IMPIANKU

IMPIANKU
ch.28 (Konflik Lagi)


__ADS_3

Dhafin sudah sampai dirumahnya dan menyempurnakan disain yang kurang, dia tidak butuh waktu lama dan langsung pergi ke pulau tempat pabriknya berdiri.


Disana dia sudah ditunggu oleh Obie, dia langsung menyerahkan USB yang berisi tayangan simulasi. Obie langsung melihatnya, dia terkesan dan langsung meminta Dhafin untuk memperagakannya.


Dhafin sudah sukses membuat senjata baru, berupa gelang yang agak besar. Gelang itu adalah senjata yang bisa menembakan peluru dan mengenai target secara otomatis, bahkan saat diujikan, dia mengarahkan tembakannya ke arah yang tak jelas. Sistemnya sendiri ada pada kacamata yang terhubung ke gelang itu, selama objek sasaran masih ada didalam jangkauan program peluru akan berbelok kearahnya meskipun tidak diarahkan.


"Pak, didalam USB itu masih ada lagi file perancangannya. Tinggal bapak input aja di komputer perusahaan, Zero akan mengerjakannya secara otomatis."


Obe heran dan kemudian bertanya "Siapa Zero?."


"Ah iya aku belum memberitahukan padamu, selama ini kita menginput data secara manual sebelum dikerjakan oleh para mesin dan di periksa oleh para pekerja. Salin saja data itu dan berikan salinannya kepada para pekerja untuk mempelajari cara kerja senjata itu agar bisa diperiksa setelah selesai, lalu data aslinya kamu tinggal masukan saja ke komputer. Intinya saat kamu memasuki ruang kontrol kamu akan disapa oleh Zero, Zero adalah program kecerdasan super."


"Ah begitu, baiklah."


Dhafin mengangguk dan menambahkan sebelum pulang "Aku juga menginginkan libur, jadi sebisa mungkin kamu jangan terlalu sering menghubungiku nanti. Kamu mengerti aku sedang membicarakan apa bukan?."


"Iya aku faham."


Dhafin langsung masuk lagi kedalam pesawat dan segera pulang.


Dhafin melesat dengan kencang di pesawatnya, disisi lain, Obie masih heran dengan isi dari USB itu. Dia sama sekali tidak mengerti dan langsung melakukan apa yang disuruh Dhafin saja.


Dia sampai kerumahnya, mengambil kunci mobil, dan berniat pulang kerumahnya yang lain. Bedanya, dia berhenti di salah satu minimarket untuk membeli camilan, dia akhirnya memarkirkan mobil BMW nya itu.


Dhafin agak terkejut saat keluar dari minimarket setelah membeli camilan, dia melihat mobilnya sudah kacau. Ban mobil dirusak dan seluruh body mobil dibuat goresan dengan pisau daging "Kenapa alarm mobil itu tidak berbunyi? rusak ya?." hanya itu yang difikirkan Dhafin saat ini.


Akhirnya segerombolan orang berjumlah 12 orang keluar dari balik mobil "Haha lihatlah, pemiliknya sudah sampai. Ternyata kamu orang kaya ya, aku sudah mendandani mobilmu, seharusnya kau berterima kasih."


Dhafin baru benar-benar terkejut sekarang, orang yang keluar itu adalah geng lama Daniel dan jumlahnya meningkat 2x lipat.


Orang-orang disekitar minimarket langsung melarikan diri setelah melihat mereka keluar membawa senjata tajam dan tumpul, tapi Dhafin saat ini hanya berdiri dengan wajah datarnya.


Dia lalu meletakan belanjaannya di meja didepan minimarket, lalu kemudian berkata "Kamu masih belum kapok rupanya, malah sekarang membawa tumbal tambahan. Aku yang senang tau."

__ADS_1


Orang bertubuh besar dari kumpulan itu langsung berteriak, sepertinya dia adalah pemimpin mereka "Jangan sombong kamu!, waktu itu kamu hanya kebetulan dan kami lengah. Aku sudah membawa lebih banyak orang dan kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk lolos!."


"Begitu ya?." Dhafin lalu menggulung lengan baju panjangnya "Kalau begitu ayo main dengan puas."


Orang itu kemudian memberi isyarat kepada bawahannya untuk maju....


*BUAKK!, lagi-lagi Dhafin mengawalinya dengan tendangan yang sangat kuat, sampai-sampai orang itu terpental dan mengenai rekan dibelakangnya.


