IMPIANKU

IMPIANKU
ch.63 (Penculikan 3)


__ADS_3

Kelima orang itu datang dengan membawa pisau dan pistol dipinggulnya, tapi Dhafin tidak melihat ada peluru cadangan. Orang-orang itu memiliki postur yang tinggi dan kekar, sepertinya mereka semua pensiunan tentara!.


Lalu orang yang berada ditengah berbicara dengan nada mengintimidasi "Yah, kenapa yang datang orang lain?, anak muda lagi. Nak kamu mau mati ya?."


Tentu saja Dhafin panik saat itu juga, dia dengan jelas terlihat memiliki senjata. Kelima orang itu menyadari tujuan Dhafin, orang yang baru saja berbicara akhirnya memberikan instruksi kepada 4 orang lainnya "Sepertinya dia berencana melakukan hal besar, kalian atasi anak itu ya... aku mau memindahkan kedua perempuan itu dulu ketempat yang aman." dia melanjutkan "Pastikan dia tidak bisa keluar dari tempat ini!, kalian faham?."


"Baik bos!."


Salah satu dari mereka tiba-tiba saja sudah berada disamping Dhafin dan hendak menebaskan pisau, Dhafin yang menyadarinya langsung melompat kesamping menjauhinya dan Erina.


Setelah Dhafin menyingkir, bos mereka dengan mudah dapat memindahkan Erina dan Desi ketempat lain.


"Wah, anak ini ternyata bisa menghindar ya, baiklah, mari kita lihat apakah kamu bisa bertahan selamanya."


Dhafin berkeringat dingin mendengar ucapan itu, mereka bukanlah orang biasa, bahkan lebih kuat dari 4 anak buah Nevan yang dia lawan dulu!.


*Dorr....


Sebuah peluru tiba-tiba melesat kearah wajah Dhafin, beruntung dia secara refleks bisa mengalahkan kecepatan peluru itu, kalau telat sepersekian detik saja tamat sudah riwayatnya.


Dia langsung berlari dan bersembunyi dibalik peti-peti kayu yang ada didalam hangar, pintu besar hangar ditutup sejak awal, jadi dia hanya bisa keluar melalui pintu yang dia masuki tadi dan sekarang pintu itu dijaga.


Tembakan dan gerakan mereka sangat cepat, Dhafin tidak bisa bergerak dengan gegabah!. Dia mulai menyiapkan pistolnya, kalau tau seperti ini dia akan membawa 2 pistol agar lebih memudahkannya dalam menyerang.


Dhafin mulai menarik nafas dan menembakan peluru kearah komplotan itu, tembakannya dihindari dengan begitu mudah.

__ADS_1


Beberapa kali dia terus mengulang antara menembak dan kembali bersembunyi, tapi tetap saja tidak ada peluru yang kena.


Dia akhirnya menengok keatas dan melihat ada sebuah papan besar dengan banyak kotak yang tergantung diatas menggunakan rantai, papan itu tepat berada diatas dua orang dari mereka.


*Ctangg


Dia berhasil mengenai salah satu dari 2 rantai yang menahan papan itu tetap menggantung, alhasil semua kotak yang ada diatasnya terjatuh kebawah dengan keras.


Kedua orang yang ada dibawahnya langsung melompat kearah yang berlawanan untuk menghindar, walaupun jatuhan dari barang-barang itu tidak mengenai mereka tapi hasil lain dari itu adalah pandangan yang terbutakan karna debu yang dihasilkan.


Tentu saja ini adalah kesempatan bagi Dhafin untuk melumpuhkan mereka, mata kirinya ini terbilang cukup spesial. Dia masih bisa melihat agak jernih dengan mata kirinya itu entah karna apa, dia juga baru menyadari hal itu sekarang.


Suara tembakan terdengar sebanyak 4 kali, tembakan itu mengenai kedua tangan dan kaki salah satu dari komplotan penjahat itu.


Penjahat yang lain dibuat terkejut dengan teriakan salah satu dari mereka, "Sialll!, dia sangat pandai menggunakan senjata!." teriak orang yang terkena tembakan.


Alasan Dhafin hanya menembak anggota penggerak saja sebenarnya simpel, dia hanya tidak ingin membunuh orang hari ini, mungkin dilain hari dia akan melakukannya kalau ingin.


