
"Indah, aku minta maaf. Dan please dengar penjelasanku dulu." Teriak Lukas.
"Jangan teriak di sini. Kau bisa membuat pelanggan ku kabur." Marah Dian
"Indah, please maafkan aku." Kata Lukas lagi
Dian lalu masuk kedalam dapur dan mengunci pintu dari dalam.
"Siapa dia? Kenapa dia meminta maaf?" Tanya Dian pada Indah.
"Bukan siapa-siapa."
"Kalau bukan siapa-siapa, kenapa kau sembunyi? Sana temui dia."
"Dian-,"
"Sekarang mau cerita?"
Indah menggelengkan kepalanya, ia belum bisa cerita tentang masalah apa yang ia hadapi selama seminggu lebih ini.
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu sampai kau siap cerira denganku."
"Makasih Di."
"Lalu bagaimana dengan pria yang diluar itu."
"Tunggu sebentar," Indah menarik nafas lalu menghembuskannya secara perlahan. "Baiklah aku akan menemuinya." Indah
"Indah, maafkan aku." Ucap Lukas saat Indah membuka pintu.
__ADS_1
Indah menatap sekeliling cafe, dan ada banyak sekali pelanggan.
"Kita bicara di luar saja. Disini banyak orang"
"Baiklah."
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, kini Indah dan Lukas telah sampai di taman. Indah langsung duduk di kursi taman, dan Lukas pun ikut duduk tepat di samping Lukas.
"Maafkan aku." Ucap Lukas.
"Kenapa? Kenapa kau menuduhku seperti itu?" tanya Indah dengan menatap ke depan tanpa menatap Lukas sedikit pun.
"Jujur aku mencari tahu tentang dirimu, dan asistenku salah mendapatkan informasi. Jadi aku-,"
Indah memotong ucapan Lukas,
Lalu Lukas menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tentang dirinya yang tidak percaya lagi dengan wanita semenjak dua kali di tinggal pergi demi laki-laki yang lebih dia atas dirinya. Namun Lukas tidak menceritakan kepada Indah siapa laki-laki tersebut, karena Lukas tidak ingin Indah mengetahuinya.
"Maafkan aku Indah." Kata Lukas lagi setelah menjelaskan semuanya pada Indah.
"Tentu aku memaafkanmu Lukas. Kau adalah temanku dan wajah jika teman memiliki kesalahan. Tapi, sebagai teman kau harus ingat Lukas, tidak boleh kau menghakimi temanmu sebelum mendengar penjelasan terlebih dahulu"
"Maaf." Lukas menunduk karena merasa malu sekaligus bersalah pada Indah.
"Aku sungguh malu padamu." Timpalnya lagi
Indah tertawa melihat Lukas yang menundukkan kepalanya. Sehingga Lukas mengangkat wajahnya menatap Indah dengan bingung.
"Kenapa tertawa? ada yang lucu?" tanya Lukas.
__ADS_1
"Hahahah, iya kau lucu. Sangat lucu." Ucap Indah
Lukas tersenyum melihat Indah tertawa. "Aku berjanji akan membuatmu selalu bahagia dan tertawa seperti ini. Aku berjanji akan menjagamu dari siapa pun yang ingin menyakitimu. Itu janjiku." Ucap Lukas dan Indah semakin tertawa mendengarnya
"Kau benar-benar lucu Lukas."
"Indah, kau seperti telah menghipnotis diriku. Di pikiran ku hanya kamu, kamu, dan kamu. Kau sungguh wanita yang sangat luar biasa. Aku jatuh cinta padamu sedalam-dalamnya." Batin Lukas.
__________
"Kau kenapa? apa ada masalah?" tanya Grace sambil meletakkan air minum di hadapan Azka.
"Malam ini, aku mau nginap di sini" Ucapnya tanpa menjawab pertanyaan Grace.
"Tapi malam ini, aku tidak di sini sayang. Aku ada pemotretan dan mungkin pulang nya subuh."
"Mau aku antar?" tawar Azka.
"No sayang. Kau tidak perlu repot-repot. Istirahatlah saja di sini. Kalau aku selesai pasti aku langsung pulang."
"Baiklah sayang."
.....
Hingga pagi menjelang Grace tak kunjung pulang membuat Azka merasa kecewa karena bangun di pagi hari tapi tidak menemukan sang istri di sampingnya. Azka keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur karena merasa lapar, namun tidak ada apa-apa di sana yang bisa untuk dimakan. Berbeda dengan di rumahnya, Indah selalu menyiapkan makanan meski dirinya tidak pernah sama sekali menyentuh makanan itu.
Lagi-lagi Azka membanyangkan Indah yang memang lebih unggul mengurus dirinya di bandingkan dengan Grace.
"Ada apa denganku?" Ucapnya sambil menggelengkan kepala
__ADS_1