
'Apa ini?, aku hanya baru meninggalkannya selama beberapa menit... Tapi sudah banyak yang menanggapinya?, apa mereka semua menyukainya?.' Setelah itu dia kembali berlari kearah meja dhafin, tapi kali ini dia tidak mengejutkannya lagi karna takut sesuatu yang buruk terjadi.
Melihat Dhafin yang tertidur dengan pulas dia mengurungkan niat untuk membangunkannya, dia akhirnya kembali berjalan pelan kearah mejanya.
'Hmm, biarin aja kali ya?' setelah berfikir seperti itu, dia mendapat notifikasi permintaan pesan dari orang yang tidak dikenal.
Awalnya dia agak ragu untuk menerima pesan itu atau tidak, tapi karna penasaran akhirnya dia menerimanya dan pesan itu bertuliskan 'Apakah postingan terbaru yang ada diakunmu itu dibuat olehmu?, kalau iya aku akan membelinya dengan harga 20 juta!. Tapi kalau bukan bisakah saya tau siapa pembuatnya?.'
Tentu saja Reno terkejut saat mendapat pesan itu, dia sangat bingung harus membalas seperti apa.... Itu bukanlah buatannya, jadi dia tidak mungkin mengakuinya karna dia takut. Disisi lain Dhafin juga tidak ingin kalau identitasnya sebagai pembuat terekspos, dia hanya terjebak didalam dilema.
Saat itu juga Dhafin kebetulan terbangun dari tidurnya dan melihat wajah Reno yang sedang kebingungan, dia menghampirinya lalu bertanya "Ada apa?, apakah ada masalah?."
Dia menggelengkan kepala dan berkata sambil menunjukan layar ponselnya "Bukan, hanya saja aku bingung dengan pertanyaan ini."
Dhafin mengambil ponselnya dan diam sejenak untuk membaca, tidak lama kemudian dia berseru "Hah?, kamu bodoh ya?. Tinggal kamu cuekin aja atau blokir kalau gak suka, kenapa harus kamu buat ribet?."
"..." Reno terdiam tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat "Benar juga ya, kok aku bodoh sih?."
Dhafin mengembalikan ponselnya "Nih, aku mau cuci muka dulu. Sebentar lagi jam praktik akan selesai."
"Ah iya." Reno berdiri dan berlari menyusul Dhafin "Ikut...." Setelah keluar dari kelas dan berjalan beberapa meter dia bertanya "Apa gak masalah kita keluar kelas?."
Dhafin menjawab dengan bingung "Memang salahnya dimana?, apakah ke toilet itu salah?." dia mendengus lalu melanjutkan "Kamu ini, sudah ku bilang untuk tidak membesarkan masalah sepele."
"Ahaha, iya kamu benar."
__ADS_1
***
3 Oktober 2022
Akhirnya mereka semua sudah melewati bulan september, bulan ini semua berlalu tanpa ada masalah sama sekali. Tentu saja Dhafin sangat bersyukur karna semua berlalu dengan santai, oh iya, masao juga ternyata adalah anak yang baik. Dia sudah berteman dengan Dhafin dan yang lain saat ini.
Turnamen basket antar sekolah jiga sudah semakin dekat!, semua anggota klub basket sangat berlatih keras semenjak bulan lalu terutama tim inti mereka.
Tentu saja Dhafin akan bergabung dengan mereka nanti, hanya saja dia tidak berlatih secara keras karna... ya dia.. taulah kalian gak perlu ditulis lagi.
Masao juga kebetulan sangat tertarik dengan turnamen itu, tapi karna dia anak baru dan kalah dari Dhafin kemarin, pelatih memutuskan untuk menempatkannya di tim cadangan.
Masao tidak masalah dengan keputusan itu karna dia sadar posisinya, mungkin dia akan seimbang kalau melawan adik-adik kelas dari tim inti. Biar bagaimanapun kelebihannya hanya ada pada lompatan dan kecepatannya yang terlatih, tapi Dhafin masih jauh diatasnya!.
Turnamen akan diadakan pada tanggal 17 selama 5 hari, saat ini tiba-tiba Dhafin mengirim pesan kepada pelatih dan kapten klub basket kalau dia hanya akan ikut pertandingan pada babak final. Sebagai gantinya dia meminta untuk memasukan Masao kedalam tim inti untuk membantu mereka mencapai final, dan ketika mereka berhasil Dhafin akan turun sebagai penutupan dan dia tidak akan ikut kalau mereka menolak keputusannya serta gagal mencapai final.
