Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
10


__ADS_3

Lukas menatap layar ponselnya menunggu apakah ada pesan atau telpon dari no baru. Yah karna sewaktu Lukas berada di halte ia memberanikan diri meminta nomer ponsel Indah, namun Indah menyangkal menyatakan jika dirinya tidak menghafal nomer ponsel dan bilang jika ponselnya tertinggal di rumah. Terpaksa Lukas pasrah dan memberikan nomer ponselnya dengan menulis di atas kertas.


"Bagaimana caraku menemuimu, sedangkan aku tidak tahu di mana alamatmu." Gumam Lukas sambil menatap layar ponselnya.


Lalu Lukas menghubungi Rizal meminta Rizal mencari tahu tentang Indah.


"Sebentar lagi, aku akan mengetahui tentang dirimu."


Lukas tersenyum membayangkan wajah lucu Indah yang mengomel di pinggir jalan tadi.


Mungkinkah ini cinta pada pandangan pertama? Benar kata orang jika cinta dari mata lalu turun ke hati, dan Lukas terpesona pada Indah saat pertama kali bertemu. Mungkinkah kali ini cinta Lukas akan berhasil? Mengingat dirinya sudah dua kali patah hati karna teman nya yang kini menjadi musuhnya sudah dua kali merebut kekasih yang ia cintai.


...........


"Selamat pagi Tuan." Sapa Rizal saat dirinya membuka pintu mobil untuk Lukas.


"Bagaimana apa kau sudah dapat info tentang Indah?" Tanya Lukas saat dirinya telah duduk di dalam mobil.


"Sudah Tuan." Jawab Rizal lalu mengirim data ke Lukas tetang Indah. "Dia gadis yang baik Tuan, aku rasa dia sangat pantas untuk Tuan."


Lukas tersenyum melihat foto Indah dan membaca informasi tentang Indah. "Secara perlahan aku akan meluluhkan hati mu dan membuatmu jatuh cinta padaku." Batin Lukas.


Rizal hanya bisa tersenyum memandang Tuan nya yang juga tersenyum menatap layar ponselnya. Dalam hati Rizal berkata semoga ini gadis yang terakhir untuk Tuan nya, semoga kali ini gadis ini adalah gadis yang tidak mementingkan harta, dan semoga gadis ini gadis yang akan setia mendampingi Tuannya.


Rizal hafal betul dengan Lukas, semenjak kekasih Lukas selingkuh. Lukas tak lagi membuka hatinya pada wanita siapapun yang mendekatinya. Lukas menjadi dingin pada setiap wanita. Padahal sudah banyak wanita yang mencoba merayu, dan bahkan rela membuka kedua kakinya lebar-lebar pada Lukas, namun Lukas tetap saja tidak mau.


___________


"Apa yang kau lakukan di kamarku?" Teriak Azka kaget melihat Indah berada di dalam kamarnya.


"Justru kau yang membuatku kaget." Balas Indah,


Yah pagi ini Indah datang berkunjug ke rumah Azka karna tadi malam Bunda Azka menelpon memberi kabar bahwa Indah harus datang pagi sekali untuk melakukan fitting baju persiapan pernikahannya yang akan di adakan seminggu lagi. Awalnya Indah menolak, karna tidak mungkin ia datang bertamu pagi sekali namun Bunda Azka terus meminta dan terpaksa Indah menginyakan.


Dan jujur Indah juga tidak terima dengan permintaan Bunda yang meminta nya untuk masuk kedalam kamar Azka, namun Indah tidak bisa menolak karna Bunda Azka terus mendorong Indah dan menutup pintu dari luar.


"Aku?" Tunjuk Azka pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Azka berfikir mungkinkah ia bermimpi sedang mandi dan berada di dalam kamar Indah?


Lalu Azka menatap sekeliling, benar! Ini kamarnya bukan kamar Indah. Azka lalu mendekat ke arah Indah. Indah berjalan mundur sambil menelan saliva nya secara kasar menatap tubuh Azka yang hanya berbalut handuk sepinggang.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya nya


"Karna-," Indah tidak meneruskan ucapannya. Karna kini badannya sudah tidak bisa berjalan mundur lagi karna sudah menabrak tembok.


Azka mendekatkan wajah nya kearah wajah Indah. Spontan Indah menutup matanya.


