IMPIANKU

IMPIANKU
ch.49 (Kebahagiaan Itu Tidak Abadi)


__ADS_3

Dhafin juga ikut bersiap lalu dia mengatakan "Disini semua bisa terjadi tanpa ada pengawas, ada banyak kamera disini dan salah satunya di garis start. Sebenarnya di semua sirkuit juga seperti ini, jadi ayo kita mulai."


***


setelah satu jam dan menyelesaikan beberapa lap yang sudah ditentukan oleh mereka, akhirnya perlombaan selesai dan dimenangkan oleh Gavin. Dhafin nyaris memenangkan perlombaan ini tapi tarikan pada mesin motor yang dia pakai sepertinya lebih rendah dari pada Gavin, jadi agak susah menyusul Gavin saat di tikungan.


Mereka berdua kembali ke garasi dan memarkirkan motornya lagi, Gavin lalu berkata "Haha, lihatlah aku menang. Katanya kamu profesional."


Dhafin menjawab cuek "Ck, kamu hanya beruntung tadi. Lagi pula balapan itu memang bukan bidangku tau, oh iya ayo kita kembali ke sekolah, sebentar lagi jam istirahat pertama."


Dhafin dan Gavin akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke sekolah, sebelum itu Dhafin menyerahkan kunci kedua dan menjelaskan sudut-sudut serta setail tempat itu kalau-kalau Gavin ingin mengunjunginya.


Sedangkan disisi lain yaitu di sekolah, Istirahat akan tiba dalam waktu 13 menit lagi. Saat 13 menit berlalu Erina sedikit khawatir karna Dhafin belum kembali sampai jam istirahat pertama tiba, dia akhirnya hanya pergi ke kantin bersama Desi sedangkan Reno ada rapat ketua kelas.


Setelah mereka berdua sampai dikantin, Desi membuka pembicaraan dengan mengatakan sesuatu "Rin, apa kamu tau?. Katanya akan ada siswa pindahan hari senin nanti di kelas 3-2, dengar-dengar dia anak tentara angkatan udara berpangkat jendral lho!."


"Benarkah itu?." jawab Erina dengan sedikit terkejut.


Desi menjawab "Iya, kabarnya juga dia sudah mulai dilatih untuk menjadi tentara oleh ayahnya secara langsung. Semoga saja dia bukan orang yang sombong ya, aku tidak mau berhadapan dengan orang seperti kemarin."


Erina sempat heran lalu bertanya "Tapi yang kamu dengar itu anak laki-laki atau perempuan?, kan yang kamu dengar hanya rumor iyakan?."


Desi lalu terdiam dan akhirnya menjawab "Uhh, iya juga sih. Kamu bener, tapi liat aja nanti hari senin deh baru bisa tau laki-laki atau perempuan."


Erina mengangguk lalu berdiri untuk membeli makanan, dia berkata sebelum pergi "Apa kamu mau ikut?, kita belum makan siang atau jajan."


"Iya, ayo, aku traktir kamu!."

__ADS_1


***


Saat bel masuk berbunyi dan Erina beserta Desi sudah ada didalam kelas, Dhafin masuk bersama Gavin. Dia bersama Gavin kebetulan bertemu ayah Gavin dan mereka berdua diantar ke sekolah dengan cepat menggunakan mobil.


Erina bergegas menghampiri Dhafin lalu berkata "Duh, untung saja kamu kembali. Akan ada ujian dadakan matematika tuh, aku menghubungimu tapi nomormu tidak aktif!."


"Iya maaf, tadi ponselku mati kehabisan baterai."


***


Beberapa hari kemudian, tepatnya hari senin tanggal 12 september 2022, ada seorang anak pindahan di kelas 3-2. Dia adalah wanita yang cantik dan bertubuh tinggi, rumor yang tersebar selama ini ternyata salah besar!. Bukannya lelaki tampan tapi malah perempuan cantik jelita yang datang ke sekolah itu, sebagian wanita disana merasa kecewa dan sebagian besar laki-laki merasa senang karna kedatangan wanita berparas cantik.


Sepertinya walaupun dia wanita tubuhnya sudah sangat terlatih seperti hendak menyiapkan sesuatu, ya mau bagaimanapun dia adalah anak tentara, jadi mungkin dia akan dilatih sebagai tentara wanita atau semacamnya.


