Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
34


__ADS_3

"Andai, andai wajah ini bisa melihatku sedikit saja. Andai!" Batin Indah


Indah lalu meraih ponselnya yang berada di dalam tas lalu mengirim pesan kepada ayah mertuanya meminta maaf karena malam inu tidak bisa bertemu karena sedang menemani Azka yang sedang tertidur.


Ayah Azka yang membaca isi pesan tersebut tersenyum bahagia. Ia pikir mungkin Indah dan juga Azka sudah bisa saling menerima satu sama lainnya


"Semoga ini awal dari kebaikan mereka berdua." Ucap Ayah Azka.


Ayah Azka memutuskan kembali pulang setelah sudah beberapa saat menunggu Indah di tempat mereka janjian. Hampir saja ayah Azka putus asa saat mendengar curhatan Indah saat mereka telponan tadi. Ayah Azka sudah berfikir mungkin kah ini saatnya ia harus kehilangan menantu yang begitu baik. Namun kabar baik Ayah Azka dapatkan saat Indah mengirim pesan tadi.


...


Azka membuka matanya secara perlahan dan mendapati Indah yang kini sedang tertidur dengan posisi duduk di samping sofa, dengan kepala yang bersandar di lengan miliknya. Melihat Indah seperti itu, spontan tangan satu Azka mengusap rambut Indah dengan sangat lembut, senyum mengembang di wajah Azka saat melihat Indah yang tidur terlelap. Hingga Azka bangun secara perlahan dan membawa Indah kedalam kamar.

__ADS_1


Di baringkan tubuh Indah secara perlahan lalu menyelimutin tubuh Indah dengan selimut.


"Mimpi Indah." Kata Azka dan spontan mengecup kening Indah dan segerah keluar dari kamar dengan senyum dan hati yang berdebar.


Entah kenapa dekat dengan Indah membawa kenyamanan, dan tidak ada perasaan mual sama sekali yang ia rasakan.


"Ada apa dengan ku." Gumam Azka sambil memegang dadanya.


Perasaan aman nyaman di rasakan oleh Azka hingga ia tidur dengan sangat nyenyak.


Pagi hari menjelang, Indah bangun dan betapa kagetnya melihat Azka yang kini masih tertidur pulang. Lalu Indah kembali mengingat ingat tentang kejadian semalam, saat Azka menahan lengannya memintanya untuk menemani Azka.


Indah tersenyum, lalu Indah sadar jika tadi malam Azka tidur di sofa, lalu kenapa sekarang di tempat tidur? Indah langsung menatap sekeliling dan betapa kagetnya Indah saat menyadari jika saat ini ia berbaring satu tempat tidur dengan Azka.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" Batin Indah


Lalu Indah langsung kembali menutup matanya saat menyadari Azka yang bergerak di sampingnya. Azka memeluk tubuh Indah dengan begitu erat membuat jantung Indah berdetak sangat kencang.


"Stop berdetak. Jangan keras! Jangan buat aku malu." Batin Indah sambil menutup matanya.


Azka membuka mata secara perlahan, lalu menyibak rambut Indah membawanya kebelakang telinga.


"Kenapa akhir akhir ini aku begitu nyaman dengan mu" gumam Azka yang masig dapat Indah dengarkan.


Lagi-lagi jantung Indah berdetak bahkan lebih kencang dari sebelumnya membuat indah grogi, namun Indah harus berpura pura tidur.


Azka langsung mengecup singkat bibir Indah membuat Indah membuka mata, dan menatap Azka yang kini ada di hadapannya. Mata mereka berdua saling bertemu, baik Indah dan juga Azka, keduanya saling terdiam memandang satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2