IMPIANKU

IMPIANKU
ch.37 (Gelud by Nevan)


__ADS_3

*Buakk!!, Dhafin melakukan jab dengan keras, cepat, dan tepat. Orang yang terkena pukulan itu lantas langsung terpental dan tergeletak lemas, Dhafin lalu menyeringai dan berkata "Sepertinya kalian salah faham ya, kalian pikir aku cuma bisa menggunakan kakiku?. Hh bodoh sekali kalian bisa menyimpulkan semudah itu, aku ini, menguasai 5 seni bela diri dasar kep*rat!."


"Apa?!, 5 katamu?, mustahil..."


Dhafin hanya tersenyum lebar "Haha, mustahil apanya. Aku adalah bukti nyata dan sekarang sedang berdiri di hadapan kalian, ayo-ayo, tadi kalian sangat sombong, kenapa kalian tiba-tiba berhenti saat aku memukul teman kalian?."


Setelah mengatakan itu, orang yang dipukul Dhafin tadi kembali bangun. Dhafin sedikit heran karna belum pernah ada yang bisa bangun dari pukulannya itu, sepertinya mereka benar-benar ahli.


"Oh, kamu masih bisa bangun ya. Kalau gitu tolong deh, kayaknya bakal menyenangkan."


Dhafin melanjutkan dengan tangannya yang memberi kode seolah-olah menantang mereka untuk maju, orang yang baru saja bangun langsung berkata "Kalian serang lah secara bersamaan, tidak mungkin dia menang kalau kita melakukannya bersama."


Mereka semua langsung menyerang Dhafin dengan membabi buta, Dhafin berhasil menangkis semua serangan mereka dan melancarkan serangan balasan. Hanya saja kali ini dia sedikit kesulitan karna lawannya terus saja bangkit kembali setelah dipukul atau ditendang olehnya, seperti karakter game yang bisa melakukan respawn dari kematian!.


Nevan lalu berteriak dari belakang "Haha, lihatlah Dhafin.. Mereka semua ini sangat tangguh, mungkin kamu akan mati konyol hari ini."


Ucapan Nevan tidak salah, mereka benar-benar tangguh dan sangat berbakat dibidangnya masing-masing. Walaupun Dhafin sendiri menguasai ketiga bela diri yang juga dikuasai oleh musuhnya, Dhafin tidak bisa menyangkal kalau gerakan mereka semua sangat mulus dan terlatih.


Dhafin mulai terkena pukulan di pipinya, dia benar-benar mulai kelelahan. Dia hanya berfikir kalau dia harus segera menyelesaikan pertarungan ini, tidak lama kemudian salah seorang berhasil menendang perut Dhafin dan membuatnya tersungkur jatuh ke tanah.


Lalu Nevan kembali berteriak "Hahaha!, lihatlah betapa payahnya dirimu sekarang. Aku sudah memberikan kesempatan untukmu diawal tadi dan kamu mengabaikannya, kamu akan benar-benar aku habisi!."


Dalam benak Dhafin dia hanya bergumam mencari solusi, dia tidak boleh sampai kalah dari sampah yang telah mempermalukan sosok penting miliknya. Disisi lain, anak buah Nevan mulai mengelilingi Dhafin yang masih duduk ditanah karna lemas. Dalam pertarungan ini dia sadar kalau dirinya masih butuh banyak perkembangan, tapi selama dia terjatuh tadi dia akhirnya menemukan solusi untuk mengalahkan mereka.


Disaat anak buah Nevan sudah semakin mendekat dengan ekspresi percaya diri, dia langsung melompat dengan cepat dan sangat tinggi. Dia memutar-mutar badannya untuk membentuk tendangan yang seakan-akan itu adalah tornado, dia mengenai semua dibagian kepala musuh tanpa tersisa.

__ADS_1


Mereka langsung merasa pusing, di momen inilah Dhafin memanfaatkannya untuk menyerang titik vital mereka semua, Dhafin langsung menebas dan memukul leher mereka dengan keras. Leher adalah bagian yang sangat sensitif bila terkena pukulan yang sangat keras, itu sangat memungkinkan untuk membuat lawan pingsan dalam sekali serang.


Anak buah Nevan langsung terjatuh lemas dan tidak bergerak, untuk benar-benar memastikan mereka tidak dapat bergerak lagi. Dhafin mengambil setiap kaki mereka dan mematahkannya, sebelum itu dia meminta Erina untuk menutup mata dan telinganya.


*krakk!... Terdengar ditelinga Nevan bahwa banyak sekali suara patahan tulang dari anak buahnya itu, dia mulai panik dan mengumpat didalam hati "Sial, bahkan orang sebanyak ini tidak mempan?. Dia hampir saja kalah tadi, seandainya aku membawa 2 atau 3 orang lagi, sialan!."


Dhafin lalu berdiri tegak setelah selesai dengan mereka dan menghela nafas panjang "Huffft... akhirnya selesai juga."


