
Jarak dari rumahnya ke wethelson saat ini terbilang cukup jauh, jaraknya kurang lebih sama saat pergi ke kebun binatang. Tapi tidak masalah, saat ini dirinya menggunakan motor, jadi dia bisa sampai lebih cepat melalui jalan tikus.
Jujur saja Dhafin masih memikirkan penyebab kedua temannya itu diculik, dia tidak bisa menemukan alasan yang tertuju kepada Erina, tapi saat dia berfikir kearah Desi dia sadar.
Dhafin menyadari bahwa mungkin para penculik itu hanya ingin menculik Desi, hanya saja kebetulan Erina berada disana!. Ini menjadi semakin masuk akal, tidak mungkin kelompok itu menculik mereka berdua tanpa alasan, inilah satu-satunya alasan yang kuat.
Tapi kenapa mereka semua ingin menculik putri keluarga Allens?, semakin difikir semakin membingungkan, akhirnya Dhafin memutuskan untuk fokus kejalan agar lebih cepat sampai.
***
Saat ini dia sudah hampir sampai ke bandara tua di wethelson yang bahkan namanya tidak pernah dipublikasikan lagi jadi dia tidak tau apa nama bandara bekas itu, tapi intinya dia tau kalau ada bandara mati disana.
Dalam beberapa menit kemudian dia akhirnya sampai di pintu gerbang dan mulai memanjat untuk masuk kedalam, entah mengapa bantuan dari keluarga Allens masih saja belum tiba!, ini akan sangat menyusahkannya. Kalau kelompok penjahat itu berani menculik putri dari keluarga kelas atas pasti mereka sudah mempersenjatai diri mereka, tapi dia tidak punya pilihan lain selain terus melangkah maju.
Disisi lain, Reno sedang berusaha meyakinkan kepala keamanan keluarga Allens bahwa Desi sedang diculik. Kepala keamanan keluarga Allens hanya menganggap kalau itu telfon dari orang iseng, karna akhir-akhir ini mereka sering mendapatkan panggilan serupa.
Tapi Reno terus saja menghubungi setiap menitnya, dia harus membuat kepala keamanan percaya agar bisa membantu Dhafin.
Merasa ada hal yang aneh karna nomor ini selalu saja menghubungi dan ketika sudah diblokir kembali menghubungi dengan nomor yang berbeda, akhirnya kepala keamanan keluarga Allens meresponnya dengan membalas ucapan Reno ditelfon.
"Syukurlah anda merespon, kirimkan bantuan!. Putri keluarga Allens sedang diculik bersama temannya. Teman saya saat ini sedang pergi untuk menyelamatkannya!."
Kepala keamanan tidak bodoh untuk langsung percaya, oleh sebab itu dia bertanya "Memangnya apa bukti yang bisa membuatku yakin?."
__ADS_1
Karna kesal, Reno menggeram diujung telfon "Arghhh, kalian ini kenapa sulit sekali diajak berbicara. Lacak sesuatu darinya apapun itu maka kalian akan tau!."
Pihak keamanan dari keluarga Allens merasa kalau ucapan Reno terdengar sangat serius, oleh karna itu mereka langsung melacak nomor ponsel Desi. Lokasi Desi saat ini ditunjukan berada ditempat yang lumayan jauh dan tidak wajar untuk dikunjungi oleh Desi, tidak lama kemudian, yaitu dikantor Ayah Desi yang berada dilantai 2 rumahnya masuk panggilan telpon ke ponselnya dari nomor yang tidak dikenal.
'Apa ini?, bagaimana bisa ada nomor yang tidak dikenal menghubungi langsung ke ponselku?.' selama ini dia tidak pernah menerima panggilan langsung oleh nomor anonim, kalaupun ada orang yang akan mengajaknya bekerja sama dalam bisnis pasti akan menghubungi lewat asistennya terlebih dahulu.
Dua juga tidak pernah menyebarkan nomornya, dia agak ragu untuk mengangkat telpon itu, tapi karna penasaran dia memaksa untuk mengangkatnya.
"Halo?." ucap ayah Desi dengan gugup.
Tidak ada suara selama beberapa saat sampai akhirnya terdengar seperti suara langkah kaki yang berjalan, sepertinya ponsel orang lain yang menelpon sedang dibawa ke suatu tempat.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang gadis, itu adalah anaknya!. Dia sangat mengenali suara anaknya dan langsung tau begitu mendengarnya, setelah teriakan selesai barulah suara seseorang terdengar "Apakah anda terkejut?, tenang saja, itu hanya stun gun bertegangan rendah."
