IMPIANKU

IMPIANKU
ch.25 (Pelajaran Gratis)


__ADS_3

Dhafin lalu mengangkatnya agar dia bisa duduk sendiri, lalu Dhafin melanjutkan ucapannya "Apa kamu tau, sepertinya orang sepertimu tidak akan kapok kalau aku hanya membuat ayahmu dipecat karna kamu masih memiliki sisa harta. Oleh karena itu aku akan membuatmu menghabiskan sisa harta mu dirumah sakit!."


Daniel kemudian menangis dan memohon maaf pada Dhafin "Tolong maafkan aku... aku tidak akan melakukannya lagi aku janji, aku juga akan menghormati Erina mulai sekarang." Daniel merangkak menuju kaki Dhafin, sebelum sampai Dhafin sudah menendang kepalanya dengan keras "Kamu pikir ini novel ya?, aku tidak akan bersimpati kepada orang sepertimu bodoh!."


Daniel hanya bisa terdiam pasrah mendengar ucapan Dhafin. "Kamu mengganggu Erina selama 2 tahun, beruntung kamu melakukannya langsung dihadapanku. Jadi aku bisa mengetahui dan langsung menghajarmu, berterima kasihlah karna kamu akan dapat pelajaran secara gratis dariku."


Daniel merasa lebih panik lagi karna sepertinya pelajaran untuknya akan segera dimulai, benar saja, saat ini Dhafin kembali menghampirinya yang sedang tergeletak lemas setelah ditendang oleh Dhafin. Lalu Dhafin mengangkat kakinya dan berkata "Lihatlah kaki yang selalu membantumu berjalan melakukan tindakan bodoh ini, sepertinya dia harus diberi pelajaran."


*Krakk, suara patahan terdengar dari kakinya setelah dipukul sangat keras oleh Dhafin, Daniel juga berteriak amat sangat keras dengan harapan ada yang datang membantunya.


"Hei Daniel, disini tuh kawasan industri yang sudah tidak terurus dan ditinggalkan. Tidak akan ada orang yang datang untuk membantumu tau, jadi saran dariku jangan berteriak dengan keras, takutnya tenggorokanmu berdarah."


Lalu Dhafin melanjutkan dengan mematahkan kakinya yang satu lagi, Daniel hanya bisa menangis kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa.


Dhafin lalu berdiri dan berkata "Lihatlah, kesombongan mu berubah menjadi ketidak mampuan mu saat ini. Kamu bahkan sampai menangis, menyedihkan sekali." Dhafin menatapnya dengan tatapan dingin sebelum melanjutkan pelajarannya.


Dhafin kembali mendekati Daniel, lalu mengambil tangannya "Lihat juga tangan ini, tangan yang memukul, menunjuk, dan bahkan mengambil hak orang yang tak bersalah. Sepertinya tangan seperti ini pantas diberi pelajaran."


Tulang kedua lengan Daniel dibuat patah oleh Dhafin, lagi-lagi rasa sakit yang sangat sakit menjalar di sekujur tubuhnya. Karna tak tahan dia akhirnya berteriak dengan keras, lalu Dhafin menghela nafas "Huh, sudah kubilang nanti tenggorokanmu berdarah. Tapi teriak untuk melepaskan stres juga ada bagusnya lho, kamu akan sedikit rileks."


Dhafin melanjutkan perkataannya "Nah kalau sudah begini setidaknya kamu akan terbaring dikasur selama beberapa bulan, oh iya... Apa kamu tau kenapa ayahmu kemarin tidak pulang dan memberi tahukan padamu kalau dia dipecat?."


Daniel hanya menggelengkan kepalanya, lalu Dhafin menjawab "Dia ada di penjara sekarang, ternyata orang kepercayaan perusahaanku itu sudah merugikan perusahaan dengan nominal yang lumayan. Untung saja bawahan ku berhasil membongkarnya, kalau tidak dia tidak akan pernah ketahuan."

__ADS_1


Dhafin melanjutkan dengan nada menakut-nakuti "Aku juga sudah memberi tahu ayahmu sebab dia dipecat, kata dia... gimana ya, beliau bilang akan membunuhmu begitu dia keluar dari penjara hehe. Tapi tenang, dia dipenjara cukup lama, jadi kamu masih punya waktu untuk melarikan diri."


Saat Dhafin hendak pergi dia tiba-tiba kembali lagi "Oh iya, aku lupa sesuatu. Tulang punggungmu ini juga sangat berjasa menopang tubuhmu saat kamu berbuat jahat, sepertinya ada banyak orang selain Erina yang kamu ganggu iya kan?."


