“Sungguh malang nasibmu anakku, aku mengutuk orang-orang yang telah membuatmu menderita!” ucapnya.


“Apa kamu benar-benar Bapakku? Tapi bagaimana mungkin?” Barjo masih tidak percaya.


“Nanti kamu akan menemukan jawabannya Barjo,” sahutnya.

__ADS_1


Dengan sekejab sosok itu menghilang, Barjo pun terbangun dari mimpi anehnya tersebut. Saat terbangun Barjo merasakan kepalanya sangat sakit serta tubuhnya pun gemetar keringat dingin mengalir deras dari tubuhnya. Tidak hanya itu saja Barjo juga merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya hawa panas menyebar ke seluruh tubuhnya tanpa sebab.


“Ada apa ini? Kenapa rasanya panas sekali?” ucap Barjo.


“Ha-ha-ha.” Suara tawa menggema


“Siapa kamu?” teriak Barjo sambil menahan sakit.


Suara tawa itu terus terdengar hingga membuat telinga Barjo sakit, keanehan lainnya muncul ketika pintu gubuk milik Barjo tiba-tiba terbuka seperti ada yang mendobraknya, sontak saja hal itu membuat Barjo terkejut.


Dari luar terlihat cahaya merah datang dan masuk kedalam tubuh Barjo, cahaya itu begitu cepat hingga Barjo tidak dapat mengelaknya dan membuat Barjo tidak sadarkan diri.


Beberapa jam telah berlalu Barjo membuka matanya dan bergegas bangun, masih teringat jelas oleh Barjo kejadian yang menimpanya malam itu. Barjo pun mulai merasa was-was.


Pintu gubuk milik Barjo masih terbuka lebar, dari dalam rumahnya dia melihat ada banyak orang lalu lalang di depan rumahnya, karena mengira itu adalah warga desa dengan cepat Barjo bersembunyi dan mengintip lewat s dan mengintip lewat sela-sela pintu.


“Kok orang-orang itu aneh sekali? Tapi sepertinya mereka bukan dari desaku,” gumam Barjo.


Barjo terus memperhatikan aktivitas orang-orang itu, mereka hanya lewat di depan rumah Barjo namun tidak ada satu pun yang berbicara, mereka hanya berjalan lurus dengan raut wajah yang pucat. Barjo pun mengusap-usap matanya dan memperhatikan lagi lebih jelas. Betapa terkejutnya Barjo melihat beberapa orang wujudnya berubah dengan berbagai bentuk yang aneh ada yang berbentuk setengah manusia setengah hewan, wanita berbaju putih, hingga sosok berbalut kain putih yang usang.


Dengan cepat Barjo menutup rapat pintu rumahnya, dengan tangan yang gemetar Barjo mengganjar pintu gubuknya dengan sebuah balok kayu.


“Kenapa tiba-tiba ada hal semacam ini?” ucap Barjo yang bingung.


Tiba-tiba terdengar kembali suara seseorang yang entah dari mana datangnya.


“Kamu tidak usah takut, sebentar lagi mereka akan menjadi kaki tanganmu!” ucap suara itu.

__ADS_1


“Apa maksud ini semua? Kamu siapa?” teriak Barjo.


__ADS_2