IMPIANKU

IMPIANKU
ch.36 (Nevan 2 END)


__ADS_3

Sementara itu disisi lain yaitu dirumah Nevan tepatnya didalam kamarnya, dia berfikir bagaimana cara membalas perlakuan Dhafin terhadapnya.


Nevan membolos karna dihajar habis-habisan tadi, jadi dia belum punya kekuatan untuk berjalan lagi dengan wajah percaya diri sebelum bisa membalaskan dendamnya. Dia berfikir keras, menurutnya Dhafin sangat ahli dalam bela diri. Dia menebak beladiri yang diikuti Dhafin adalah taekwondo, menurutnya dia harus memiliki beberapa petarung muay-thai dan kyokushin.


Saat ayahnya pulang, dia langsung keluar dari kamarnya kemudian turun untuk menghampirinya. Ayahnya adalah orang baik, sangat berlainan dengan anaknya. Hanya saja dia terlalu memanjakan anaknya itu, jadi setiap Nevan berbuat salah, dia bisa menutupinya dengan membalikan fakta, dan ayahnya selalu saja percaya.


Kali ini dia mendekati ayahnya dengan nada sedih "Ayah..." dia memanfaatkan luka memarnya untuk menghasut ayahnya.


"Kenapa kamu nak?!." ayahnya langsung melihat kepalanya yang terdapat memar "Apa ada orang yang jahat padamu?."


"Iya yah, dia tiba-tiba menyerang ku dengan brutal. Sepertinya dia ahli beladiri yang hebat, apa ayah bisa mengumpulkan beberapa ahli bela diri untuk menghajarnya?."


Ayahnya termakan hasutan Nevan dan mengangguk "Tentu saja bisa nak, kamu bilang harus mengumpulkan berapa dan beladiri apa saja?.”


"Dari pengamatan ku, sepertinya dia sangat mahir menggunakan kakinya. Aku butuh orang dari beladiri yang badannya sudah dilatih untuk menjadi tameng, aku mau 6 ahli kyokushin, 3 muay-thai, dan 3 lagi tinju. Apa ayah bisa?."


"Itu adalah hal yang mudah, apa dia sekuat itu sampai membutuhkan 12 orang?."


Nevan menggelengkan kepalanya "Entahlah, aku hanya meminta itu untuk berjaga-jaga."


Ayahnya kemudian mengangguk dan berkata "Baiklah, 12 orang itu akan datang dan siap mengikuti perintah mu besok!."


Nevan kegirangan didalam hatinya dan tidak sabar melihat Dhafin nangis darah dan memohon ampun padanya, kalau dia berhasil pasti dia akan kembali percaya diri untuk muncul lagi disekolah.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, 12 orang sudah menunggu didepan rumah Nevan. Mereka semua berbadan ramping tapi memiliki otot yang kekar, serta bertubuh tinggi yang setara dengan Dhafin.


Suasana hatinya semakin beranjak senang setelah melihat penampilan mereka semua yang sangat sangar, dia langsung berbicara "Jadi kalian benar-benar ahli kan?, jangan sampai kalah dari satu anak remaja ya. Kalau kulihat, sepertinya kalian lebih tua dariku."


Lalu salah satu dari mereka menjawab "Tentu saja kami adalah ahli, kami memang lebih tua 3 tahun dari anda. Tunjukan pada kami dimana orangnya, maka saat itu juga dia akan berada di kursi roda selamanya!."


Nevan mengangguk lalu berkata "Oke, kalau begitu ayo ikuti aku. Ayahku sudah menyiapkan 4 mobil yang akan membawa kita, kita akan menghalau mereka di sebuah gang sepulang sekolah nanti."


Salah satu dari mereka bertanya lagi "Apa anda juga akan bersekolah dulu?.”


"Aku?, tidak. Untuk menghibur kalian sebelum pesta, ayo kita bersenang-senang terlebih dahulu!." dia melanjutkan "Bagaimana kalau kita ke bar?, aku bisa dengan mudah masuk kesana.". Mereka semua tertawa dan mengangguk setuju.


Mereka terus bersenang-senang sambil menunggu jam pulang sekolah, selama dia diam saja dulu, dia memang sudah merencanakan kumpulan Dhafin sebagai targetnya. Jadi dia mengumpulkan orang disana untuk menjadi anak buahnya, lalu menyelidiki rute perjalanan dan menyelidiki latar belakangnya.


