
Dhafin melanjutkan perkataannya "Sebenernya aku cuma suka aja buat gaya-gayaan, biar kayak tokoh-tokoh dalam video game gitu."
Gavin terdiam untuk sesaat, sampai akhirnya dia berkata "Aaaahhh... Iyya, masuk akal juga sih..."
Suasana diruang tengah hening seketika, baik Dhafin maupun Gavin sama-sama bingung harus berbicara seperti apa. Setelah keheningan yang cukup panjang, akhirnya Gavin memecah keheningan itu "Apa kamu tau, diam seperti ini setelah sekian lama tak bertemu itu terlihat sangat konyol."
Dhafin mengangguk sebelum berkata "Benar juga ya, tapi sekarang sudah semakin larut. Lebih baik kamu pulang, aku ngusir."
Gavin menyeringai kecil "Cik, anak ini. Tapi ada benarnya juga, yasudah aku pulang dulu ya."
Dhafin mengangguk kemudian menjawabnya "Yasudah, aku juga harus segera kembali ke rumah yang satu lagi."
Gavin diantar oleh pelayan keluar sementara Dhafin pergi ke belakang untuk mengambil mobilnya tanpa diketahui Gavin, saat Gavin menstarter motornya, suara mesin terdengar dari belakang rumah dan segera pada saat itu keluar mobil BMW hitam elegan dan terlihat Dhafin lah yang mengendarainya.
Tentu saja Gavin ternganga melihat Dhafin mengendarai benda itu!, "Woi-woi-woi, kamu mengendarai benda ini?." Dhafin menjawab dengan nada santai "Iyalah, apa lagi?."
Dhafin langsung tancap gas meninggalkan Gavin dan kepulan asap, sedangkan Gavin hanya bergumam sendiri "Sial, aku minta mobil kira-kira dikasih ga yah?." sampai akhirnya Gavin juga pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, mereka semua bersekolah seperti biasa tanpa gangguan apapun. Sampai akhirnya beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan yang sangat besar dari gedung sebelah. Dhafin dengan refleks melihat kearah luar, saat itu juga muncul seekor ular yang sangat besar. Dhafin lekas mencari teman-temannya untuk evakuasi, tapi gedung yang dia tempati tiba-tiba terbelah menjadi dua dan mulai terpisah secara perlahan. Ular yang dia lihat tadi juga sudah menghilang, dia memutuskan untuk melompat ke belahan gedung lainnya sebelum semakin jauh.
Dia berhasil melompat dan mengevakuasi semua teman sekelasnya, mereka semua berhasil keluar dari lingkungan sekolah yang sudah sangat kacau. Mereka semua menjauh dan melihat gedung sekolah mereka yang semakin hancur, dan tiba-tiba saja gedung itu lenyap seketika, bahkan sampai tidak tersisa.
Tempat itu berubah menjadi dataran kosong dalam sekejap, semuanya kebingungan tidak terkecuali Dhafin. Dhafin melihat sebuah bola sebesar kelereng di tengah-tengah tanah bekas gedung sekolah itu, dia melihat semacam ada gedung sekolah didalam kelereng yang berukuran kecil itu, itu adalah gedung yang mirip dengan sekolahnya!. Dia lalu memberinya air dan melemparkannya lagi ketengah-tengah, dengan cepat gedung sekolah mereka muncul kembali tanpa cacat sedikit pun.
Seluruh siswa dan guru yang melihat kejadian itu langsung bersorak bangga, mereka semua langsung mengangkat Dhafin ke udara sambil bersorak meriah. Berita itu langsung tersebar ke internet dalam waktu 1 menit, semua warga diseluruh negara berbondong-bondong datang untuk menghampiri Dhafin dan sebagian besar dari mereka ingin menjadikannya menantu.
Ditengah-tengah kegembiraan itu, tiba-tiba muncul suara raungan yang sangat keras. T-rex besar berwarna pelangi muncul dari kejauhan, semua orang yang sedang berkumpul langsung panik ketakutan. Entah kenapa didalam diri Dhafin dia merasa seperti ada gejolak adrenalin dan dia meminta semua orang untuk menurunkannya dan menyingkir, Dhafin merasa ada energi yang kuat mengelilingi tubuhnya.
