
Setelah mendapatkan restu dari Bunda nya, kini Azka membawa Indah kerumah yang baru saja ia beli untuk tempatnya menetap selama masa kontrak mereka usai. Awalnya sang Bunda tidak setuju sama sekali, namum Azka terus memberikan alasan pada Bunda nya agar bisa mendapatkan izin. Dan pada sang ayah, entah kenapa Ayah Azka selalu saja diam, semenjak kepulangan Azka dan juga Indah dari berbulan madu, Ayah Azka lebih memilih diam dan menghindar dari Azka. Namun lebih memilih memerhatikan Indah. Bahkan ayah Azka selalu saja bertanya pada sang menantu, apakah dia bagaia dengan hidupnya sekaran, dan Indah selalu saja menjawab Ia. Meski sebenarnya tidak demekian, karena hati Indah selalu terasa sakit saat melihat kemesraan Azka dan juga Grace.
"Kenapa kau ikut?" tanya Azka berhenti tepat di depan pintu kamarnya.
"Aku ingin masuk ke kamar utama."
"Jangan pernah bermimpi!" Azka mendorong pundak Indah. "Ini kamar ku dan juga akan menjadi kamar Grace. Kau tidurlah di kamae tamu saja." Kata Azka lalu memutar knop pintu. "Dan satu lagi tidak usah berpura-pura lagi di sini, karena sudah tidak ada bunda dan ayah di sini."
"Maksud mu?" Tanya Indah namum Azka sudah masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan sangat kasar membuat Indah kaget dan emngusap lembut da-da nya.
"Manusia aneh!" kata Indah dengan suara yang sangat kerasnya.
........
"Perkenalkan Tuan saya Dimas. Dan mulai hari ini saya akan menjadi asisten Tuan." Dimas memperkenalkan diri pada Azka.
"Oke."
"Kalau begitu saya permisi Tuan, dan jika Tuan butuh sesuatu panggil saya Tuan." Dimas membungkukkan badannya sesaat lalu keluar dari ruangan Azka.
Setelah keluar daru ruangan Azka, dimqa menjawab telpon dari seseorang yang tak lain adalah Ayah Azka. Yah, ayahnya sengaja memberikan orang kepercayaannya pada Azka agar bisa memberitahukan tentang apa yang Azka lakukan dan kerjakan. Sejujurnya ayahnya mulai curiga pada Azka yang menikahi Indah secara tiba-tiba. Bukan karena Ayah Azka tidak ingin memberikan perusahaannya pada sang anak, tapi Ayah Azka tidak ingin jika Azka mengambil Indah sebagai istri untuk di jadikan alasan semata agar dirinya bisa mendapatkan warisan perusahaan dari ayahnya.
"Baik Tuan, saya akan melaporkan setiap ada kejadian." Ucap Dimas.
__ADS_1
Sementara Lukas, ia geram karena mendapat kabar dari Rizal jika Indah tidak memiliki hubungan keluarga dengan Indah. Dan mereka liburan saat itu bersama dengan Grace, mantan kekasihnya. Dan Grace pun tidak ada hubungan keluarga sama sekali dengan Indah. Lukas berfikir apa kah Indah wanita yang di bayar oleh Azka.
Lukas tersadar dari lamunan nya saat ponselnya berdering. Tertera no Indah di sana, namun Lukas tak menjawab. Ia justru meletakkan ponselnya di atas meja. Sampai ponsel itu berhenti berdering. Namun selanjutnya terdengar nada pesan, Lukas langsung melihat, dan membaca isi pesan yang Indah kirimkan.
"Apa aku punya salah? Jika ia, aku minta maaf, dan tolong jelaskan dimana kesalahanku dan jangan menghindariku seperti ini. Jadi tolong balas pesanku."
"Tidak ada." Balas Lukas singkat membuat Indah langsung menghubungi Lukas.
Terpakasa Lukas menjawab telpon dari Indah.
Banyak sekali yang Indah tanya kanpada Lukas salah satunya kenapa Lukas menghindarinya, padahal Lukas sudah berjanji akan menjadi temannya. dan akan siap mendengarkan segala ceritanya. Lukas hanya diam mendengar Indah yang terus mengomel, dan ujung bibir lukas naik membuat seutas senyum tipis,. Sebenarnya Lukas sangat merindukan Indah, namun rindu itu ia bendung dan buang jauh-jauh. Lukas tidak ingin merasakan sakit hati lagi untuk yang ketiga kalinya, maka dari itu sebelum merasa sakit, lebih baik ia dengan cepat menjaga hatinya dengan cara menghidari Indah.
Namun Indah mengajak Lukas untuk bertemu hari ini, karena ada hal yang akan Indah ceritakan lada Lukas. Lukas menginyakan dan segerah bersiap-siap untuk bertemu dengan Indah.
Lalu saat Lukas hendak pergi, Rizal datang menghampiri.
"Iya, ada apa."
"Aku sudah mendapat kabar tentang Indah dan Azka."
"Apa itu?"
Dan akhrinya Rizal menceritakan kebenaran yang ia dapat dari seorang informan. Bahwa Indah menikah dengan Azka hanya karena uang. Lukas yang awalnya tersenyum dan bahagia dia ajak bertemu langsung mengepalkan kedua tangannya. Ia menjadi marah, karena untuk ketiga kali nya ia berkenalan dengan gadis yang hanya mementingkan materi dari pada cinta.
__ADS_1
Dengan emosi, Lukas melangkahnua kaki nya menuju mobil yang sudah terparkir rapi di depan perusahaannya. Lukas bahkan menolak ingin di antar oleh Rizal. Kali ini Lukas mengendarai mobilnya sendiri. Lukas menggenggam stir mobil dengan sangat keras karena merasa marah.
Dan setelah beberapa menit mobil yang Lukas kendarai telah tiba di cafe. Indah yang berada di dalam duduk tepat di dekat dinding kaca yang langsung menghadap keluar parkiran. Indah tersenyum saat melihat Lukas turun dari mobilnya. Sedangkan Lukas, tidak membalas senyum Indah, padahal jelas sekali wajah mereka saling bertemu.
"Ada apa dengan Lukas? Apa dia marah?" Tanya Indah pada dirinya sendiri.
Indah berdiri dengan senyum di wajahnya saat Lukas datang berjalan menghampirinya.
"Bagaimana kabar-," ucapan Indah terhenti kala Lukas melemparkan sejumlah uang di hadapan Indah.
"Berapa bayaranmu semalam?"
"Apa maksudmu?" tanya Indah dengan air mata yang mulai jatuh.
"Berapa bayaranmu melayani Azka semalam?"
Plaaakkkkk. Indah menampar wajah Lukas dengan sangat kerasnya. Lalu menghapus iar matanya di pipi mulusnya yang mulai jatuh tanpa henti. Indah tak habis pikir dengan Lukas. Kenapa Lukas bisa menudunya seperti ini. Kenapa Lukas sampai berpikir jika dia wanita bayaran yang Azka bayar.
"Aku kira kau teman ku, tapi ternyata aku salah,"
"Justru aku salah yang mengira kau wanita baik, namun ternyata kau hanya wanita yang mementingkan harta, dengan menjual tubuh."
Tangan Indah kembali melanyang, ingin menampar Lukas namun Lukas menahan tangan Indah. "Tangan kotormu tidak pantas untuk menyentuhku"
__ADS_1
Lukas menyentakkan tangan Indah dengan kasar.
"Jangan menuduhku tanpa bukti. Dan mulai hari ini aku tidak ingin menjadi teman mu." Kata Indah sambil berlari keluar dari cafe dengan air mata yang masih jatuh membasahi pipinya.