***


Setelah beberapa jam bersenang-senang, akhirnya jam pulang sekolah sudah tiba. Mereka mulai bergerak keluar dan pergi ke tempat mereka akan menyerang, Dhafin hanya pulang bersama Erina. Jadi dia tidak perlu khawatir karna Erina tidak akan bisa membantu apapun.


Mereka dengan cepat sudah sampai ke lokasi tujuan dan bersembunyi menunggu Dhafin untuk memberi serangan kejutan, mereka juga memarkirkan mobil agak jauh dari lokasi. Saat Dhafin melintas, salah satu dari mereka melempar batu dari samping, batu itu melewati Dhafin dari depan dan dia langsung berhenti.


"Kalian yang bersembunyi keluarlah." ucap Dhafin dengan suara dingin. Mereka semua lalu keluar dengan posisi Nevan berada di paling belakang, lalu Dhafin menatapinya dengan tatapan jijik "Oh, ternyata sampah yang kalah tempo hari ya. Kamu bahkan melawanku dengan banyak orang kemarin, dan sekarang kamu bawa dua kali lipatnya? apa kamu gak tau malu atau terlalu lemah?."


Nevan tidak memperdulikannya dan malah berbicara dengan nada sombong "Sudahlah jangan sombong, kalau kamu menyerah dan bersujud di depanku kali ini mungkin aku akan memaafkan mu." lalu dia melanjutkan "Lihatlah, kamu tidak akan mungkin menang. Aku tau kamu ahli bela diri, tapi cuma taekwondo kan?, aku membawa 3 bela diri yang berbeda untuk melawan mu kali ini, jadi kamu menyerah saja dan bersujud didepan ku!."


Dhafin tidak mengeluarkan ekspresi apapun "Sujud didepanmu?, tidak-tidak. Biar aku koreksi, kamu yang akan bersujud didepanku kali ini!."

__ADS_1


Wajah Nevan berubah menjadi sangat jelek dan memerintahkan ke12 orang itu untuk menyerangnya langsung, salah satu dari mereka bertanya ragu sebelum memulai "Apa anda yakin untuk menyerangnya secara bersamaan?."


"Tentu saja!, aku tidak ingin sampai dia menang, jadi pastikan untuk mengalahkannya meskipun kalian memakai cara yang kotor!."


"Tapi kan..."


Dhafin lalu menyela mereka dan berkata "Sudah-sudah, aku tidak keberatan kok. Kalian para sampah maju saja secara bersamaan."


Erina yang berdiri disampingnya berasa khawatir dan tubuhnya mulai gemetar, Dhafin dapat merasakannya dan langsung tersenyum "Rin, kamu agak mundur dulu ya. Gak akan lama kok, jadi kamu tunggu dengan sabar."


Erina hanya bisa percaya kepada Dhafin dan mundur kebelakang, dia sebenarnya sangat ingin membantu. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh wanita seperti dia?, dia hanya akan membebani dan membuat Dhafin melindunginya. Tentu saja itu tidak bagus karna Dhafin tidak akan bisa menyerang secara maksimal, akhirnya dia mundur beberapa langkah dan membiarkan Dhafin membereskannya.


Dia merasa ragu, 12 orang itu memang benar-benar terlihat sangat ahli. Walau tubuh Dhafin juga bagus dan tingginya tidak jauh berbeda dengan mereka, tetap saja dia merasa takut karna musuhnya yang banyak dan mereka menguasai seni bela diri.


Nevan berteriak sekali lagi dengan nada sombong "Hei bodoh! aku peringatkan sekali lagi untuk kamu sujud dan memohon ampun, maka kamu akan ku lepaskan. Kalau tidak akan ku pastikan kamu duduk di kursi roda selamanya!."


Dhafin lalu menyeringai "Kursi roda ya, gimana kalau gini aja. Aku akan membuatmu lumpuh sampai-sampai kamu tidak akan pernah bisa duduk sekalipun dikursi roda dan hanya terbaring dikasur. Bagaimana penawaranku?."


Wajah Nevan semakin jelek saja dan emosi nya sudah mulai tidak terkontrol, dia langsung berteriak memerintahkan semua anak buahnya "Kalian semua, serang dia sampai dia tidak bisa bergerak!.. setelah itu bawa padaku, biar aku yang membuatnya sengsara!."


Mereka semua langsung berlari secara bersamaan kearah Dhafin, mereka tidak ragu lagi menyerang langsung karna Dhafin sendiri sudah meremehkan mereka."


Salah satu dari mereka yang paling depan kemudian berteriak "Mati kau baj*ng*n!.."


Saat dia hendak memukul Dhafin, tiba-tiba....

__ADS_1


__ADS_2