IMPIANKU

IMPIANKU
ch.42 (Bintang Ujian Sekolah)


__ADS_3

Dhafin saat ini berada di fasilitas miliknya, dia masih bersama Gilbert disana. Baru-baru ini jendral angkatan darat yang mengurus fasilitas Dhafin menghilang, oleh sebab itu Gilbert disana untuk menggantikannya.


Sebenarnya Dhafin kemari bukan hanya untuk melihat grafik penjualan senjata barunya, dia juga bermaksud ingin meminta sesuatu. Jadi dia membicarakan hal itu di ruang rapat hanya bersama Gilbert saja, dia juga memberi tau kalau pekan depan adalah ulangan mid semester. Jadi dia meminta untuk tidak mengganggunya dalam waktu dekat, karna dia sibuk mengajari teman-temannya.


Setelah selesai melakukan semua itu, dia akhirnya pulang kerumah menggunakan pesawat super cepat miliknya. Perlu kalian tau, mach 15 itu tidak pernah dipakai oleh Dhafin karna menyebabkan mual....


***


Satu pekan sudah berlalu, hari ini adalah hari untuk mereka semua mengikuti ujian mid semester. Reno dan Desi gugup hari ini, Erina percaya diri karna dia sudah belajar dengan tekun, sedangkan Dhafin...... uh... anak itu tidak bisa diharapkan, dia bersikap sangat santai dan menganggap ujian itu hanya soal anak TK yang tersesat padanya, ya memang dia pintar..


Sejak dulu, dia belum pernah tergeser dari peringkat satu. Dimana pun dia bersekolah, pasti posisi 1 dalam pelajaran tidak pernah dilepas olehnya.


Semua siswa saat ini ada yang sedang mengisi perut mereka sebelum ujian dimulai, sudah menjadi hal umum disekolah ini bahwa sebelum memulai ujian selalu ada waktu 30 menit bebas untuk para siswa. Bahkan jika terlambat datang ke sekolah, selama belum melewati batas waktu 30 menit itu tidak masalah dan tidak akan terkena sanksi.


*Ding dong ding dong.....


Bell kelas sudah berbunyi, bell kali ini suaranya lain dari biasanya. Dhafin mendengar itu dan bertanya kepada Reno "No, bell sekolah kita baru?."


"Apa?, gak penting banget sih nanya gituan. Bell saat ujian akan berbeda bunyinya, jadi wajar."

__ADS_1


Dhafin mengangguk "Ooh gitu, yasudah ayo masuk kelas, kalian berdua juga. Ingat, jangan tegang ya, nanti malah lupa semua yang sudah aku ajarkan."


Seluruh siswa telah berada di kelasnya masing-masing sampai akhirnya guru pengawas datang dan memberikan soal pada setiap mejanya, dia datang memberikannya secara langsung dengan posisi kertas terbalik. Ya itu sudah normal, agar para siswa tidak membaca soal sebelum waktu benar-benar dimulai.


Pada saat jam menunjukan pukul 08:35.


"Ujian... Dimulai!." pengawas itu memberitahukan para siswa, semua siswa serentak langsung membalikan kertas soalnya dan mulai dikerjakan. Sementara Dhafin.... ah.. anak ini memang susah. Dia masih sibuk mencari alat tulisnya didalam tas, tapi karna dia tidak menyebabkan suara bising, sang pengawas ujian tidak bisa menegurnya. Padahal dia sangat ingin menegurnya, tapi dia menahan pandangannya dari melihat kelakuan Dhafin.


Perlu diketahui, setiap pengawas yang mengawasi ujian siswa bukanlah guru disekolah itu. Sebelum memulai ujian, setiap 2 sekolah yang sudah ditentukan akan saling bertukar guru selama ujian untuk menjadi pengawas. Tentunya tidak akan ada yang memberi bocoran tentang sifat dan nilai keseharian para siswa, baik itu tugas harian atau ulangan harian.


Jadi singkatnya.... pengawas itu tidak mengetahui betapa pintarnya Dhafin, dia hanya berfikir didalam hatinya, bahwa Dhafin tidak akan menyelesaikan soal ujiannya. Waktu setiap mapel ujian adalah 45 menit, dan jumlah soalnya 50, dengan 30 pilihan ganda dan 20 esai.