Dhafin kemudian mengambil ancang-ancang dengan mengangkat tangannya sebelum dia lompat dan memukul punggung Daniel dengan sangat keras, sampai Daniel tidak bisa berteriak. Lalu Dhafin memberikan jaket hitam yang dia pakai untuk melapisi seragam sekolahnya agar tidak terkena darah "Nih hadiah dariku karna kamu sudah mengikuti pembelajaran dengan baik, ngomong-ngomong harganya mahal lho." ucap Dhafin sambil memberikannya dengan senyum tulus, dia juga melanjutkan "Kamu boleh pingsan kalau gak kuat, aku sudah memanggilkan ambulan untukmu, sampai ketemu lagi... Itu juga kalau kamu masih bertahan haha."


***


Dhafin akhirnya pergi meninggalkan kawasan industri itu, dia melewati markas mereka lagi saat kembali kesekolah. Saat Dhafin lewat, orang-orang tadi sudah tidak ada ditempat itu dan hanya menyisakan bercak darah saja "Sepertinya aku terlalu lama memberi kelas tambahan tadi, huhh...." ucap Dhafin sambil menggaruk-garuk kepala.


Dhafin akhirnya melanjutkan perjalanannya ke sekolah, dia sampai sesaat sebelum bel pulang berbunyi. "Untung aja aku gak kelamaan tadi."


Dhafin akhirnya menunggu sebentar didepan gerbang, dia melihat Reno berlari kearahnya dengan wajah marah.


"Hehe maaf, memangnya ada apa? sampai kamu dimarahi?." ucap Dhafin sambil bergumam didalam hati(Dulu disekolah lamaku mereka mengizinkanku dengan bebas untuk bolos, jadi kangenT_T)


"Hari ini ada ulangan harian payah, bisa-bisanya kamu lupa."


Dhafin membalas "Kamu juga lupa tuh kayaknya, kalau enggak harusnya kamu menghentikan ku dengan alasan ulangan kan hahaha."


"Uhhh, iya sih. Yasudah ayo kita ke kedai kopinya, untuk kamu besok harus keruang guru!."


"Iya iya besok aku ke sana, huft.. menyusahkan saja."

__ADS_1


"Ayo ke stasiun, kita harus menggunakan kereta bawah tanah, kalau jalan dari sini ke distrik 9 itu sangat jauh."


Akhirnya mereka bertiga mulai berjalan pergi, di perjalanan Reno bertanya "Ngomong-ngomong kamu ada urusan apa tadi payah?."


"Tidak ada kok, hanya bosan saja."


Setelah 30 menit perjalanan, mereka sudah sampai di stasiun moli yang terletak di distrik 9. Mereka keluar untuk mencari dimana letak kedai kopi mengikuti peta di ponsel Reno, mereka menghabiskan waktu 15 menit berjalan sampai akhirnya tiba di lokasi.


Reno sangat kecewa sesampainya di kedai kopi itu, kedai itu tutup entah kenapa, padahal kata orang-orang di internet kedai ink buka setiap hari.


"Tutup tuh gimana?, hahaha." ucap Dhafin meledek Reno.


Reno membalas "Mana aku tahu kalau tutup, kalau tau aku tidak akan mengajak kalian kesini dasar."


Dhafin kemudian berkomentar "Sudah-sudah, ini kedai kecil, mungkin pemiliknya ada acara jadi dia harus menutupnya." Erina mengangguk, kemudian Dhafin melanjutkan "Rumahku juga dikawasan ini, berhubung kamu sudah terlanjut disini, bagaimana kalau kita main dirumahku saja?. Disana ada banyak konsol game lho, kita juga bisa makan-makan nanti malam, apa kau bisa No?." [No\=Reno]


"Kerumah mu ya..... Hmmm, boleh saja. Lagian aku belum pernah ke rumahmu, setelah ini kalian juga harus main ke rumahku nanti."


"Oke, kalau begitu ayo. Kita hanya perlu naik taksi dari sini, karna letak rumahku di dekat stasiun embizel."


"Itu kan daerah pinggir tempat ini, kudengar suasana disana sangat menenangkan."


"Iya, makannya itu tempat yang cocok untuk bersantai."

__ADS_1


Erina akhirnya masuk dalam obrolan "Kalau begitu aku yang akan memasak hari ini." Dhafin membalas ucapannya dengan senyum "Kalau begitu tolong ya."


__ADS_2