Tinggi badannya sekitar 176 cm, dan itu sudah sangat tinggi bagi seorang wanita!. Saat jam istirahat tiba, lagi-lagi wanita itu menghampiri meja Dhafin di kantin. Siswa kelas 3-1 yang selalu tau bahwa Dhafin selalu saja didatangi oleh para siswa baru mulai merasa iri kali ini, mereka semua mulai mengumpat didalam hati mereka masing-masing 'Kenapa anak itu sangat dan selalu beruntung sih.' kira-kira seperti itulah bayangan mereka.


Dhafin menatapinya sekejap dengan wajah datar lalu berkata "Oh."


Jasmin juga terdiam sejenak mendengar jawaban seperti itu, dia akhirnya menarik kursi dan duduk di antara mereka berlima. Wajah Erina dan Desi ikut berubah saat Jasmin duduk disana, yang tadinya hanya berwajah datar kali ini dihiasi dengan ekspresi sedikit kesal. Erina menatap Desi yang ikut kesal dan bertanya-tanya didalam hatinya, Desi juga sama halnya seperti Erina.


Dhafin masih menatapinya dengan ekspresi datar saat ini, akhirnya dia bertanya kepada Jasmin "Jadi... Siapa kamu, kenapa bisa kenal aku, dan apa maumu?."


Wanita itu lalu menghela nafas dan menjawab "Wah.. Baru aja aku duduk tapi pertanyaanmu lengkap sekali ya."


"Sudah jawab saja."


Dia kemudian menyeringai kecil dan menjawab "Gimana ya.. Bisa dibilang aku ini penggemarmu, atau malah pengagum dirimu."

__ADS_1


Gavin dan Reno yang sedang menyeruput minuman sambil memperhatikan mereka tiba-tiba tersedak dan menyemburkan kembali isi mulut mereka sambil memikirkan hal yang sama 'Wah jujur sekali!'


Erina dan Desi juga sama terkejutnya, bagaimana bisa seorang wanita mengucapkan hal itu secara terang-terangan didepan orang yang dia kagumi. Dan terlebih lagi, siapa dia ini?, bagaimana dia bisa sampai mengagumi Dhafin?.


"Bukankah agak menjijikan mengatakan hal seperti itu?." ucap Dhafin sambil menyendok puding miliknya.


"Hahahaha" Jasmin tertawa lalu melanjutkan "Enggak kok enggak, aku hanya bercanda. Aku hanya ingin berteman denganmu dan para budakmu ini."


Desi, Erina, Gavin, dan Reno langsung kesal dengan ucapan wanita itu. Lalu Dhafin menjawab dengan wajah datarnya "Kalau gitu salken." sambil memasukan sesendok puding ke mulutnya, dia melanjutkan perkataannya sambil mengunyah puding itu "Oh iya, ngomong-ngomong walaupun penampilan mereka seperti budak, mereka ini temanku."


Mereka berempat bukannya senang dengan perkataan Dhafin justru malah dibuat semakin jengkel, lalu Dhafin menarik ucapannya "Ah maap."


Jasmin kembali berkata "Kalau begitu kita sekarang berteman ya."


Dhafin menjawab dengan datar "Terserah kau saja."


***


Saat ini semua siswa sedang ada didalam kelas dan belajar, kali ini Dhafin tidak tertidur dan membuat seisi kelas heran. Tiba-tiba saja guru fisika saat itu meminta Gavin untuk pergi ke ruang guru di gedung utama karna pak kepala sekolah memanggilnya.


Gavin langsung mengangguk dan turun untuk pergi ke gedung utama yang dekat dengan gerbang sekolah, saat sampai disana dia terkejut melihat Jasmin. Dia merasa kalau siswa baru yang dipanggil, setelah membicarakan beberapa hal mereka keluar dan berjalan melewati lorong utama.


Saat itu juga tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras bahkan sampai terdengar di gedung kelas yang lain, mobil teronton yang sangat besar baru saja menabrak bangunan sekolah itu tepat dari depan gerbang dan tembus kedalam gedung utama!.


Saat ini adalah jam pelajaran dan tidak ada siswa yang berkeliaran diluar kelas, digedung utama juga hanya ada ruang guru dan ruang klub, jadi para guru berfikir tidak ada korban untuk kejadian ini. Sampai akhirnya mereka memeriksa tempat yang ditabrak oleh truk dan ditemukan dua orang siswa...


Dan mereka berdua ditemukan dalam keadaan....

__ADS_1


......*****MATI*****......


__ADS_2