Dia terdiam setelah menerima panggilan itu karna kebimbangan tiba-tiba menyelimuti hatinya, setelah tersadar dia dengan cepat menghubungi kepala keamanan keluarga Allens yang sedang ada dibawah "Pergi ke bandara mati yang ada di wethelson, bawa semua yang bisa bergerak secara diam-diam dan profesional!."
Setelah mendengar itu kepala keamanan semakin yakin dan langsung mengerahkan seluruh anak buahnya yang terlatih, dia membawa 10 orang dan ditambah 1 yaitu dirinya sendiri ke sana.
Dia kembali menghubungi Reno diperjalanan "Nak, kamu bilang temanmu sedang menyelamatkan nona desi dan temannya sendirian kan?, berapa umurnya?."
"Hah?, dia seumuran denganku dan Desi."
Kepala keamanan itu tiba-tiba menjadi gugup 'cih, manamungkin anak seperti itu bisa melakukannya.' setelah itu dia langsung mematikan panggilan.
__ADS_1
Sementara itu di bandara mati, Dhafin sudah menyusup agak dalam untuk mencari keberadaan Erina sampai akhirnya dia menemukan lokasi mereka di dalam hangar yang sangat besar sepertinya hangar itu digunakan untuk menyimpan pesawat raksasa atau pesawat kecil dalam jumlah banyak dulu.
Dia tidak langsung masuk kedalam hangar, dia melihat ada banyak penjaga yang ada disekitar hangar itu. Jadi tujuannya adalah menyingkirkan mereka terlebih dahulu, dia berharap bisa menyingkirkan mereka tanpa menggunakan senjata karna akan memancing yang lain datang kesana.
Ada sekitar 8 penjaga yang berkeliling, Dhafin mengamati mereka dan menunggu mereka mencapai tempat sepi agar lebih mudah diringkus. Dia lumayan beruntung karna semua penjaga bergerak secara terpisah, ketika dia melihat 1 orang yang sedang berada ditempat sepi dia langsung berlari dengan senyap dan mencekik lehernya dari belakang dengan kuat.
Baginya inilah satu-satunya cara efektif agar tidak menyebabkan keributan, dengan cepat penjaga itu kehabisan nafas dan tidak sadarkan diri. Dhafin dengan cepat menyeretnya ketempat lain agar tidak ketahuan, setelah selesai dia kembali mencari mangsa selanjutnya sambil terus mengamati kearah hangar.
***
Dengan cepat Dhafin sudah meringkus semua penjaga ditempat yang berdekatan dengan tempat awal dia meringkus salah satu dari mereka, Dhafin mengumpulkan mereka semua ke satu tempat dan mengikatnya dengan tali yang dia lihat didekat hangar tadi, tidak lupa dia membungkam mulut mereka semua menggunakan lakban yang dia bawa.
Dia sudah tidak benar-benar mengharapkan bantuan tiba karna ini terlihat sangat mudah, tapi fikiran lain tiba-tiba mengganggunya. Bukankah sangat aneh kalau orang-orang selemah ini berani menculik nona muda dari keluarga Allens?, apakah ini hanya penjaga biasa dan masih ada yang lebih kuat didalam hangar?.
Dhafin yang awalnya sudah tidak berharap dibantu kini menjadi gugup, tapi kalau dia gugup dan ragu siapa yang akan menyelamatkan Erina?.
Dia melihat kearah tubuh semua penjaga itu dan kebetulan tipe senjata yang digunakan sama, oleh sebab itu dia mengambil semua amunisi milik para penjaga itu dan menyelipkannya digelang tambahan.
Dia kembali berjalan kearah hangar dan pergi kepintu masuk untung orang yang berada dubelakang, dia tidak melihat ada penjaga lagi disana. Karna itu dia membuka pintu itu dengan hati-hati dan langsung melihat Erina beserta Desi sedang diikat dikursi, Erina yang saat itu masih sadar langsung menggeram karna mulutnya ditutup oleh lakban. Dhafin merasa seperti Erina memintanya segera pergi, tapi kenapa?.
Setelah itu tiba-tiba muncul banyakan dari belakangnya, yaitu dipintu yang sama yang dia masuki.
"Wah wah wah... coba lihat siapa yang datang kesini?."
__ADS_1
Dhafin langsung berbalik dan melihat 5 orang dibelakangnya......