"Kalian semua, serang dia walaupun harus membunuhnya dengan senjata!." Suara teriakan keras dari sang pemimpin akhirnya membuat Dhafin langsung diserang secara bersamaan.


Wajah Dhafin sangat jelek saat ini, lalu dia berlari dan menangkis serangan pertama, lalu membalikkan pisau itu ketubuh penggunanya.


"Kalian tau? bertarung memakai senjata itu tidak keren bodoh."


***


Dalam sekejap mereka semua sudah dihabisi oleh Dhafin, dia tidak mendapatkan luka sedikitpun. Dhafin kemudian mematahkan kaki mereka semua lalu menghampiri pemimpinnya yang masih berdiri dibelakang, karna panik, orang itu langsung menebaskan pisau kearah Dhafin. Dhafin menangkap pisau itu dan melemparkannya ke tanah, lalu mencekiknya "Kamu ini harus ku apakan sih?, bajuku putih jadi berubah warna karna darah temanmu itu payah."


Orang itu tidak bisa mengatakan apapun karna sedang dicekik oleh Dhafin, lalu Dhafin melanjutkan lagi perkataannya "Ini adalah kesempatanmu yang terakhir, kalau kalian masih menggangguku lagi terutama wanita yang jalan bersamaku tadi. Aku pastikan kalian pindah alam saat itu juga."


Lalu Dhafin mengangkatnya dan membantingnya dengan keras, dia langsung pingsan seketika.


Dhafin kembali mengambil belanjaannya dan lekas pergi, sebelum pergi, paman penjaga minimarket tiba-tiba keluar.


"Dik kamu gakpapa?, bagaimana dengan mobilmu?."


Dhafin langsung melemparkan kunci mobilnya "Buat paman aja, aku sudah gak butuh."


Dhafin akhirnya pergi berjalan untuk mencari toko pakaian, setelah dia menemukannya kebetulan ada dealer mobil BMW diseberang jalan. Dia langsung membeli baju dan membeli mobil dengan tipe yang sama agar orang rumah tidak curiga.


Dhafin langsung melanjutkan perjalanan pulangnya, dia bersyukur kalau mobil lamanya tidak pernah dirubah semenjak membelinya, jadi akan terlihat sama persis. "Untung saja aku tidak pernah menempelkan stiker apapun... huft."


Dia sampai dirumah saat pukul 6 malam, orang dirumah bahkan belum makan menunggunya.

__ADS_1


Saat masuk kedalam, Dhafin disambut oleh Erina dengan wajah marahnya.


"Apa?."


"Masih nanya? sekarang jam berapa lihat, kamu dari jam 3 lho."


"Eh, i.. iyakan habis ada urusan."


Dhafin melihat wajah Erina bercampur antara marah dan cemas "Maaf deh..."


"Aih.. yasudah kalau begitu ayo makan, bi siti sama pak Eno udah nungguin didalam."


"Oke, hari ini masak apa? siapa yg masak?."


"Aku masak semur daging."


"Yey."


***


Setelah selesai makan, Dhafin pergi ke teras depan untuk bersantai. Setelah beberapa lama duduk akhirnya Erina menghampirinya "Fin, besok aku akan mulai bekerja lagi."


"Hah?, besok kan hari minggu yakin nih masih tetap mau bekerja?, aku udah mau menjamin semua biaya kebutuhan kamu lho."


"Iya aku tau, tapi aku tetap masih mau bekerja. Aku merasa tidak enak kalau begini terus."


"Yaudah boleh, tapi aku mau ikut ya."


Erina menggelengkan kepalanya lalu berkata "Tidak boleh, untuk apa kamu ikut bekerja lagi."


Dhafin mengangkat alisnya lalu berbicara "Kenapa tidak boleh?." dia melanjutkan dengan mengangkat bahunya "Aku hanya bosan, lagi pula aku ingin menemanimu. Akan gawat kalau tiba-tiba ada anak kelas datang dan merendahkan mu."


Erina tau Dhafin tidak akan mendengarkan perkataannya saat ini, jadi dia hanya mengangguk dan mengatakan "Baiklah, kamu boleh ikut. Sepertinya tempatku bekerja masih butuh kasir tambahan, jadi kamu bisa ambil itu."

__ADS_1


__ADS_2