Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
53


__ADS_3

Akza menendang tubuh Grace yang terus berlutut di hadapannya.


Lalu Azka menunduk dan mencengkram kedua pipi Grace. "Katakan siapa ayah dari Gisella?"


Grace terus menitihkan air matanya, ia sungguh merasa bersalah mau terus terang pun pasti Azka telah membuang dirinya. Dan untuk hidup kedepannya, bagaimana bisa? Grace juga sudah tidak tahu kemana pria yang telah membuat dirinya hamil.


"Aku tidak tahu." jawab Grace sambil menggelengkan kepalanya dengan terus menangi memohon agar dimaafkan. "Sayang maafkan aku. Tolong, maafkan aku."


Grace terus mengatupkan kedua tangannya memohon ampun tapi Azka tidak menggubrisnya. Azka lalu menghempaskan tubuh Grace dan berlalu meninggalkam Grace yang terus menangis memohon ampun.


"Kau wanita licik. Kau itu ular. Tega-tega nya kau berkhianat kepada anakku. Padahal anakku sangat mencintaimu." Bunda Azka lalu menampar pipi kiri dan kanan Grace memberikan pelajaran karena Grace telah membohonginya.


"Bunda maafkan aku. Tolong maafkan aku Bunda." Ucap Grace terbata bata karena terus menangis.


"Maaf? maaf kau bilang setelah apa yang kamu lakukan pada anakku? dengar baik-baik Grace, tidak ada kata maaf untukmu."


Saat Bunda hendak melangkah pergi, Grace langsung berucap.


"Bukan kah bunda menginginkan seorang cucu? Sudah aku berikan bukan? lalu kenapa Bunda seperti ini."


Plakkkkk. Satu tamparan kembali mendarat di pipi Grace.

__ADS_1


"Aku memang mau seorang cucu, tapi bukan cucu haram seperti yang kau berikan padaku."


"Hahahah..." Grace tertawa membuat Bunda Azka terdiam sambil menautkan satu alisnya.


"Wanita gila." Umpat Bunda Azka


"Bunda yang gila. Membuang cucu asli hanya karena cucu haram." kata Grace membuat Bunda seketika kehilangan keseimbangan.


Mendengar ucapan Grace, Bunda Akz terdiam sejenak. Pikiran nya berkelana beberapa tahun belakang. Dimana dirinya menuduh Indah telah mengandung anak dari pria lain. Sungguh takdir telah mempermainkan kehidupan mereka. Bunda menyingkirkan cucu kandungnya dan lebih memilih memelihara cucuk haramnya.


"Indah." Seketika Bunda menyebut nama Indah, air mata Bunda jatuh menetes mengingat perilakunya terhadap Indah yang begitu sangat kejam.


....


Indah terdiam. Ia terus menatap wajah Lukas yang kini sedang duduk di hadapannya.


"Tidak usah di jawab. Aku akan tetap selalu setia menunggumu." Ucap Lukas lagi.


Lukas sudah pasrah, ia tahu pasti Indah akan menolak nya lagi dan lagi. Mengingat dirinya sudah berapa kali mencoba, namun Indah tetap saja selalu menolak dirinya.


"Apa kau menyayangi Pangeran?" tanya Indah.

__ADS_1


"Tentu. Aku menyanyangi Pangeran melebihi sayangku pada diriku sendiri."


"Kau tahu bukan, dengan masa lalu ku"


"iya aku tahu"


"Aku trauma. Sangat-sangat trauma dengan apa yang telah aku lalui. Jujur, aku sudah melupakan kisah lama itu, tapi hanya sebagian kecil. Sisa nya aku sangat takut lagi untuk memulai semuanya."


"Tapi Indah.."


"Aku percaya kamu adalah pria baik. Sangat-sangat baik. Tapi aku benar-benar trauma Lukas."


"Aku mengerti Indah. Dan aku sudah tahu apa jawabanmu." Ucap Lukas sambil tersenyum


"Emang apa jawabanku?" tanya Indah.


"Kau pasti akan menolakku lagi, sama seperti yang lalu-lalu."


Indah tersenyum lalu memukul pundak Lukas. "Kau salah Lukas."


"Benarkah? lalu apa yang benar?" Tanya Lukas yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Aku memang trauma, tapi aku sudah memperhatikan mu sejak lama. Caramu mencintai Pangeran, merawat Pangeran. Menjagaku dan juga menjaga Pangeran. Trauma itu terkikis oleh waktu. Kamu memberikan obat secara perlahan tanpa kamu sadari. Dan hari ini aku bersedia menerima mu menjadi ayah seutuhnya untuk Pangeran."


"Indah.." Lukas langsung menitihkan air matanya,. Air mata kebahagiaan, karena setelah lama menunggu dengan sabar, akhirnya ia mendapatkan jawaban seperti apa yang ia harapkan. Akhirnya Indah mau menerima dirinya, menjadi pendamping hidup


__ADS_2