Dia menatapi mereka yang sudah tergeletak sambil membayangkan kekalahannya yang sudah didepan mata tadi "Mereka cukup kuat juga, aku sangat terpojok tadi, bahkan sampai beberapa kali terpukul dan kena sepak."


Dia lalu menatap Nevan dengan tatapan tajam serta dingin, dia mulai berjalan secara perlahan kearahnya "Nah, sekarang.... Gimana caraku membereskan sampah sepertimu ya."


Dhafin langsung berlari secara tiba-tiba lalu sedikit melompat dan langsung memutar badannya itu secara 360°.


Tendangan keras langsung mendarat di kepala Nevan yang sudah jatuh melutut saat itu, tendangannya sangat keras hingga membuat Nevan terpental jauh kebelakang.


Saat Nevan merunduk kesakitan dan memegangi kepalanya, Dhafin menghampirinya dan langsung menendangnya lagi dibagian perut. Dia langsung kesakitan dan batuk sekaligus mengeluarkan darah, Dhafin kembali menatapnya dengan tatapan kutub "Jadi.... Siapa sampahnya sekarang?."


Nevan langsung bersujud menahan rasa sakitnya sambil menangis "Maafkan aku, aku yang salah. Tolong lepaskan aku maka aku tidak akan mengulanginya lagi."


"Ah kamu ini, padahal aku gak mau merubah genre novel ini menjadi drama. Orang sepertimu tidak ada habisnya."


Dia lagi-lagi mengucapkan hal yang memilik makna serupa "Maafkan aku, aku berjanji akan berubah dan menjadi orang baik!."


Lalu Dhafin jongkok dan mengangkat dagunya "Janji ya, jangan semudah itu mengucapkan janji dong." Lalu Dhafin memukulnya tepat diwajahnya dan menambahkan perkataanya "Manusia itu makhluk yang sebagian besarnya sangat munafik, mereka bahkan bisa saja menjilat ludah mereka sendiri saat ada kesempatan. Jadi bagaimana caraku untuk mempercayaimu?, coba jawab."

__ADS_1


Suasana menjadi hening sejenak, lalu Nevan mulai berucap "A...Aku akan menjadi anak buahmu.."


*plakk


Dhafin menampar pipinya lalu berkata "Aku tidak butuh yang seperti itu payah."


Lalu Nevan perlahan-lahan mulai menangis lagi dan memohon "Tolonglah lepaskan aku, aku berjanji tidak akan lagi berbuat jahat kepada siapapun. Aku... Aku akan pindah dari sekolah itu dan akan berhenti mengganggu kalian."


Dhafin lalu berfikir sejenak, ini adalah keuntungan baginya karena dia tidak akan melihat cec*nguk bodoh ini lagi disekolah. Tapi dia masih merasa ada yang kurang, lalu dia mengangkat tangannya seakan mau memukul dan berkata "Idemu bagus juga, tapi aku akan memukulmu sekali lagi sebagai tanda verifikasi ya."


Saat akan melayangkan pukulan tiba-tiba saja Erina sudah ada dibelakangnya dan memegang tangan Dhafin, dia langsung terhenti dan menoleh kebelakang "Erina?, kenapa kamu..?."


Erina lalu menggelengkan kepalanya dan berkata "Sudahlah Dhafin, kamu tidak perlu sampai melakukannya sejauh itu. Lepaskan saja dia dan ayo kita pulang, aku pikir sudah cukup pelajaran untuknya."


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?, tikus-tikus seperti ini tidak akan pernah berubah kalau hanya diberi pelajaran ringan seperti ini!. Mereka akan terus berbuat jahat ketika ada kesempatan dan tak akan pernah berhenti, bagaimana kamu bisa memintaku untuk melepaskannya dan pergi seakan-akan dia tidak melakukan sesuatu?."


Erina lalu memegang kepala Dhafin dengan lembut dan mengatakan "Fin, kalau kamu melakukannya lebih jauh dari ini... Maka kamu tidak ada bedanya dengan mereka."


Kehangatan langsung menjalar disepanjang tubuh Dhafin saat disentuh dengan lembut seperti itu, fikirannya seakan-akan disihir dan dibuat tenang oleh Erna. Oleh sebab itu dia langsung menaruh kepala Nevan dengan perlahan dan berdiri "Baiklah, aku akan berhenti. Ayo kita pulang..."


Erina tersenyum hangat kearahnya "Hm, ayo pulang."


Sementara itu sebelum Dhafin jalan menjauh, dia menoleh kearah belakang dan mengatakan sesuatu "Kamu bebas kali ini, tapi lain kali kalau kamu mencoba melakukan hal bodoh lagi, aku tidak akan melepaskanmu."


Erina yang sudah berjalan didepan meneriaki Dhafin "Fiinn!, ayo cepet...!"

__ADS_1


__ADS_2