IMPIANKU

IMPIANKU
ch.43 (Diam-Diam Jadi Juara)


__ADS_3

Tak terasa 3 hari telah berlalu, ujian mid semester mereka telah usai. Mereka sudah tidak takut lagi dengan soal, tapi sekarang mereka takut dengan hasilnya. Tidak ada yang tau hasilnya akan seperti apa, yang mereka tau hanya nilai IPA Dhafin sempurna karna pak pengawas kelepasan hari itu. Seharusnya tidak boleh, yaaa nasi sudah menjadi bubur, mau gimana lagi?.


Wali kelas 3-1 akhirnya masuk kedalam kelas dan akan mengumumkan hasil ujian mereka kemarin, pengumuman ujian akan langsung dibagikan satu hari setelah ujian berlalu pada mid semester, dan 2 hari pada akhir semester.


pak Guru sampai di meja dengan membawa sebuah amplop coklat besar lalu berkata "Baiklah anak-anak, saya harap kalian semua duduk dengan tenang dan bapak akan membagikan hasil ujian kemarin."


Semua siswa bergegas kembali ketempat duduk masing-masing, mereka semua sangat gugup mendengar hasil ujian mereka.


Akhirnya pak guru mengeluarkan isi dari amplop itu secara perlahan tapi pasti. gak kayak dia yang cepet tapi ninggalin.


Ekhem, guru itu sendiri sebenarnya agak ragu. Tapi saat melihat-lihat sebelum dibagikan dia tercengang dengan salah satu kertas, itu adalah milik Dhafin!.


Lalu guru itu meletakan kembali kertas itu secara terbalik dan mengambil gulungan dimejanya untuk ditempelkan dipapan tulis, itu adalah gulungan yang isinya nilai-nilai siswa. "Sebelum itu, silahkan kalian lihat itu terlebih dahulu agar percaya. Bapak sendiri tidak percaya dengan apa yang bapak lihat, jadi coba kalian lihat sendiri." guru itu menyingkir membawa kertas ujian dan semua siswa maju kedepan untuk melihatnya.


Mereka semua tidak percaya melihat apa yang tertulis didepan, Mereka benar-benar tidak percaya apa yang mereka lihat!.


Dhafin berada di posisi pertama juara kelas!, Sontak mereka semua menatap kearah Dhafin yang masih duduk di kursinya dan tertidur. Anak itu yang menggeser posisi Erina?, benarkah itu?.


Bukan hanya itu, mereka akhirnya memalingkan pandangan mereka sedikit keatas kearah kolom 10 besar juara umum.


Nama Dhafin juga ada disana!, apalagi dia berada di posisi pertama!. Apakah itu mungkin?, atau hanya kebetulan?. Tapi kalau melihat nilainya sehari-hari itu cukup masuk akal, Dhafin juara pertama kelas, diikuti Erina kemudian Desi serta satu murid lagi menggeser posisi Reno yang tadinya juara 2 menjadi 5. Reno tidak percaya posisinya tergeser oleh 2 anak baru dan satu lagi siswa lain, dia hanya meratapi kekalahannya dengan murung. Sementara itu, desi sangat bahagia dan ingin berterimakasih kepada Dhafin, tapi dia tertidur dan tida enak ingin membangunkannya. Sementara untuk juara umum hanya ada Dhafin dan Erina dari kelas 3-1.


Pak guru akhirnya kembali berbicara, "Sudah melihatnya?, kalau begitu kembali ke tepat duduk kalian masing-masing." Seisi kelas masih tidak percaya! sangat tidak percaya!.


Sementara disekolah lain, pengawas yang mengawasi kelas Dhafin dibuat sama terkejutnya dengan nilai Dhafin yang dikirimkan kepadanya. Ya... Sebenarnya dia sendiri yang memintanya kepada pihak sekolah Dhafin, dia meminta itu untuk melihat nilai anak yang terlihat tidak serius saat mengikuti ujian. Tidak disangka anak itu mendapatkan nilai sempurna!, bahkan disetiap mapel tidak ada kekurangan sedikitpun, bisa dibilang jawabannya malah lebih dari apa yang bisa dibayangkan oleh anak SMA!.


Kembali ke sekolah Dhafin.


Wali kelas 3-1 mulai membagikan kertas ujian kepada setiap siswa, Dhafin masih tertidur.

