
"Kenapa hanya ada sedikit informasi tetang partikel itu?."
"Karna sejauh ini belum ada yang meneliti lebih dalam lagi tuan."
"Baiklah kalau begitu, berarti kita harus mengerjakannya sendiri!."
(*Perhatian, penelitian disini hanyalah bersifat fiksi dan tidak berasal dari sumber manapun! jadi bacalah dengan bijak ^^)
"Zero, tolong bawakan sempel nanogel milik Jacob dan pecah materinya dalam bentuk molekul!."
"Ini dia tuan." ,Zero kembali melanjutkan "Menurut data yang saya ambil, bahan pembungkus nanogel sendiri dibuat dari berbagai macam campuran logam yang membuat nano partikel tidak bisa menyatu dengannya. Tuan Jacob memberi nama Armantium pada logam tersebut, logam itu terdiri dari beberapa campuran logam seperti titanium, galium, alumunium, cooper, dan masih banyak dengan perbandingan yang berbeda-beda."
"Hmm sepertinya aku harus membuat logam itu terlebih dahulu, Zero kamu sudah mendapatkan datanya kan? buatlah logam itu!."
"Baik, proses akan selesai dalam 5 jam."
Selagi menunggu, Dhafin meminta pada pak kemal untuk mengantarkannya ke tempat Jacob.
Saat sampai, Jacob berada di labnya seperti sedang mengerjakan sesuatu. *Toktok "Apa aku boleh masuk?."
"Siapa?."
"Dhafin."
"Masuk saja."
Dhafin membuka pintu lalu masuk dan bertanya sambil jalan "Apa yang kamu kerjakan?.". Jacob melirik kearah Dhafin sebelum menjawab "Aku tidak mengerjakan apapun, hanya menyempurnakan nanogel milikku."
"Maksudmu... nanogel mu itu belum sempurna?."
"Belum" sambil menghela nafas Jacob melanjutkan "Rasa sakit yang kamu rasakan pasca operasi adalah bentuk dari ketidaksempurnaannya, sebelum menyatu seutuhnya, penyesuaian yang dilakukan sangat tidak stabil, jadi akan menyebabkan rasa yang sangat sakit sampai luka itu sembuh."
__ADS_1
Dhafin melihat kearah layar komputer milik Jacob "Bisakah kamu memberikan semua data penelitianmu tentang nanogel? aku akan membantumu menyempurnakannya. Aku memiliki kerja sama dengan pemerintah dan lembaga keamanan negara, jadi kamu dan mereka bisa mendapatkannya saat itu selesai."
"Benarkah? sejak kapan kamu membangun kerjasama dengan mereka?. Aku saja sudah mencobanya berkali-kali.... Nihh, didalam ini banyak informasi genetika dan seputar nanogel dari penelitianku, pakailah dengan bijak." ucap Jacob sambil menyerahkan USB kecil kepada Dhafin. Jacob melanjutkan "Bagaimana kamu bisa bekerja sama dengan mereka?."
Dhafin menceritakan semua yang sedang dibuat olehnya secara singkat dan jelas.
Jacob mengangguk "Oh begitu ya, ternyata kamu memang berbakat. Sekarang pulang dan lanjutkan lah pekerjaanmu, aku ingin pergi keluar."
"Ah iya..."
Setelah sampai dirumah, Dhafin langsung membuka file yang diberikan Jacob dan mengotak atik masalah nano partikel. Dalam beberapa jam selanjutnya logam campuran yang dibuat sudah jadi dan siap dibentuk, Dhafin sudah membuat bentukan alat untuk memproduksi nano tersebut.
Dia ingin menggantinya dari bentuk gel kedalam wujud spray agar lebih mudah digunakan, Dhafin ingin menggunakan gas sebagai udara bertekanan untuk menyemburkan partikel nano keluar. Tapi resikonya berbahaya karna gas itu akan ikut masuk kedalam tubuh.
Untuk mengakali hak itu, Dhafin membuat wadah khusus disertai pompa elektrik yang diselipkan filter udara.
Pompa ini berfungsi untuk memasukan udara bersih dengan tujuan memberi tekanan ke dalam wadah dan menyemburkan partikel keluar.
