Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
41


__ADS_3

"Ada apa dengan diriku??? Kenapa kepala ku terasa sangat sakit?" Gumam Azka. "Apa mungkin ini yang dikatakan kehamilan simpatik (sindrom couvade). Tapi kenapa hanya dekat dengan Indah aku baru merasakan tenang, dan tidak pusing maupun mual?" Azka terus memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.


Jika memang dia kena sindrom couvade, harusnya ia tenang jika bersama dengan Grace tapi kenapa tidaksama sekali. Melainkan ketenangan ia dapat dari Indah. Apa mungkin ini karma untuk Azka karena selalu menyiksa Indah.


"Dimana perempuan ja*lang itu." Kata sang Bunda sambil berjalan dengan penuh amarah saat dirinya masuk kedalam rumah anaknya.


"Keluar!" Bentak sang Bunda sambil mengendor-ngendor pintu kamar Indah.


Indah yang berada di dalam kamar langsung membuka pintu.


Plakkkk. Satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus Indah


"Dasar wanita tidak tahu diri. Sudah di beri tumpangan tapi malah bikin keluarga ku inu malu." Umpat Bunda sambil menarik rambut Indah.


"Sakit Bun." Ringis Indah sambil menahan tangan Bunda yang berada di rambut indahnya.

__ADS_1


"Kau sudah membuatku malu. Kau membuatku jadi bahan cerita di luar sana. Karena kau telah menginap dengan seorang pria di hotel dan itu bukan Azka. Dasar pe*lacur!" Ucap Bunda membuat hati Indahterasa teriris silet yang begitu tajam.


Pelacur? Sungguh begitukah Indah di mata mereka? Kenapa mereka menuduh tanpa mencari bukti terlebih dahulu.


"Bunda, aku bukan pe-,


"Mana ada maling teriak maling, dasar pela*cur!" Bunda mendorong tubuh Indah membuat Indah terjatuh dengan kepala yang membentur lantai.


"Bunda aku bukan wanita yang seperti bunda tuduhkan." Ucap Indah dengan air mata mulai jatuh membasahi pipi.


"Nyonya." Ucap salah satu penjaga rumah. "Nona Indah di larang keluar dari rumah. Ini perintah dari tuan Azka."


"Azka juga pasti senang dengan yang saya lakukan, jadi kalian minggir."


Salah satu penjaga menghubungi Azka dan menceritakan tentang Bunda nya yang ingin mengusir Indah, dan Azka meminta untuk menahan jangan membiarkan Indah keluar dari rumah.

__ADS_1


"Maaf Nyonya. Tuan Azka melarang" ucap salah satu penjaga dengan sopan.


Bunda yang tidak percaya, langsung menelpon Azka meminta penjelasan kenapa ia tidak mau membuang Indah ke jalan saja. Karena wanita seperti Indah harusnya menjadi gembel bukan menantunya.


Setelah Azka memberika penjelasan tetang dirinya yang mengalami sindrom couvade (kehamilan simpatik) membuat Bunda Azka sedikit mengerti tapi tidak memikirkan kenapa Azka bisa merasakan hal itu pada Indah bukan pada Grace, yang telah mengandung cucu nya.


"Kali ini kamu selamat! Tapi setelah anak ku sembuh saya yakin kamu akan di lempar jauh dari rumah ini." Ancam Bunda sambil menatao horor pada Indah, dan melangkah meninggalkan Indah.


"Ya Rabb. Apa kah aku harus menyerah saat ini juga? Sungguh aku sudah tidak tahan dengan perilaku semua orang terhadapku." Gumam Indah.


.....


Lukas mengepalkan kedua tanganya saat mendapat laporan dari salah satu anak buahnya, yang mengatakan jika saat ini Indah tengah mendapat perilaku buruk dari Bunda Azka.


"Lihat saja Azka. Kelak akan aku buat kamu menderita, melebihi derita yang Indah rasakan."

__ADS_1


__ADS_2