*Ctang


1 tembakan kembali melesat kearah yang sama, hanya saja kali ini dia sedikit meleset dan tidak mengenai 1 orang hang menghampiri temannya itu. Penjahat itu lalu menyeret temannya kesisi agar tidak terlibat lagi, dia kemudian berteriak "Kalian semua keluar dari kabut debu ini, kemampuan menembaknya tidak bisa diremehkan!."


Untuk suatu alasan Dhafin melepaskan tembakan ke segala arah secara acak sampai dia menghabiskan 2 megazine penuh peluru, ketiga orang yang masih bergerak itu agak panik saat Dhafin melepaskan tembakan yang begitu banyak.


Saat mereka semua sibuk berpecah untuk melarikan diri, Dhafin berhasil menangkap lagi salah satu dari mereka dan segera memukulnya menggunakan knuckel berduri miliknya tepat di ulu hati.

__ADS_1


Darah langsung berceceran dan dia langsung terjatuh tak sadarkan diri, 'Duh, semoga dia gak mati' batin Dhafin.


Saat itu juga kabut debu perlahan mulai menghilang, saat ini juga dua orang yang masih berdiri sudah mengepung Dhafin dari kedua sisi dan siap untuk memukul. Dhafin dengan cepat menghindar dengan cara membungkuk dengan cepat dan melesat kebelakang, kalau seperti ini mau gak mau dia harus bertarung jarak dekat.


Dhafin mengambil nafas dalam-dalam lalu memusatkan konsentrasinya agar kekuatan yang keluar bisa maksimal, saat dia sedang berusaha fokus 1 orang sudah ada dibelakangnya dan langsung melesat untuk memegangi Dhafin. Saat itu juga satu orang lagi berada didepannya untuk memukul, sesaat sebelum itu terjadi konsentrasinya sudah terkumpul dan dia langsung melompat untuk mengindari pukulan itu serta membuat satu tangan orang yang memeganginya patah.


Tapi saat Dhafin sedang berada di udara orang yang akan memukul tadi memanfaatkan posisi itu dan menembakkan peluru kearah Dhafin, Dhafin yang tidak menduga hal itu langsung mengerahkan seluruh tenaganya untuk melakukan tolakan di udara.


Walaupun peluru itu tetap mengenai Dhafin, tapi setidaknya benda itu agak meleset dari sasaran yang seharusnya dan mengenai diantara dada dan bahu kanan Dhafin.


Pelurunya memang tidak mengenai organ dan menyebabkan luka fatal, hanya saja lengannya menjadi agak lemas. Darahnya juga langsung keluar dengan agak deras, oleh sebab itu dia mengambil 1 butir peluru dari sakunya dan menyumpalkannya ke lubang itu dengan harapan darahnya tidak banyak terbuang.


Dia segera berlari kearah samping sambil menembaki kaki orang yang tangannya dia patahkan barusan, dia juga menembak tangan kirinya.


Saat dia sedang fokus berlari tiba-tiba orang yang menembaknya tadi sudah ada didepannya dan melayangkan tinju, Dhafin yang sedang berlari tidak bisa menghindarinya dan tinju itu langsung mengenai dahi sebelah kanan Dhafin.


Dhafin terpental kebelakang dengan sangat keras sampai dia menjatuhkan senjatanya, pandangannya seketika menjadi kabur dan tubuhnya mati rasa.


Satu orang yang tersisa itu mulai berjalan kearah Dhafin secara perlahan sambil berkata "Haha, kamu fikir dirimu hebat ya?. Aku berbeda dari mereka semua, akulah yang paling kuat disini selain bos."


'Ayolah tubuh!, bergeraklah!.' batin Dhafin, dia merasakan seperti ada yang menonjol dipunggungnya. Setelah dia raba menggunakan tangan dia sangat bersyukur karna sepertinya pistol dari salah satu penjahat jatuh tepat dibelakang Dhafin, dia dengan cepat mengarahkan pistolnya dan menembak dengan sembarang.


Disaat musuh menghindar disitulah dia memakai kesempatan itu untuk bangun dan bersembunyi, dia sudah kehilangan cukup banyak darah dan kepalanya dipukul dengan sangat keras.


Tenaganya sangat terkuras hanya untuk bangun dan berjalan, saat itu juga musuh sedang berjalan dengan perlahan "Mau main petak umpet ha?."

__ADS_1


Penjahat itu akhirnya memukul sebuah tumpukan kotak kayu dan membuatnya terjatuh, arah jatuhnya tepat mengarah ke Dhafin.


Dhafin masih dalam kondisi lemas sampai akhirnya kotak-kotak itu terjatuh dengan keras....


__ADS_2