Pletak. Azka menyentil kening Indah.


"Jangan berharap aku menyentuhmu, karna aku tidak sudi sama sekali."


Indah membuka matanya lalu mengelus jidatnya yang terasa perih.


"Keluar!" Titahnya dengan suara tegas.


"Tidak!" Balas Indah lalu berjalan menuju lemari pakaian. Indah membuka lalu mengeluarkan setelan kemeja beserta jas milik Azka. Dalam hati Indah termenguh melihat semua baju milik Azka yang jika Indah hitung dengan nominal uang mungkin tak dapat Indah hitung berapa jumlahnya.


"Hey!" Azka menarik dengan keras tangan Indah agar Indah berhenti membuka isi lemarinya.


"Sayang?" Azka menaut kan satu alisnya menatap Indah penuh dengan tanda tanya besar..


Indah memberika kode kepada Azka agar ia berbalik dan melihat ke arah pintu. Azka yang mulai paham dengan kode Indah, langsung menoleh.


"Bunda-," Azka tersenyum melihat Bundanya yang kini sudah berdiri di dalam kamar Azka.


Dengan spontan tangan kiri Azka menarik pundak Indah membuat Indah langsung berdiri tepat di samping Azka. Kini mereka berdua berdiri bersampingan dengan posisi tangan Azka memeluk pinggang Indah.


Lagi-lagi Indah menelan salivanya secara kasar, karna baru kali ini ia berdekatan dengan seorang pria, dengan pria yang bertela-njang dada.


"Bunda sayang bahagia melihat kalian berdua sangat mesrah." Puji Bunda sambil berjalan mendekati Azka dan juga Indah. "Bunda berdoa semoga kalian kelak menjadi pasangan yang samawa, dan hanya maut yang memisahkan" ucapnya.


"Tentu Bunda." Jawab Indah dengan senyum. "Ouh iya sayang, ayo pakai bajunya." Pintanya sambil tersenyum dalam hati. Karna sengaja memilihkan baju yang tidak sesuai dengan warna kesukaan Azka.


"Awas kau!" Bisik Azka pada Indah.

__ADS_1


"Mesrah sekali." Kagum Bunda.


"Iya Bunda kami memang sangat mesrah. Dan Azka juga sangat baik selalu menuruti semua keinginan ku." Ucap Indah lalu melirik ke arah Azka. "Iya kan sayang?"


"I-iya"


"Aku memang miskin tidak memiliki siapa-siapa kecuali sahabatku. Dan tidak ada yang bisa ku andalkan kecuali diriku sendiri. Dan aku! Tidak ingin terbawa arus dengan pernikahan kontrak ini." Batin Indah lalu berjalan bersama Bunda Azka keluar dari dalam kamar.


..........


"Bunda sangat bahagia karna sebentar lagi kalian akan menikah. Bunda akhirnya bisa memiliki anak perempuan."


Azka hanya terdiam mendegar kedua wanita yang ada di hadapan nya saling bercengkrama dan sesekali tertawa.


"Bunda mu terlihat sangat senang dengan Indah." Ucap Ayah Azka.


"Ya."


"Ayah harap kau bisa menjaga Indah dengan baik. Karna ayah lihat dia wanita yang sangat baik."


Azka terdiam tak menjawab ucapan ayahnya.


"Ayah yakin, sebentar lagi Bunda mu pasti akan membawa Indah dan memperkenalkan nya pada seluruh teman-temannya."


"Ya" jawab Azka sambil terus menatap Indah dengan tajam.


"Jangan pernah permainkan perasaan wanita, kelak jadilah sosok suami yang bertanggung jawab. Dan jangan sesekali mencoba bermain kasar dengan istrimu."


Azka lagi-lagi terdiam.


"Apa kau mencintai Indah?" Tanya sang ayah


Azka menoleh saat mendengar pertanyaan ayahnya.


"Tidak usah di jawab. Ayah sudah tahu jawabannya."


"Pesan ayah, jangan pernah mencoba bermain api jika tidak bisa memadamkannya, karna kelak kau akan terbakar dengan api yang kau buat sendiri."

__ADS_1


"Maksud ayah?" Tanya Azka namun sang ayah sudah berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh.


"Ayah harap kau bisa mengerti dengan ucapan ayah." Batin Ayah Azka.


__ADS_2