Setelah memikirkan dengan matang akhirnya pelatih dan kapten setuju dengan persyaratan Dhafin, mereka tidak akan melepaskannya dengan sukarela karna tingkat kemampuannya yang sangat luar biasa untuk anak seumurannya.
Dhafin juga telah menyelesaikan urusannya sejak lama, itu lho kalian inget kan?.
***
Dhafin saat ini sedang tidak berada dirumah, dia menghadiri acara rapat yang diselenggarakan oleh GWC itu sendiri. Dhafin berencana merubah sistem operasional secara keseluruhan, dia juga berencana untuk merubah nama dari perusahaannya itu.
Dia berfikir kalau nama itu sudah terlalu kuno baginya dan juga dia selalu merasa diikuti oleh masa lalu jika masih mempertahankan nama itu.
__ADS_1
Tapi setelah dia lihat, cara kerja perusahaannya itu sudah tidak perlu diubah dan sudah memenuhi ekspektasinya. Oleh karna itu pertanyaannya saat ini diubah didalam ruang rapat tentang nama seperti apa yang bagus, dan jika ada yang bisa memberikan pilihan bagus akan diberi kompensasi olehnya sebesar 1 juta dolar atau kurang lebih 14 milyar rupiah hanya untuk sebuah nama baru.
Dhafin berkata dengan tegas "Ayo kalian cari, jangan memberikan nama yang berbelit, saya ingin sesuatu yang simple dan memiliki makna yang dalam!."
Setelah mendengar itu semua orang yang berada diruang rapat semakin terdiam, karna akan sangat sulit mencari nama yang seperti itu, sedangkan ditempat itu hanya ada 50 orang belum termasuk Dhafin. Sebenarnya bawahan miliknya lebih banyak lagi mengingat anak perusahaannya yang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Artinya orang yang ada disana saat ini hanyalah para eksekutif perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Dhafin!.
Setelah beberapa saat ruangan itu terasa sangat sunyi, akhirnya ada 1 orang yang mengangkat tangannya. Dhafin mengangguk dan berkata "Ya, apa kamu menemukan sesuatu yang cocok?."
Orang itu dengan gugup berkata "Tapi tuan, mungkin ini agak terdengar sangat simpel dan mungkin terdengar biasa saja."
"Gak masalah, katakan saja dulu. Aku yang menilai layak atau tidaknya nama gitu, jadi kamu gak perlu khawatir ditertawakan."
Pria itu mengangguk dan menarik nafas dalam-dalam sebelum berkata "Bagaimana kalau Sky group corporation?."
Dhafin melipat tangannya didepan dada sebelum bertanya "Baiklah, apa makna yang kamu pikirkan saat memberi nama seperti itu?."
"Tuan, menurut saya perusahaan milik anda masih terus berkembang dalam meluaskan jaringannya. Bagi saya nilai perusahaan ini sudah setinggi langit, tapi ternyata masih bisa berkembang lagi, oleh karna itu saya berfikir ini adalah nama yang cocok."
"Hmm, kamu benar. Kalau begitu ada saran lain?." jawab Dhafin sambil melihat sekeliling.
Dia melanjutkan "Baiklah karna tidak ada saran lain, ubah nama perusahaan menjadi nama barusan dan untuk kamu... aku akan mengirim 14 milyar nanti, dengan ini rapat selesai." Dhafin langsung berdiri dan meninggalkan ruangan setelah berkata seperti itu.
***
Keesokan harinya, kabar mengenai perubahan nama GWC sudah diketahui dunia dan sekarang nama Sky Group lah yang sangat dikenal. Tapi tetap saja pemimpin dibalik semua ini masih belum menampakkan diri, siswa dikelas Dhafin juga tidak ada habisnya membicarakan hal ini.
__ADS_1
Tentu saja rumor tentang pemilik GWC atau sekarang dikenal sebagai Sky Group yang dipimpin oleh anak seumuran mereka masih terus bertahan hingga saat ini, sejujurnya Dhafin agak terganggu tapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja agar tidak mencolok.
[sabar ya doa kemarin masih belum dikabulkan:3]