Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
37


__ADS_3

"Cantik bukan?" Tanya Lukas yang datang menghampiri Indah yang kini sedang berdiri di ballroom dan menatap jendela yang mengarah ke pemandangan kota.


"Lukas." Ucap Indah saat


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Lukas saat dirinya sudah berada tepat di samping Indah.


"Tidak ada." Jawab Indah, lalu kembali melihat ke arah luar Jendela.


Lukas spontan menyibakkan rambut Indah ke belakang telinga, karena berantakan akibat tertiup angin.


Indah menoleh ke arah Lukas, mereka berdua saling menatap satu sama lainnya, tangan Lukas masih tetap di pipi Indah. Keduanya terdiam beberapa saat hingga Lukas berkata.


"Apa masih ada kesempatan untukku?"


Indah langsung mundur selangkah, membuat tangan Lukas yang berada di pipinya jatuh.


"Lukas-," ucap Indah


"Maafkan aku Indah. Maaf!" Lukas masih dengan sangat serius menatap wajah Indah. Wanita yang berhasil mencuri hatinya saat pertama kali mereka bertemu.


"Kamu pria yang baik." Kata Indah "kamu pantas mendapatkan wanita baik, Lukas. Dan itu bukan aku."


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu? Kamu baik, sangat baik. Dan yang terpenting hatiku sudah jatuh padamu Indah."

__ADS_1


"Lukas. Aku sudah menjadi istri Azka, jadi maaf aku tidak bisa. Maaf."


Indah melangkah meninggalkan Lukas


"Indah, jika kamu tidak bahagia dengan Azka, tolong katakan padaku. Aku berjanji akan menjemputmu dan membuatmu bahagia." Teriak Lukas namun Indah tidak menjawab, ia justru terus jalan menuju kamarnya.


"Aku sudah pastikan bahwa kamu akan menjadi milikku Indah. Maka dari itu aku akan sabar menunggu dirimu." Ucap Azka


/////


Azka mondar mandir di ruang tamu menunggu kehadiran Indah yang sejak pergi tadi belum pulang hingga kini. Azka mencoba menghubungi Indah namun ponsel Indah tidak aktif membuat dirinya bertanya tanya di mana Indah saat ini. Bahkan dirinya sudah menyuruh asistennya untuk melihat ke cafe Dian sahabat Indah, namun sang asisten bilang jika Indah tidak ada sama sekali.


"Sayang kenapa belum tidur?" Tanya Grace


"Hhmm belum ngantuk."


"Iya."


"Ouh iya sayang, apa wanita pela*cur itu sudah pulang?" Tanya Grace membuat Azka menatap Grace.


"Siapa yang kamu maksud sayang?"


"Siapa lagi jika bukan istri kontrak mu itu. Oh iya aku belum cerita yah, mungkin saja malam ini dia tidak pulang karena-," Grace berhenti berkata lalu membuka ponselnya.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Tanya Azka lalu mendekat ke arah Grace.


"Lihat." Grace memberikan ponselnya ke Azka.


"Tadi teman ku tidak sengaja melihat Indah yang kini sedang berada di hotel bersama dengan Lukas, mantanku." Ucap Grace sambil tersenyum sinis. "Aku rasa Lukas juga sudah membayar tubuh istri kontrak mu itu."


Grace memanas-manasih Azka membuat Azka mengepalkan tangannya karena emosi dengan apa yang ia lihat. Dimana Lukas sedang memegang wajah Indah dan mereka saling memandang satu sama lainnya.


Hati Azka sungguh terasa panas dengan apa yang baru saja ia lihat.


"Mau kemana?" Tanya Grace saat Azka mencari kunci mobilnya.


"Aku ingin-,


"Jangan bilang kamu ingin ke bandung? Menemui wanita itu? Azka kamu gila? Kamu mau ninggalin aku sendiri dengan keadaan hamil hanya karena wanita itu?"


Azka diam saja, ia memasang jaketnya.


"Auuuhhhhh" rigis Grace memengang perutnya membuat Azka kaget.


"Sayang ada apa?"


"Perutku. Auhh sakit."

__ADS_1


Azka langsung menggendong Grace dan membawanya kedalam kamar, Grace tersenyum tanpa sepengetahuan Azka.


"Indah sebentar lagi kau akan tamat." Batin Grace.


__ADS_2