
Setelah perjalanan yang menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya mereka sampai di Boss City mall. Tempat itu sangat luas, bahkan itu sudah terlihat dari sebelum sampai. Dulu, Erina bahkan belum pernah ke tempat itu.
"Tunggu apa lagi?, ayo masuk." mereka berjalan kedalam, sesampainya didalam Dhafin melanjutkan "Kamu tau?, aku sangat hafal sudut-sudut tempat ini. Jadi kamu tidak perlu khawatir tersesat, ayo ikut aku, aku tau tempat yang bagus buat beli barang perlengkapan sekolah disini." Dhafin berlari sambil menarik tangan Erina.
Setelah berlari cukup jauh, mereka akhirnya sampai di tempat yang ditunjuk oleh Dhafin "Nah kamu pilih aja dulu, aku mau pergi mencari minuman." sebelum pergi, Dhafin menghampiri seorang wanita yang bekerja disitu dan berbisik "Hei, awasi anak itu dan pandu dia. Kalau kamu macam-macam, saya pastikan kamu dipecat hari ini." orang itu hanya mengangguk dan segera menghampiri Erina untuk membantunya dalam memilih.
Setelah membeli minuman, Dhafin segera kembali ketempat yang tadi. Saat sampai disana, dia mendapati bahwa Erina sudah selesai memilih "Sudah dapat?, cepat sekali." Tanya Dhafin.
Erina juga menjawab "Iya, tinggal mencari sepatu saja."
"Kalau begitu pilihlah." ucap Dhafin sambil menyerahkan minuman padanya, disisi lain Dhafin meminta kepada orang tadi untuk membawa barang pilihan Erina guna dihitung totalnya, saat melihatnya satu per satu Dhafin terkejut bahwa barang yang dipilih Erina adalah barang yang relatif murah disana. Dengan kata lain, Erina hanya membeli barang yang lumayan berkualitas dengan harga yang paling murah diantara yang lain.
Dhafin ingin memberinya sesuatu yang lebih bagus lagi, tapi Dhafin mengurungkan niatnya itu karna dia rasa barang tadi adalah pilihan Erina sendiri, jadi dia tidak mau mengganggunya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dhafin melihat Erina seperti sudah menentukan pilihan sepatunya, dia melihat Erina memandangi satu sepatu yang menurutnya juga bagus dengan warna putih dan list merah yang sedikit memantulkan refleksi. Tapi saat Erina melihat harganya, dia terlihat seperti mengurungkan niatnya. Dia akhirnya mengambil sepatu dengan harga beberapa ratus ribu saja.
Dhafin tau kalau Erina menginginkan sepatu itu, maka dari itu Dhafin menghampiri manager di toko itu "Pak, bapak manager disini kan? berapa harga sepatu yang disana itu?."
"Ah itu, itu adalah sepatu keluaran terbaru kami dengan stok terbatas, hanya ada 100 unit di negri ini, harganya 10 juta." 10 juta sebenarnya hanyalah sesuatu yang kecil bagi Dhafin, dia bahkan pernah membeli sepatu yang harganya lebih dari 100 juta.
"Aku akan membelinya, tapi aku minta untuk kamu mengirimkan sepatunya ke alamat rumahku saja. Nih alamatnya, untuk pembayaran gunakan ini, tanpa pin." Dhafin mengeluarkan kartu hitam dari sakunya, itu adalah kartu kredit ekslusif tanpa limit yang hanya bisa dimiliki orang-orang terkaya didunia saja.
Sang manager terkejut saat melihat ada anak yang masih muda mengeluarkan kartu itu, dia langsung cepat mengambil kartunya dan menggesekannya di mesin otomatis. *pembayaran berhasil*
"Ini kartunya tuan." ucap manager dengan sopan sambil mengembalikan kartunya, dia melanjutkan "Kami bisa dengan cepat mengirimkannya ke alamat rumah anda, bagaimana?."
Dhafin menjawab dengan cepat "Tidak perlu, aku ingin benda ini dikirimkan tengah malam. Apa kalian bisa?."
__ADS_1
"Ah tentu saja kami bisa"
Dhafin mengangguk sebelum pergi "Baiklah kalau begitu."
Setelah membeli sepatu itu, Dhafin tetap membiarkan Erina membeli sepatu yang lain yang menurutnya murah agar dia tidak curiga.
