Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
27


__ADS_3

Semenjak kejadian hari itu, Indah terus berdiam diri di dalam kamar, meratapi nasibnya yang telah kehilangan kehormatan. Sedangkan Azka sesekali ia menatap pintu kamar Indah, ada rasa bersalah namun ada sedikit kebanggaan pada dirinya, karena setidaknya dialah orang pertama yang telah berhasil menyentuh Indah.


Saat Azka terdiam di depan pintu tiba-tiba Indah membuka pintu kamar. Keduanya saling menatap sesaat lalu Indah kembali menutup pintu dengan sangat keras membuat Azka kaget.


"Apa dia masih marah?" Gumam Azka.


Marah? tentu! dan bukan hanya marah, melainkan kecewa. Karena sikap dan perkataan Azka membuat Indah marah sekaligus kecewa. Bukan kah Azka sendiri yang katakan jika tidak ingin menyentuh Indah? Lalu kenapa dia sendiri yang melanggar semuanya. Apakah kontrak itu masih berlaku di antara keduanya?


"Terserah! Mau dia marah atau tidak itu bukan urusanku." Ucap Azka lalu berangkat pergi bekerja.


Setelah Azka pergi bekerja, tiba-tiba Bunda Azka datang berkunjung tanpa pemberitahuan sebelumnya membuat Indah yang masih tidur di dalam kamar langsung ketahuan.


"Kamu tidur di kamar ini nak?" tanya Sang Bunda, dan Indah hanya diam.


Diam nya Indah sudah membuat Bunda tahu bahwa memang Indah tidur di kamar itu, terlebih lagi Bunda Azka memeriksa lemari dan mendapatkan baju Indah di sana. Lalu sang Bunda berjalan dengan cepat menuju kamar utama dan mendapati bahwa isi lemari hanya ada baju Azka.


"Apa-apaan ini?" Tanya Bunda dengan emosi.

__ADS_1


"Bunda." Ucap Indah.


Lalu sang Bunda meraih ponselnya dan segerah menghubungi Azka untuk meminta penjelasan mengenai mereka berdua yang tidur secara terpisah.


Dan yang lebih parahnya lagi, saat Bunda telah selesai menelpon Azka. Grace tiba-tiba muncul fan membuat Indah melototkan mata, karena kenapa di saat seperti ini harus ada Grace.


Grace dengan sangat pandainya berakting mendekati Bunda Azka.


"Perkenalkan Bunda saya Grace." Kata Grace sambil mengulurkan tangannya hendak bersalaman dengan Bunda Azka.


"Senang bisa bertemu dengan Bunda."


"Siapa kamu? Maksud Bunda, apa perlu apa kamu kesini."


"Di-ia sepupuku Bunda." Bohong Indah namun Grace tersenyum dengan licik.


"Aku istrinya Azka Bunda." Ucap Grace to the poin, membuat Indah kaget, dan juga membuat Bunda Azka kaget dengan perkataannya.

__ADS_1


"Bohong. Tidak mungkin." Bunda berjalan mundur hingga terbentur sofa dan langsung duduk di sofa.


Indah langsung mendekati Bunda dan menggenggam tangan Bunda.


"Maafkan aku Bunda. Maaf." Kata Grace sambil bersujud di bawah kaki Bunda. "Maafkan aku." Grace mengeluarkan air matanya membuat hati bunda tersentuh.


"Sejak kapan kalian menikah?" Tanya Bunda.


Lalu Grace menceritakan semuanya kepada Bunda jika dirinua dan juga Azka saling mencintai, dan Grace pun juga menceritakan tentang dirinya yang akan melanjutkan karir hingga setahun yang akan datang, namun karena desakan Bunda akhirnya Azka memutuskan menikah kontrak dengan Indah.


"Apa benar itu Indah?" tanya Bunda menatap tajam pada Indah.


"Iya Bunda." jawab Indah sambil menunduk karena takut jika Bunda nya salah menilai dirinya.


"Bunda pusing kenapa harus ada seperti ini. Dan kamu Indah, Bunda pikir kamu wanita baik. Ternyata Bunda salah! Kamu wanita matre menikah hanya karena uang" Kata Bunda seakan menampar hati Indah.


"Dan untuk kamu Grace, sekarang tinggal lah di rumah ini. Dan secepatnua berikan cucu untuk Bunda."

__ADS_1


__ADS_2