IMPIANKU

IMPIANKU
ch.51 (Kebun Binatang 1)


__ADS_3

Erina segera menyusulnya dari belakang dan bertanya "Oh iya, ngomong-ngomong orang yang dipemakaman Jasmin itu, yang kata dia ayahnya... Apa kamu mengenalnya?."


Dhafin mengangguk dan menjawab "Iya, dia memang kenalanku. Kalau tidak salah aku mengenalnya saat kunjungan ke istana Presiden."[bohong]


Masih dalam posisi berjalan Erina bertanya kepada Dhafin "Besok kamu sekolah kan?." Dhafin langsung menjawab dengan cepat "Enggak."


"Heeee, kenapa?."


Dhafin menatap Erina lalu menjawab "Kan kamu sendiri yang bilang kalau akan menemaniku besok ke semua tempat yang aku mau, jangan bilang kamu mau lari dari perkataanmu sendiri?."


Erina terdiam sejenak lalu menghembuskan nafas panjang dan menjawab "Tentu saja tidak, aku ini tipe orang yang menepati janji lho." dia melanjutkan "Aku bertanya seperti tadi karna kupikir kamu sudah lebih baik dan sudah bisa bersekolah, karna biar bagaimanapun aku harus menjadi lebih pintar!."


Dhafin berbicara dengan nada yang sangat percaya diri "Kalau itu sih gampang!, aku yang akan mengajarimu langsung nanti, dijamin pintar deh suport ram 1 gb."


Erina tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya "Ada-ada saja, sana ke kamarmu dan beristirahatlah."


Dhafin menggelengkan kepalanya lalu menjawab "Gak mau ah, aku gak capek tuh."


Erina memegangi dagunya untuk berfikir sejenak "Kalau begitu... Bagaimana kalau kita main game saja?, sudah lama gak main iya kan?." Dhafin mengangguk dan membalas "Boleh tuh, lihat saja kali ini aku akan mengalahkan mu."


"Iya-iya berusahalah semampumu karna aku yang akan tetap memenangkannya haha."


***


Keesokan harinya saat matahari sudah mulai menyinari langit, Erina baru saja bangun. Dia juga sudah izin kepada pihak sekolah kalau Dhafin dan dirinya akan absen hari ini, begitu dia membuka matanya yang kebetulan menghadap jendela dia terkejut melihat bayangan seorang yang menggantung dengan posisi terbalik dibalik tirai jendela.


Dia memberanikan diri untuk bangkit dan melangkah mendekati kaca jendela, sedikit demi sedikit dia melangkah. Begitu sampai di jendela, dia menelan ludahnya lalu bersiap membuka tirai. Keberaniannya sudah terkumpul dan dia langsung membuka tirai, begitu dia membukanya...


"Ba!."

__ADS_1


Dia mendapati bahwa itu adalah Dhafin yang sedang iseng kepadanya, tentu saja dia sangat terkejut dan juga berteriak sangat keras. Saking terkejutnya bahkan Erina sampai jatuh ke lantai, sebaliknya Dhafin tertawa lepas diluar karna telah berhasil menjahili Erina.


Erina lalu bangun, dengan ekspresi marah dia bertanya kepada Dhafin "Kamu ngapain sih pagi-pagi buat jantung orang mecahin rekor top speed?."


"Hahahaha, kalau begitu buka dulu dong jendelanya. Aku mau masuk."


Erina membuka pintu disamping jendela dan Dhafin langsung membalikan tubuhnya untuk turun, lalu dia masuk kedalam kamar Erina. Erina kembali bertanya setelah Dhafin masuk "Ada apa kamu ha?."


"Hihihi, mandi sana. Habis itu ayo kita keluar, main ke mana aja yang seru!."


Erina menunduk lalu menutupi wajahnya dan berkata "Cih, cuma itu aja sampai harus ngagetin aku pagi-pagi." Dia melanjutkan "Omong-omong, bagaimana caramu naik kesana?. Pintu kamarku kan terkunci, dan diluar tidak ada tangga."


"Oh itu, tentu saja aku memanjat tembok dari depan sana."


Erina mendengus "Memangnya kamu itu spider-man ya?."


Dhafin membalas dengan nada kesal "Sudahlah, sana cepat mandi nanti keburu siang!."