Dhafin sudah selesai dan membawa semua belanjaannya, tapi sesaat sebelum berjalan dia menaruhnya lagi dan menitipkannya. "Ada apa?." tanya Erina dengan wajah heran.
Dhafin menengok kearahnya "Bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu?, kamu pasti udah lama tidak melakukannya kan?." sebelum menjawab Dhafin sudah melanjutkan perkataannya sambil menarik Erina lagi "Ayo!."
Disisi lain, orang yang dibayar untuk mengangkut barang sudah sampai dirumah lama Dhafin dan hanya berdiam mematung "Ke... Kemana anak tadi, apakah kita ditipu?."
Rekannya membalas "Uh...ntahlah..."
Setelah menunggu satu jam, akhirnya pak Eno dan bu Siti yang ditugaskan bekerja disitu sementara datang dan menerima angkutan barang itu. Mereka tau itu barang milik Erina karna sebelum memasuki mall Dhafin sudah mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada mereka.
Beralih ke Dhafin dan Erina, mereka sudah mulai bersenang-senang dengan menonton film, dilanjutkan dengan bermain wahana ditaman bermain yang ada disana, dan ditutup dengan makan malam di tempat makan yang ada disana juga.
Tanpa mereka sadari waktu berjalan dengan cepat "Ah sudah larut saja ya, Erina lihat ini sudah jam 10 malam, ayo kita ambil belanjaannya dan segera pulang."
Dhafin melanjutkan "Mall ini juga sudah mulai sepi."
"Ah, iya."
Mereka segera pulang dengan kecepatan sedang, sesampainya dirumah, Erina disambut hangat oleh bu Siti dan ditunjukan kamarnya.
Kamarnya sudah tertata rapih dengan seluruh barangnya yang sudah diletakan dengan baik.
__ADS_1
Dhafin menyerahkan semua belanjaan Erina kepada bu Siti "Bi, tolong cuci semua ini dan pastikan sudah kering besok."
"Baik dik Dhafin."
Dhafin menghampiri Erina yang baru keluar dari kamarnya "Kamu tidur saja, barang mu akan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai besok. Jadi lebih baik kamu segera bersih-bersih dan beristirahatlah."
"Ah baiklah." ucap Erina disertai anggukan pelan.
Disaat Erina dan yang lainnya sudah mulai tidur, Dhafin masih terbangun menunggu kirimannya tadi. Sudah tiba jam 12 tengah malam, Dhafin sudah menunggu diluar agar pengirim tidak perlu membunyikan bel yang ditakutkan akan membuat Erina terbangun.
Saat pengiriman sampai, Dhafin segera mengambilnya dan masuk kedalam untuk mencuci serta mengeringkannya sendiri agar sepatu bersih dari kuman mesin pabrik.
Saat sudah bersih dan kering, Dhafin langsung memasukan sepatunya kembali kedalam box dan disatukan dengan barang lain yang sudah dibersihkan sebelumnya oleh bu Siti. Dhafin baru menyelesaikan semua itu jam 1 malam, dia kemudian bergegas untuk tidur karna harus bersekolah nanti.
Saat Dhafin sudah bangun Dan turun kebawah, dia melihat bahwa Erina sudah rapih dengan seragam sekolah dan membantu bu Siti menyiapkan makanan.
Bu Siti menyadari kehadiran Dhafin "Dik Dhafin sudah bangun?, sekarang sudah jam 7, lebih baik kamu mandi. Habis itu sarapan, hari ini Erina yang memasak lho."
Erina hanya bisa tersenyum dengan wajah sedikit memerah.
Dhafin bergegas mandi dan tidak lupa menggosok gigi, habis itu dia juga berpakaian(masa enggak).
Setelah semua siap, dia kembali ke meja makan dan melihat makanan yang sepertinya enak. Dia juga bertanya "Bi, yang masak ini benar-benar Erina?."
"Iya bibi cuma ngebantuin dia aja." Bi Siti melanjutkan setelah menaruh piring yang dia cuci dan berbalik kearah Dhafin "Coba deh, bibi udah coba enak banget lho. Semur daging juga kan masakan kesukaanmu."
"Ah iya, aku coba ya~."
__ADS_1