Ya, sekolah ini memang sangat mendisiplinkan para siswa ketika ujian. Mereka membuat waktu yang lebih sedikit dari jumlah soal untuk menguji apakah mereka bisa menggali semua pelajaran yang dipelajari sebelum ujian berlangsung.


Disisi lain Erina sedang serius mengerjakan soal, juara umum kesehariannya sudah direbut oleh Dhafin. Dia tidak mau kalau juara umum ujiannya sampai direbut juga oleh Dhafin, ya walaupun mereka berteman, tetap saja nilai itu bukan sesuatu yang harus diserahkan dengan mudah.


Ujian hanya dilaksanakan 3 hari, waktu sudah berjalan 30 menit saat ini sampai akhirnya Dhafin kembali menutup kertas ujiannya dan berkata "Pak, saya sudah selesai."


Seluruh siswa dikelas 3-1 langsung terkejut mendengar ucapan itu dari belakang, mereka semua langsung menoleh ke belakang dan terkejut melihat siswa yang sehari-hari hanya tidur keluar mengatakan bahwa dia sudah selesai.

__ADS_1


Pak pengawas yang sedang minum sampai terbatuk-batuk dibuatnya, dia sangat terkejut. Dhafin bahkan mulai mengerjakan soal setelah beberapa menit waktu dimulai, dan sekarang dia adalah orang pertama yang menyelesaikan ujian?, apakah bisa seperti itu?.


"....Baiklah, bawa soalnya kedepan."


Dhafin bangkit dari duduknya dan membawa soal itu kedepan dan memberikannya kepada Pak pengawas, mapel ujian kali ini adalah IPA dan kebetulan pengawas itu adalah guru IPA disekolah asalnya.


Dia memeriksa kertas ujian Dhafin begitu Dhafin sampai didepan, dia sangat syok terkejut. Setelah beberapa menit dia memeriksanya dia langsung berkata dengan nada kagum dan sedikit gugup "I..Ini.... apa ini... kamu benar menjawab semua soal?. Bagaimana bisa?, kamu tidak curang kan?."


Dhafin langsung mengangkat tangannya dan berkata "Silahkan anda periksa diri saya, meja, tas beserta isinya."


Pengawas itu melihat Dhafin berbicara tanpa ekspresi ragu diwajahnya, 'tidak mungkin anak itu sedang berbohong' ucapnya dalam hati.


Seluruh siswa kelas semakin dibuat terkejut dengan pernyataan pak pengawas. Dia berhasil menjawab semuanya dengan benar? apakah itu mungkin?, itulah yang dipikirkan semua siswa terhadap Dhafin. Bahkan Erina pun sama, dia berfikir seperti itu karna ujian sekolah ini cukup sulit dibandingkan tugas-tugas biasa dan ujian harian.


"Pak, saya sudah selesai. Apa saya boleh keluar? haus nih, ujian selanjutnya pukul 9.35 kan?."


Pengawas itu menjawab dengan nada yang masih tidak percaya "Ahh.. e, silahkan."


Ini pertama kalinya ada siswa yang keluar sebelum jam ulangan selesai, sebenarnya tidak ada peraturan yang melarang siswa keluar kelas setelah ujian. Hanya saja belum pernah ada siswa yang bisa menyelesaikan semua soal sebelum waktu selesai, malah kalau mau dibilang, pasti masih ada soal yang belum dikerjakan meski waktu sudah berakhir. Tapi anak ini bisa melakukannya dan mencatat rekor baru?, apakah ini nyata?, apakah anak sepintar dia nyata dan benar-benar berada di kelas 3-1?.

__ADS_1


Dhafin akhirnya berjalan keluar dari kelas dan menuju kantin, siswa yang berada didekat jendela terus melihati Dhafin dari dalam sampai akhirnya pak pengawas menyuruh mereka untuk duduk kembali dan fokus mengerjakan ujian.


Ujian selanjutnya nanti adalah matematika, Dhafin menantikan ujian selanjutnya sambil memakan es krim dikantin sementara siswa lain sedang berjuang melawan soal ujian...


__ADS_2