Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
55


__ADS_3

Sebulan berlalu. Setiap hari tak henti-hentinya Azka datang berkunjung ke cafe milik Dian, hanya sekedar ingin mencari tahu di mana keberadaan Indah saat ini, namun tetap saja Azka tidak menemukan apa pun. Karena Dian tetap tidak memberitahukan apa pun tentang Indah kepada Azka.


Kini penampilan Azka sudah tidak seperti dulu lagi. Azka selalu keluar saat pagi-pagi buta dan pulang saat sudah larut, hanya untuk mencari keberadaan Indah.


"Azka.. Sampai kapan kau mau seperti ini?" tagur Grace saat melihat Azka yang baru saja pulang.


Azka terdiam, ia terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya. Grace terus mengikuti Azka.


"Azka. Sampai kapan? Apa kau tidak kasihan pada Gisella?" tanya Grace membuat Azka berhenti melangkah.


Azka langsung menoleh ke arah Grace.


"Tidak usah banyak bicara. Harusnya kamu bersyukur karena masih aku tampung di rumah ini."


"Tapi Azka.."


"Apa?" Azka maju melangkah mendekati Grace. "Ingat, kau di sini hanya sebagai ibu dari Gisella, tidak lebih. Dan jangan berani-berani mengatur hidupku."

__ADS_1


"Azka bagaimana pun aku ini istrimu. Jadi aku akan..


Plakkkkk. Azka menampar Grace dengan sangat keras.


"Kau sudah aku talak. Jadi tidak usah sok mengatur diriku."


Setelah berkata seperti itu Azka kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar.


Grace mengepalkan kedua tangannya menahan emosi yang kiam mulai membuncah,. Semenjak ketahuan jika Gisellla bukan anak kandung dari Azka. Grace di izinkan tinggal di rumah ini, hanya sebagai ibu dari Gisella, tidak sebagai istri. Jadi sudah lebih dari sebulan lamanya, Grace sudah tidak pernah lagi tidur di kamar utama. Grace selalu tidur di kamae tamu, atau di kamae milik Gisella.


Dan jika bukan karena Gisella mungkim sudah sejak lama Azka membuang Grace. Namun Azka tidak ingin, karena merasa bahwa Gisella butuh sosok ibu yang mendampigi masa tumbuh kembangnya.


"Aku menyesal Indah, aku menyesal. Kembali lah Indah, kembali lah. Aku janji akan membuatmy bahagia. Aku janji itu Indah." tanpa terasa buliran aur mata keluar jatuh membasahi pipi Azka.


Kerinduan yang amat mendalam pada wanita yang dulu sempat mengisi hatinya, namun ego mampu membuatnya membuang perasaan itu, dan karena sifat kerasnya mampu membuat wanita yang baik pergi dari dalam kehidupannya.


"Aku menyesal Indah, hikkkssss, hikkkksss.." Azka menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


Penyesalan hanya tinggal penyesalan saja. Kini Azka hidup dengan rasa bersalah tanpa bisa meminta maaf karena tidak menemukan sama sekali wanita yang ia sakiti.





Lukas benar-benar bisa menjaga dan berhasil menyembunyikan Indah sampai Azka tidak bisa menemukan Indah.


Lukas sangat-sangat mencintai Indah dan tidak ingin lagi melihat air mata jatuh dari pelupuk mata Indah. Lukas sangat menjaga cinta nya, menjaga anaknya walau bukan anak kandungnya, tapi bagi Lukas, apa yang Indah miliki adalah miliknya juga, yang harus ia jaga dengan sepenuhnya hati dan penuh dengan cinta.


Karena cinta tidak hanya bisa di katakan saja lewat bibir. Melainkan cinta butuh pembuktian, bukti yang nyata dengan menerima kekurangan menjadi kelebihan dengan memahami satu sama lainnya. Dan dengan saling mengasihi.


"Apa semua sudah siap sayang?" tanya Lukas saat melihat Indah mengemasi barang-barangnya


"Iya."

__ADS_1


"Kau yakin akan kembali ke kota itu?" tanya Lukas


"iya" jawab Indah menganggukkan kepalanya.


__ADS_2