__ADS_1


Sementara Erina gigit jari karna dia lagi-lagi dikalahkan oleh Dhafin, dia tidak bisa menerima kekalahannya yang kedua kali. Dia bertekad harus belajar lebih giat lagi mulai sekarang, Desi saat ini hanya ingin lebih sering belajar bersama Dhafin kalau bisa, sedangkan Reno masih meratapi posisinya yang tergeser menjadi nomor 5!. Dia bukan hanya digeser oleh Desi, tapi juga tergeser oleh satu siswa lagi!. Siapa dia?, dia adalah Emma.


Juara kelas (5Besar)


1.Dhafin


2.Erina


3.Desi


4.Emma


5.Reno


Emma itu anaknya cukup pendiam, Reno melihat kearahnya, sepertinya dia sendiri tidak menyangka akan masuk kedalam 5 besar. Sebelumnya dia hanya dapat 10 besar!.


Untuk latar belakang Emma.. tidak ada seorangpun yang tau, tentang sifatnya dan kelakuannya. Dia bahkan lebih misterius dari pada Dhafin yang dulu, dia juga tidak jahat kepada Erina selama ini.


Reno bangkit dari kursinya, menghampiri Dhafin lalu meletakan tangannya di leher Dhafin sambil berkata agak keras "Juara satu harus teraktir kita nih!."


Dhafin lalu bangun membuka matanya dan berkata "Boleh-boleh saja."


Reno kaget karna dia langsung bangun, dia ragi kalau Dhafin benar-benar tidur lantas dia bertanya "Hey kamu dari tadi tidur gak sih?."


"Enggak tuh." Dhafin menjawab dengan wajah datar lalu melanjutkan "Mana ada orang yang bisa tidur dengan kondisi ramai seperti pasar tadi?."


Dia menguap kecil sebelum menambahkan lagi "Aku cuma gamau terseret-seret saja, kalau gitu kalian mau apa dan kemana?. Makan di resto milikku terus bukankah membosankan?, pilihlah tempat baru."


Mata Reno langsung bersinar-sinar seperti bintang yang sangat dekat, lalu dia berkata "Kamu serius nih?, beneran boleh kan?."

__ADS_1


Dhafin mengangguk dan berkata "Iya bebas." lalu dia menengok kearah Erina dan Desi yang berjalan mendekat dan melanjutkan ucapannya "Kalian berdua maunya kemana?, bebas mau pilih. Tapi jangan minta beli restorannya, ribet."


***


Akhirnya mereka berempat sampai ke tempat BBQ, lalu Reno berbicara "Nah ini tempatnya. kabarnya bumbu dan rempah-rempah yamg dipakai disini sangat segar. Untuk rasanya tidak perlu kalian ragukan lagi, bahkan sudah diakui oleh kritikus terkenal."


Desi lalu terkejut "Who, iya aku juga sempat melihat beritanya diinternet. Pantas saja tempat ini terlihat sangat ramai pengunjung, ternyata ini adalah tempat yang ada di berita waktu itu."


Erina lalu melihat kearah sekeliling dan berkata "Nah sekarang.... Bagaimana cara kita supaya kebagian tempat?."


Mereka semua langsung terdiam dan berfikir...


Dhafin lalu melihat keatas, tepatnya kearah banner mereka 'Kiyoyuki BBQ' itu nama yang tidak asing bagi Dhafin.


Lalu dia teringat "Ah..."


Reno melirik Dhafin dan bertanya "Kenapa Fin?."


"Eum, tidak. Kalian bertanya kan?, kalau gitu tinggal hubungi saja managernya langsung!."


Desi lalu memiringkan kepalanya dan berkata "Hee... Bagaimana caranya?."


Dhafin mengeluarkan ponselnya sambil menjawab "Memangnya kalian ini manusia purba ya?, kalau mau menghubungi seseorang tentu saja kita pakai ponsel lah!."


Dhafin langsung menekan sesuatu di ponselnya dan terdengar suara 'tut...tut...tut...'


Dia sedang menghubungi seseorang sampai akhirnya beberapa saat kemudian telfonnya diangkat dan Dhafin mulai berbicara...


*catatan author: "Maaf banget kemarin 2 hari gak up karna... umm... sibuk."

__ADS_1


"papai kalian^,^"


__ADS_2