Sesuai perhitungan, wadah berfungsi dengan baik. Dhafin segera menyelesaikan tugasnya di bagian partikel nano, dalam waktu 1 hari Dhafin mampu menyempurnakannya dan memasukan kedalam wadah serta mulai mengujinya. Untuk berjaga-jaga, Dhafin membuat 3 buah sebagai bahan uji cobanya, Dhafin juga membuat gelang yang akan dipasang diatas siku tangannya. Gelang ini berfungsi untuk menghentikan aliran darah serta memutus koneksi saraf rasa sakit ke otak selama benda itu terpasang.
Untuk menguji nanospraynya itu, dia ingin langsung mencoba pada dirinya sendiri. Setelah Dhafin memakai gelang yang disebutkan tadi, Dhafin langsung membuat luka sobekan yang cukup besar dengan pisau. Dhafin tidak merasa sakit karna alat itu terpasang, Dhafin langsung menyemprotkan nanospray ke arah luka itu....
Busa dari nanospray melumuri luka Dhafin, secara perlahan mengering dan menyatu dengan lukanya. Tidak lama, luka Dhafin langsung sembuh, setelah gelangnya dibuka jiga tidak terasa sakit sama sekali.
Tapi tetap saja, cara seperti itu akan meninggalkan bekas luka. Uji coba tadi direkam oleh Dhafin dan langsung dikirimkan kepada pak presiden, selang beberapa menit, Dhafin mendapat telfon darinya.
"Orang ku akan menjemputmu, bersiaplah dan bawa benda yang kamu dokumentasikan tadi."
"Baik pak"
Pak Presiden langsung memberi hak paten untuk segala ciptaannya dan hanya boleh diproduksi oleh orang lain saat mendapatkan izin dari Dhafin.
__ADS_1
"Dik Dhafin, kamu sangatlah berbakat. Disebelah utara negara ini ada pulau yang luasnya tidak seberapa, hanya 250 hektar. Kamu bisa saja memakainya kalau mau untuk pusat pabrikmu, aku juga akan mengirimkan ahli mesin untuk membantumu nanti." Pak Jordan(presiden) melanjutkan "Kami dari pihak pemerintahan akan mendukungmu secara penuh!."
"Tapi pak, saya baru menciptakan 2 hal. Bukankah terlalu berlebihan kalau bapak memberikan itu semua?."
"Kamu kan bisa membuatnya nanti."
Dhafin tiba-tiba teringat dengan cetak biru yang dibuatnya dulu, cetak biru itu berisi tentang rancangan rudal, pesawat, dan persenjataan lainnya. Itulah yang membuat Dafa kagum pada saat itu. "Baik pak, Saya akan memberikan semua yang saya tau!."
"Iya, kamu tidak perlu memberi tahukan detail pembuatan secara rinci, karna itu akan menjadi milikmu dan hanya akan diproduksi olehmu. Tunjukan saja cara kerjanya dan buatlah kami kagum!."
_____________________________________________
_____________________________________________
Saat Dhafin sampai dirumah, salah satu pembantu memberitahukan kalau Jacob sedang ada di lab Dhafin.
Dhafin juga segera menyusulnya ke lab bawah tanah
*Cett pintu lift terbuka.
Tiba-tiba Jacob langsung berseru "Kamu mengisi waktu luangmu dengan sangat baik ya, bahkan bisa menyempurnakan ini. Bagaimana cara kerjanya?."
"Ah Jacob, lihat saja di komputerku, aku merekamnya tadi."
Setelah beberapa menit melihat video Jacob langsung terkagum, bagaimana cara anak berumur 16 tahun bisa menyempurnakannya dalam waktu singkat?, bahkan mengubahnya agar jadi lebih mudah dipakai. "Wah... Kamu memang jenius ya, aku saja kesulitan."
"Benarkah?, hehe." ucap Dhafin sambil mengusap hidungnya.
Dhafin juga melanjutkan "Apa kamu mau beberapa untuk rumah sakitmu?."
"Tentu saja, aku akan membelinya. Penyempurnaanmu ini sungguh akan membantu untuk dikembangkan lagi kedepannya, lanjutkanlah terus apa yang kamu kerjakan. Buat orang tuamu bangga!."
__ADS_1
Jacob masih melanjutkan dengan mengambil gulungan kertas dari kotak yang berada dekat dengan kakinya "Tadi ada pelayan yang memberikanku ini, dia bilang mungkin kamu akan mencarinya. Tapi setelah kulihat semuanya, apakah ini benar-benar buatanmu?."