
Setelah beberapa hari liburan kini Azka, Indah dan juga Grace pulang. Tapi bagi Indah ini bukan lah liburan yang sesungguhnya melainkan ini adalah neraka. Yah, karena di sana ada setan yang menjelma menjadi malaikat, siapa lagi jika bukan Grace. Grace yang memiliki wajah cantik bagaikan malaikat namun sifatnya sangat lah seperti setan. Jika di depan Azka Grace selalu saja baik, lembut dan sangat sopan. Tapi jika di depan Indah, Grace malah justru menjadi sebaliknya. Itulah mengapa Indah memberikan nama pada Grace jelmaan setan berwujud malaikat.
Dan saat mobil yang mereka tumpangi telah berada di basement apartemen Grace. Indah langsung meraih heatset yang berada di dalam tasnya, untuk menutup kuping nya dan mendengarkan musik secara kencang agar tidak mendengar ucapan dari kedua insan yang saling mencintai di bangku belakang. Indah juga menutup matanya karena tidak ingin menodai matanya dengan melihat kedua orang yang duduk di belakang melakukan hal yang tidak-tidak saat mereka berpisah.
Indah tidak habis pikir, apa mereka tidak bosan? Bukan kah setiap hari mereka melakukan hal itu, berciuman lalu kenapa sekarang mereka berciuman lagi apa mereka tidak melihat di mobil ini ada orang lain. Ada Indah dan juga supir yang duduk di bangku depan. Dan memang benar kata orang jatuh cinta bagaikan dunia milik berdua. Yang lain hanya ngontrak. Dan terbukti hari ini.
"Jalan" Titah Azka saat Grace sudah turun dari mobil.
Dan setelah beberapa saat kini mobil yang mereka tumpangi telah sampai ke halaman rumah orang tua Azka. Azka tidak sabar ingin bertemu dengan orang tuanya dan mengutarakan semua keinginan nya yang sudah ia pikirkan semenjak liburan kemarin.
Bundah dengan senyum mengembang berdidi di depan pintu menunggu mereka, namun sesaat senyum itu hilang berganti dengan wajah yang penuh tanda tanya saat melihat Azka dan juga Indah turun dari mobil dengan pintu mobil yang terbuka secara bersamaan. Indah turun dari depan dan Azka dari belakang.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Bunda sambil menatap keduanya secara bergantian dan penuh selidik.
"Bunda, Azka sebel sama Indah." Kata Azka sambil memeluk Bundanya. "Dia tidak memberikan aku jatah Bunda. Jadi bagaimana cucuk Bunda bisa lahir kalau seperti ini." Azka tersenyum setidaknya ia bisa membuat Bunda nya menegur dan mungkin sampai memarahi Indah.
"Apa benar begitu Nak?" Tanya Bunda sambil menatap Indah.
"Bunda, Azka yang salah. Masa ia minta terus tanpa ada jeda. Kan kalau begitu cucuk Bunda susah jadi."
Bukkkhhhh, Bunda memukul lengan Azka dengan sangat keras. "Bo-doh. Tidak boleh seperti itu. Itu sama halnya kamu membuat Indah lelah, dan cucuk Bunda tidak bisa jadi." Bunda terus memukul Azka.
"Iya bun."
__ADS_1
Indah melangkah pergi dengan tawa karena berhasil melawan Azka yang ingin menjatuhkannya di depan Bunda.
"Apa kau bahagia Nak?" Tanya Ayah Azka, hingga membuat Indah menghentikan langkahnya.
"A-ayah."
"Ayah harap kau bisa bahagia Nak"
.........
Indah terus menatap layar ponselnya, tidak seperti biasanya. Semenjak Indah pergi bulan madu, Lukas tidak lagi menghubunginya. Padahal sebelum nya Lukas terus mengirimi Indah pesan dan bahkan sesekali menelpon Indah jika ada hal yang sangat penting ingin Lukas bahas. Tapi sampe sekarang tidak ada sama sekali. Membuat Indah bertanya sendiri dengan dirinya, ada apa dengan Lukas? kenapa dia seperti ini? Mungkin kah Lukas menjauh darinya. Tapi mereka sudah menjadi teman, dan menurut Indah, ia juga tak punya salah hingga membuat Lukas menjauh..
__ADS_1
Bab berikutnya bakalan masuk ke cerita inti. Jadi tetap stay yahh. jgn lupa like komen dan juga masukkan daftar fav kalian..
salam sayang dari autorπ₯°π₯°πππ