
"Aku jatuh cinta, sejatuh jatuhnya dengan dia. Dia yang sama sekali tak mampu aku gapai untuk aku miliki, karena telah menjadi milik seseorang. Kenapa aku harus memilihnya? Kenapa mesti dia orang nya? Kenapa bukan Lukas, pria yang selalu ada untukku,. Kenapa? Hatiku, kapan kamu akan berpaling. Jangan seperti ini, merasa sakit sendiri dengan mencintai tanpa di cintai. Please, come on heart, jangan jatuh terus ke hati yang tidak bisa untuk kamu miliki."
Indah memukul mukul dada kirinya, karena merasa di khianati oleh hatinya sendiri. Sungguh jatuh cinta pada orang yang salah akan membawakan hati pada kesakitan yang tak berujung.
Indah mengusap air matanya, lalu meraih ponsel yang berada di dalam tas, lalu menghubungi ayah mertuanya, setelah beberapa menit berbicara akhirnya Indah bersiap-siap untuk bertemu dengan ayah mertua.
....
Hari ini, entah kenapa Azka merasakan mual, padahal sebelum nya tidak sama sekali. Dan bahkan Azka saat ini ingin sekali memakan mie rebus buatan Indah yang pernah ia makan malam itu.
Azka berjalan mondar mandi, dan Grace yang berada di situ terus memperhatikan Azka yang terlihat gelisah
"Ada apa sayang? Apa ada masalah?" Tanya Grace sambil menghampiri Azka.
"Tidak apa sayang, hanya saja aku merasa mual dan sedikit lapar." Kata Azka lalu mengusap pundak Grace agar tidak khawatir kepadanya
"Mau makan apa? Mau aku pesan kan makanan?" Tanya Grace.
__ADS_1
"Hhmmm, bisa ngak sayang kamu biatin aku mie rebus?" Pinta Azka.
"Mie rebus?" Ulang Grace dan Azka menganggukkan kepalanya, "tentu bisa kalau hanya itu." Kata Grace lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, membuatkan mie rebus untuk Azka.
Beberapa saat kemudian.
Azka yang sudah menunggu di meja makan, menatap mie rebus yang Grace hidangkan di hadapannya. Dari bentuk dan aroma, Azka sudah tidak berselera sama sekali. Jelas sekali sangat berbeda dengan buatan Indah.
"Kenapa hanya di lihat sayang? Ayo di makan." Kata Grace sambil mengambil mie dan ingin menyuapkan nya ke mulut Azka. "Aaaa, buka mulut" pinta Grace.
Bukan nya membuka mulut, Azka malah menutup mulutnya dengan tangannya. Lalu berlari menuju wastafel,
"Sayang maaf aku tidak bisa membantumu." Ucap Grace lalu meninggalkan Azka sendirian yang masih duduk karena lemas.
Dan Indah yang kebetulan keluar dari kamar hendak pergi keluar bertemu dengan sang ayah mertua. Namun Indah kaget melihat Azka yang terlihat lemas dengan wajah yang pucat.
"Azka.." Panggil Indah sambil menghampiri Azka.
__ADS_1
"Biar aku bantu." Ucap Indah lalu memindahkan Azka ke sofa.
"Kamu kenapa Az?" Tanya Indah sambil menempelkan telapak tangannya di kening Azka lalu beralih menempelkan telapak tangannya di keningnya. "Tidak panas." Ucap Indah.
"Az kamu bisa dengar aku kan?" Tanya Indah dan Azka menganggukkan kepalanya.
Indah yang melihat baju Azka kotor, langsung membuka baju Azka secara perlahan, dan Indah mengambil kain basah membersihkan dada Azka yang terdapat sisa muntah tadi. Setelah selesai, Indah mengusap minya kayu putih dan mengambil selimut di dalam kamarnya dan menyelimuti Azka yang kinu berbaring di sofa.
Setelah semuanya beres, dan Indah merasa Azka sudah baik baik saja. Indah langsung berdiri. Namun Azka menarik tangan Indah membuat Indah kembali duduk di samping sofa.
"Mau kemana?" Tanya Azka dengan lemasnya.
"Aku mau keluar." Jawab Indah.
"Temani aku sebentar saja. Sampai aku tidur." Pinta Azka lalu menutup matanya.
Indah tidak me jawab, ia hanya menatap wajah Azka yang sangat damai dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
"Andai, andai wajah ini bisa melihatku sedikit saja. Andai!" Batin Indah