
"....Iya itu semua ideku."
Jacob menatap cetak biru dan Dhafin secara bergantian "Hmm, bahkan menurutku ini tidak akan dipikirkan oleh jendral sekalipun. Bagaimana kamu bisa memikirkannya?."
"Yah... Semua orang butuh hobinya masing-masing." Dhafin melanjutkan "Sama seperti hobimu untuk menemukan metode penyembuhan baru untuk membantu masyarakat."
"Yasudah, teruskan saja hobimu. Aku akan kembali ketempatku."
"Okke."
Setelah Jacob keluar, Dhafin mengumpulkan cetak birunya, total ada 2 rancangan misil kecil dan 1 rudal balistik, serta teknologi baru untuk pesawat tempur.
Keesokan harinya, Dhafin kembali menemui jendral departemen pertahanan negara. Dia memperlihatkan semua cetak birunya "Wow, benarkah ini kamu yang membuatnya? Aku baru pertama kali melihat pemikiran seperti ini. Apa ini?, yang digunakan sebagai jantungnya?."
"Itu reaktor fusi nuklir mini, bapak tau kan cara kerja matahari? kira-kira begitu."
"Baiklah, aku akan menyerahkannya kepada pak Jordan. Mungkin dia akan menghubungimu lagi nanti sore, jadi selalu siaga dengan ponselmu ya haha."
Saat sore tiba, Dhafin sudah menemui presiden secara langsung. Setelah dijelaskan panjang kali lebar olehnya, pak presiden sangat tertarik pada satu misil yang dibuatnya.
"Bisakah kau menjelaskan yang ini terlebih dahulu?." ucap presiden sambil mengalihkan gambar ke pemancar hologram.
"Bisa pak, ini adalah misil yang saya beri nama skymos. Misil ini ditanami chip yang sangat kuat dan cepat sehingga mampu mengatur manuver dengan sangat sempurna, bahkan dia bisa berbelok dengan tajam, berputar haluan secara tiba-tiba, dan masih banyak hal yang tidak pernah dilakukan oleh misil lain. Ukurannya kecil, jadi pasti akan mudah dibawa oleh pesawat tempur manapun. Saat sudah mengunci sasarannya, dia akan terus mengejarnya kemanapun dia pergi."
"Berapa kecepatannya?. Dan berapa juga jarak tempuhnya?."
"Kecepatan?, bapak tidak perlu meragukannya. Misil ini dapat melesat sampai mach 15, pesawat mana yang akan lari darinya?. Kalau jarak tempuh... Seperti yang sudah saya terangkan sebelumnya, benda ini ditenagai reaktor fusi nuklir. Dengan kata lain pergerakan benda ini hampir tidak terfikirkan oleh tentara manapun, dia dapat terbang selama berjam-jam."
__ADS_1
Presiden menghela nafas bangga dan mengatakan "Dhafin, pulau yang kusebutkan itu... Besok akan segera dibangun fasilitas untuk perusahaanmu, kamu sudah membuatku kagum seperti yang kau janjikan."
Presiden melanjutkan "Disana nanti kamu bisa membuat apapun, bahkan pesawat tempur!"
Dhafin dengan wajah girang lantar menyahur "Sungguh pak?!, baiklah pak. Saya akan bekerja sebaik mungkin!."
"Bekerja? perusahaan itu milikmu, akan ada pekerja yang bekerja disana nanti. Kamu hanya perlu memberi perintah!."
_____________________________________________
19 juni 2020...
Waktu berlalu begitu cepat, sekarang Dhafin sudah jauh dari kata miskin, amat sangat jauh!.
Usaha yang dikelolanya bersama pemerintah sudah sepenuhnya menjadi miliknya, perusahaan itu sudah banyak menciptakan inovasi dari mulai persenjataan, pengobatan, transportasi dan masih banyak lagi. Perusahaan itu bahkan sudah terkenal di seluruh dunia, banyak negara yang membeli produk dari perusahaan milik Dhafin yang dia namai 'Clear Inova'.
Bahkan pemasukan Dhafin masih ditambah dari Golden Wings Corporation peninggalan ayahnya, tidak diragukan lagi, kekayaannya saat ini mencapai triliunan bahkan ratusan triliun.
