Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
28


__ADS_3

Grace tersenyum mengejek pada Indah saat Bunda Azka telah pulang. Indah juga menatap Grace, ia belum percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Tinggal serumah? Sedangkan semalam saja Grace tinggal hati Indah sudah sangat panas perih dan sakit. Bagaimana jika terus tinggal bersama. Yang ada hati jiwa dan raga Indah hancur berkeping-keping..


"Ingat posisimu di rumah ini." Ejek Grace lalu melangkah pergi meninggalkan Indah yang masih diam, belum bisa terima dengan apa yang terjadi.


Beberapa saat kemudian Azka datang.


"Dimana Bunda?" Tanya Azka yang melihat Indah sedang termenung.


"Pulang." Jawabnya dengan lesu.


"Sayang." Panggil Grace sambil menuruni anak tangga. "Kau sudah pulang? Aku rindu." Ucapnya san langsung memeluk Azka memperlihatkan kemesraan mereka pada Indah. Agar Indah tahu dengan posisinya di rumah ini.


"Di mana Bunda?" Tanya Azka tanpa. "Dan apa kamu bertemu Bunda tadi?"


"Iya." Jawab Grace sambil menganggukkan kepalnya.

__ADS_1


"Gawat." Ucap Azka sambil mengusap wajahnya. "Terus Bunda bilang apa? Apa dia marah?"


"Bunda tidak marah, dan sepertinya Bundah mengerti dengan diriku dan dirimu." Jawab Grace.


Indah langsung pergi dari sana, karena tidak ingin terlibat dengan sepasang kekasih itu.


"Serius? Kamu tidak bercanda kan sayang?" Tanya Azka sambil memegang kedua pundak Grace.


"Aku serius sayang. Dan Bunda meminta cucu padaku"


"Dan kau menyanggupinya?"


"Aku mengerti" kata Azka sambil memeluk tubuh Grace. "Setidaknya Bunda sudah mau menerimamu, itu sudah sangat berarti untukku."


"Setahun. Aku janji setelah setahun berlalu maka aku siap mengandung. Dan aku janji akan memberikan Bunda mu seorang cucu." Jawab Grace.

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Azka mengecup pucuk kepala Grace, ia bahagia karena akhirnya Bunda nya mau menerima Grace dan juga Grace berjanji untuk memberikannya seorang keturunan, tingga menunggu setahun saja, itu hal yang tidak sulit bagi Azka.


________


"Apa Bunda bilang?" Tanya Ayah Azka dengan nada yang tinggi dan juga marah kepada sang istri.


Ya Bunda Azka sudah menceritakan semua nya kepada sang suami tetang Grace yang menjadi istri siri dari anaknya dan tentang Indah yang menjadi istri kontrak sang anak selama setahun yang akan datang. Dan juga menceritakan bahwa ia mengizinkan Grace untuk tinggal bersama dengan Indah dan juga Azka. Dan meminta Grace untuk memberikan cucu pada dirinya.


"Meminta mereka tinggal bersama, itu sama saja Bunda memberika neraka pada Indah."


"Aku tidak perduli sayang. Yang jelas aku hanya butuh seorang cucu."


"Dimana pikiran mu. Kenapa kau jadi seperti ini hanya karena menginginkan seorang cucu? Sayang apa kau tidak merasa kasihan pada Indah. Dia itu anak yang baik."


"Ayah! Kenapa ayah selalu saja membela Indah? Kenapa ayah selalu saja kasihan terhadap Indah? Asal ayah tahu, Grace lebih layak dan pantas untuk anak kita Azka. Dia lebih pantas menjadi menantuku." Ucap Bunda tak mau kalah dari sang suami.

__ADS_1


"Dimana istriku yang dulu? Yang suka dan sayang kepada Indah saat pertama kali bertemu, kemana istriku yang itu."


"Ayah belum tahu saja kalau Grace lebih unggul dari pada Indah. Dan Bunda mau ayah menerima Grace menjadi menantu ayah. Titik!" kata Bunda tanpa ingin di bantah lagi.


__ADS_2