Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
31


__ADS_3

Dan setelah semuanya beres, Indah lantas melangkah masuk kedalam kamar, namun Azka datang menahan tangannya.


"Ada apa?" Tanya Indah sambil menoleh kearah Azka.


"Kemana saja kamu setiap hari?"


"Aku mau kemana itu bukan urusanmu. Lepaskan."


"Kemana?" Bentak Azka.


"Kemana pun aku mau pergi itu bukan urusan mu" balas Indah tak mau kalah dari Azka


Plak.. Satu tamparan mendarat dipipi Indah


"Apa kamu menjual diri di pria brengsek itu? Katakan! Berapa yang di bayar oleh pria brengsek itu!?"


"Lukas, setidaknya dia bukan pria yang tega bermain dua wanita sekaligus." Ucap Indah sambil memegang pipinya dan kemudian masuk kedalam kamar menutup pintu dengan sangat kerasnya.


"Kamu cemburu?" Teriak Azka dari balik pintu. "Apa kamu cemburu melihat ku dengan Grace?"


"Iya aku cemburu, sangat cemburu. Aku jatuh cinta padamu, tapi kamu tidak pernah melihat ku, jangan kan untuk melihat, melirikku saja tidak." Gumam Indah sambil duduk bersandar di pintu kamar dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"Kenapa hati. Kenapa kamu jatuh ke hati yang sudah memiliki hati yang lain. Kenapa?" Tanya Indah dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Harus sampai kapan aku menunggu hatimu, agar mau melirik hatiku. Melihatku disini yang sedang menunggumu"


"Ada apa sayang? Kenapa kamu berdiri di depan pintu itu?" Tanya Grace


"Oh ini, tidak apa." Jawab Azka lalu berlalu dari sana.


"Ada apa dengan Indah? Apa benar dia cemburu? Tidak mungkin dia cemburu." Batin Azka.


"Ada apa dengan mereka berdua?" Gumam Grace, "Azka hanya menjadi milikku tidak akan aku biarkan Indah merebutnya." Ucap Grace.


Tok tok tok. Grace mengetok pintu kamar Indah dengan sangat keras dan memutar knop pintu.


"Indah buka!" kata Grace berulang kali,


"Ada apa?" tanya Indah dari dalam.


"Ada apa,?" tanya Indah setelah pintu kamar terbuka.


"Ada apa antara kamu dengan Azka? tanya balik Grace.


"Aku dan Azka? spertinya kamu sudah tahu itu."


"Kuperingatkan padamu, Azka hanya akan menjadi milikku seorang. Dan kau! jangan berani merebutnya dariku, jika kau berani maka-,

__ADS_1


"Maka apa?" tantang Indah. "Apa? Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan membunuhmu." Ancam Grace dan berlalu dari sana.


"Tanpa kau bilang, kalian sudah membunuhku secara perlahan." Gumam Indah.


..........


"Aku ingin menggugurkan bayi ini." Kata Grace pada dokter yang telah memeriksa kandungannya.


"Tapi Bu. Kami dari pihak rumah sakit ini, melarang keras untuk aborsi." Kata dokter menolak keinginan Grace.


"Berapapun akan aku bayar. Cepat katakan berapa yang dokter butuhkan." Grace membuka dompet nya.


"Silahkan anda keluar, saya tidak butuh uang anda." Tolak dokter tersebut.


"Sial." Rutuk Grace sambil berjalan menyentakkan kakinya ke lantai.


"Kenapa juga aku harus hamil dalam keadaan seperti ini." Gumam nya, aku harus mencari tempat agar bayi ini bisa aku gugurkan." Batin Grace.


Setelah berangkat bekerja, Azka menghubungi Bunda nya dan memberitahukan tentang Grace yang mual di pagi hari, mendengar Azka berkata seperti itu, Bunda Azka merasa sangat bahagia. Akhir penantian nya akhirnya membawakan hasil yang sangat ia tunggu selama ini.


"Istrimu hamil Nak." Ucap Bunda dengan sangat bahagia.

__ADS_1


"Tidak Bunda. Grace tidak hamil, dia hanya masuk angin dan butuh istirahat."


"Nanti Bunda akan kerumah kalian dan akan memeriksa jika apa yang Bunda katakan adalah benar."


__ADS_2