Saat dipasar dan dia melewati jalan sepi, Dhafin melihat ada sorang gadis berpakaian lusuh sedang diganggu preman sekitar pasar itu.
Dhafin segera menghampiri mereka dan hanya dalam waktu 1 detik dia melayangkan 1 tendangan ke masing-masing preman, tendangan Dhafin sangat kuat dan akurat menuju titik vital hingga membuat para preman pingsan dalam sekali tendang.
Dhafin segera maju ke depan untuk menanyakan kondisi gadis yang diganggu itu, belum sempat bertanya, gadis misterius itu sudah lari duluan. Dhafin melihat kearah plat alumunium yang mengkilap sebelum bicara "Ah, apa dia takut karna aku lupa pakai lensa kontak? pantas saja seisi pasar menatapi ku... haduh. Tapi kenapa aku merasa tidak asing dengan orang itu?."
Ya, gadis itu adalah orang yang menabraknya beberapa tahun lalu di taman hiburan roseline.
Akan tetapi Dhafin tidak terlalu mengingatnya, tapi ingatan Dhafin lagi-lagi seperti berusaha mengingat sesuatu setelah melihat kalung yang dipakai gadis itu. "Sudahlah, jangan terlalu difikirkan dasar otak!."
__ADS_1
Dhafin merasa sangat lelah, setelah sampai dirumah, dia akhirnya tertidur di sofa ruang tamu karna kelelahan.
Dhafin tiba-tiba bangun dengan wajah sangat terkejut, dia bermimpi tentang gadis kecil lagi, gadis yang asing baginya. Gadis kecil yang berpenampilan sangat menawan, Dhafin lagi-lagi tidak mengingat bahwa itu adalah Erina.
Untuk melepas stres berlebihan, Dhafin berencana ingin mengunjungi pabriknya dipulau selatan. Dhafin pergi menggunakan pesawat yang dirancangnya sendiri, pesawat itu membuat Dhafin sampai dengan cepat ke pulau selatan.
Pulau seluas 250 hektar itu sebagian besar masih kosong dan tidak ada apa-apa selain hutan "Sepertinya percuma aku pergi kesini, aku sudah sangat sering kesini dan tidak ada hal baru untuk dilihat. Bagaimana caraku melepas beban pikiran?."
Setelah melihat hutan yang sangat luas itu, Dhafin terpikir sesuatu dan segera menghubungi Jacob. "Ada apa Dhafin?."
"Jacob, bisakah kamu ke pulau ku sekarang?, aku memerlukan bantuanmu."
"Ah iya aku kesana."
"Oke, pesawatku akan menjemputmu secara otomatis dalam 15 menit."
Saat Jacob sampai, dia melihat sudah banyak orang terkumpul di lapangan pendaratan. Orang-orang berbaris dengan banyak senjata didepannya, terlihat senjata-senjata itu tidaklah asli.
"Ada apa ini?." tanya Jacob keheranan melihat semua berkumpul.
"Jacob kamu bisa memakai senjata?." tanya Dhafin sambil memeriksa senjata yang tergeletak disana. "Kurang lebih bisa, aku ikut wajib militer dulu."
"Kalau begitu lihatlah ini, ini semua adalah air soft gun. cara kerjanya sangat mirip dengan senjata asli.". Karna keheranan Jacob akhirnya bertanya lagi "Lalu, untuk apa semua ini?."
"Untuk mainlah, memangnya apa lagi?. Kita akan bermain perang-perangan." Dhafin melanjutkan "Aku sudah mengumpulkan orang-orang dipabrik yang mau ikutan, masing-masing tim akan berisi 50 orang ditambah kita jadi 51 setiap timnya."
Jacob menepuk jidat sebelum menjawab "Apa?, ternyata kamu memanggilku hanya untuk bermain permainan anak-anak."
__ADS_1
Dengan wajah sedikit kesal Dhafin menjawab "Mana ada anak-anak yang bermain seperti ini dasar." Dhafin melanjutkan dengan ekspresi mengejek "Apa kamu takut kalah dari anak kecil ini tuan Jacob hehe?."
Dhafin menambahkan lagi untuk memancing Jacob agar lebih kesal dan mengikuti permainannya "Apakah kamu terlalu tua untuk bergerak di medan hutan pak tua? hahaha."