Sebuah piring terbang yang sangat besar mendadak muncul diatas mereka, pesawat asing itu menjauh sedikit dari semua manusia dan mulai mendarat.
Setelah mendarat, pintu pesawat asing itu mulai terbuka dan terlihat makhluk setinggi 3 meter berwarna kuning dan seperti gurita keluar dari sana. Bukannya ketakutan, semua orang yang ada disana tiba-tiba malah mengeluarkan senjata berupa pistol dan senapan. Mereka semua mulai menembak kearah alien itu!, tapi yang Dhafin heran mereka semua menembaki makhluk itu dengan peluru karet berwarna pink.
Situasi semakin tidak terkendali saja, makhluk asing itu berhasil menghindari semua peluru yang ditembakkan. Dhafin mulai merasa frustasi dengan keramaian dan bising di sekitarnya, saat itu juga kepalanya terasa panas seketika, panas itu mulai mengalir ke matanya dan tiba-tiba saja mata Dhafin mengeluarkan sinar laser berwarna oren terang. Laser itu dengan cepat mengarah ke alien tadi, karna itu adalah cahaya, makhluk itu tidak sempat menghindar dan cahaya laser langsung menembus jantungnya yang berada ditengah-tengah.
__ADS_1
Kapal angkasa itu hancur secara bersamaan dengan kematian makhluk asing itu, semua orang disana langsung bertepuk tangan lagi.
Sebuah helikopter mendarat ditempat itu dengan cepat, lalu keluar pak presiden dari dalam sana dan menunjuk Dhafin sebagai presiden baru di negara itu!. Tapi hal yang lebih mencengangkan terjadi setelahnya, seratus sembilan puluh empat helikopter datang lagi dan semua orang menyingkir untuk memberi mereka lahan mendarat.
Keluar seluruh presiden dari seluruh negara didunia, mereka semua segera membungkuk hormat kepada Dhafin dan langsung mengumumkan bahwa Dhafin adalah presiden bagi seluruh dunia!.
Mereka semua langsung menyiapkan satu pulau yang akan mereka bangun istana megah untuk Dhafin, Dhafin tidak bisa berkata apa-apa. Dia adalah orang tersukses dan dia sekarang menjadi pemimpin dunia!, apa lagi yang bisa dia harapkan?.
Saat dia meminta sesuatu, langsung ada saja orang yang mengantarkannya. Hidupnya sudah sangat sempurna, dia memiliki segalanya didunia ini!. Dhafin meminta untuk pergi ke bulan, permintaannya itu langsung dituruti. Sebuah roket dengan cepat disiapkan khusus untuk Dhafin dan akan mengantarkannya ke bulan dengan cepat, dia segera menaikinya dan sampai dalam waktu 1 detik.
Dia kembali ke bumi setelah beberapa saat berkeliling di bulan dengan gravitasi rendah, dia disambut saat pulang dan ditanya apa lagi yang dia inginkan. Dhafin hanya meminta dengan lembut "Aku ingin beristirahat karna lelah."
Empat orang bertubuh kekar langsung datang membawa kasur yang bisa diangkat dan meminta Dhafin untuk naik, dia diantar ke kamarnya didalam istana yang sudah jadi dalam semalam itu.
Dia bangun di keesokan paginya dengan tubuh yang sangat rileks, Dhafin segera menuju ke balkon kamarnya dan melihat banyak orang berdiri diluar istana menyambutnya yang baru saja bangun dari tidur.
Dengan cepat Dhafin terbiasa dengan kondisi saat ini, dia beradaptasi kurang dari satu pekan. Sebuah pesawat jet langsung mendarat secara vertikal untuk menjemput Dhafin guna melakukan tour keliling dunia, Dhafin diminta masuk ke dalam kotak dan dalam satu menit tubuhnya sudah terasa segar dan pakaiannya sudah terganti. Saat hendak masuk kedalam pesawat... langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, Dhafin melihat ke langit. Dia mendapati sebuah meteor besar yang ukurannya seperempat bulan sedang jatuh mendekati bumi. Semua orang yang ada disana seketika menangis seakan-akan tau bahwa itu adalah ajal mereka, meteor itu dengan cepat menghantam bumi dan terjadi ledakan yang sangat besar.
__ADS_1
Suasana tiba-tiba gelap dan hening bagi Dhafin...