***


Setelah keluar dari kamar Erina, Dhafin turun kebawah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sementara itu pak Eno sedang mencuci mobil untuk digunakan oleh Dhafin, dan bu Siti sedang membersihkan rumah.


Setelah selesai memasak Dhafin segera memanggil pak Eno dan bu Siti untuk sarapan, saat itu juga Erina baru saja turun dari kamarnya. Dhafin yang melihatnya langsung memanggil "Rin, sini sarapan dulu bareng-bareng."


Erina menoleh lalu menghampiri meja makan dan berkata "Wah ini semua kamu yang masak?, kelihatan enak semua!."


"Haha, itu sudah biasa. Ayo buruan sini, mobil juga udah siap kata pak Eno."


Erina mengangguk kemudian duduk di kursi dan bergabung untuk sarapan.

__ADS_1


***


Akhirnya mereka berdua telah selesai makan dan berpamitan untuk pergi jalan-jalan, sebelumnya Dhafin sudah menawarkan kepada pak Eno dan bu Siti untuk ikut, tapi mereka hanya menjawab dengan jawaban yang sama yaitu 'ini adalah jalan-jalan untuk anak muda.'


Oleh sebab itu Dhafin menitipkan rumah kepada mereka berdua, Dhafin dan Erina langsung menuju mobil andalan Dhafin yang sebenarnya sudah diganti dua kali.


Mereka akhirnya mulai meninggalkan rumah sampai akhirnya tidak terlihat di jalan, bu Siti hanya terkekeh kecil sebelum berkata kepada pak Eno "Anak muda memang seperti itu ya, enaknya."


Pak Eno mengangguk kemudian menjawab "Iya, sudah sewajarnya Dhafin menikmati saat-saat ini. Dia sudah melewati cobaan yang cukup berat, jadi tidak ada salahnya untuk bersenang-senang." bu Siti mendengus ringan "Aku setuju, yasudah, Kerjaan kita juga belum selesai semua. Lebih baik kita menyelesaikannya sebelum dia pulang, sana beresin halaman!."


Disisi lain, Dhafin membawa Erina dengan kecepatan sedang dan santai. Erina menoleh kearah Dhafin dan bertanya "Kamu yang mengajakku tapi kamu belum bilang kepadaku, kita akan pergi kemana?."


"Aku sudah memikirkannya, bagaimana kalau kita pergi ke kebun binatang?. Aku sudah lama tidak ke tempat semacam itu, sempat ingin kesana tapi waktu itu gak ada teman."


Erina membuka ponselnya beberapa saat lalu membalas ucapan Dhafin "Oh begitu ya, aku sih mau aja..." kemudian dia menunjukan layar ponselnya sebelum melanjutkan "Bagaimana kalau kita ke kebun binatang ini aja?."


"Hey, aku sedang menyetir tau." Dhafin menepi untuk berhenti sejenak dan melihat kearah ponsel Erina, sebelum itu Erina berkata "Cih, tinggal lirik aja masa harus berhenti."


"Ya kan buat keselamatan aja." Dhafin melihat layar ponsel lalu berkata "Memang tempat ini yang ingin aku kunjungi dasar payah."


Erina menggaruk-garuk kepalanya karna malu "Hehe, yamaap aku kan gak tau." dia melanjutkan "Yaudah ayo lanjut!."


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kebut binatang 'Thomperson' yang terletak di wilayah Watburn bagian timur, daerah itu sendiri adalah tempat diluar wilayah rumah dan sekolah Dhafin yaitu bagian selatan.


Jarak dari rumah ke kebun binatang sekitar 34,2 km dan memakan waktu perjalanan sekitar kurang lebih satu setengah jam.


Dhafin akhirnya memarkirkan mobilnya, dia turun lalu mengajak Erina untuk ke minimarket di sekitar sana terlebih dahulu guna membeli camilan karna didalam tidak ada orang yang berjualan. "Rin ayo beli jajan sebentar, didalam gak ada orang jualan lho."


"Huh?, boleh tuh, aku juga mulai haus nih. Mau beli dimana?."

__ADS_1


Dhafin menunjuk kesebuah arah "Tuuuh, semua orang membeli camilan disana sebelum masuk. Sepertinya itu salah satu teknik marketing disini, ayo kesana."


Erina hanya mengangguk kemudian mengikuti langkah Dhafin.


__ADS_2