Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
49


__ADS_3

"Kamu akan kecewa saat kamu tahu semua kebenarannya." Kata Ayah Azka memperingati istrinya


"Aku tidak pernah kecewa dengan keputusan yang aku ambil. Aku bangga memiliki menantu seperti Grace, dan aku malu pernah memiliki menantu seperti Indah."


"Terserah kamu sayang mau membanggakan siapa. Yang jelas aku kecewa terhadap keputusan dan sikap mu kali ini. Dan jika kau tahu hal yang sebenarnya, jangan pernah menyesal dan aku berharap Indah tidak akan pernah memaafkanmu."


Ayah Azka pergi berlalu meninggalkan bunda Azka yang terdiam mendengar perkataan suaminya. Jarang sekali sang suami nya itu mau ikut campur dengan urusan apapun. Tapi kali ini entah kenapa sang suami selalu memberikan masukan dan selalu membela Indah. Apakah ada hal yang suaminya sembunyikan darinya atau adakah sesuatu yang memang tidak ia ketahui selama ini.


Bunda Azka tidak mau berfikir lebih lanjut lagi. Yang ia inginkan saat ini hanya bagaimana supaya Azka dan Indah resmi bercerai agar Grace bisa mengambil tempat Indah.


........


"Kita akan berangkat hari ini juga." Kata Lukas.


Indah hanya bis tersenyum mengikuti apa yang Lukas katakan.


Dian sang sahabat memeluk tubuh Indah dengan sangat erat. Dian menangis sesegukan karena baru kali ini ia akan tinggal terpisah kota dengan sang sahabat.


"Jangan menangis. Aku baik-baik saja." Kata Indah sambil menepuk pundak Dian.

__ADS_1


"Aku tidak menangis. Hanya saja mataku kemasukan debu. Makanya berair"


Indah tertawa begitupun Dian, ia juga ikut tertawa meski air mata masih jatuh membasahi pipinya.


"Jaga dirimu baik-baik di sana. Suatu saat aku pasti akan berkunjung. Dan ..." Dian mengusap perut Indah yang masih datar. "Jaga calon debay dengan baik. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya."


"Tentu. Pasti akan aku jaga dengan baik."


"Kak Indah." Ucap Ryan yang dari tadi berdiri memperhatikan Dian dan juga Indah saling berbicara.


"Adikku." Indah merentangkan kedua tangannya siap untuk memeluk Ryan.


"Dan ini." Ryan memberika selembar foto dirinya kepada Indah.


"Untuk apa ini?" Tanya Indah.


"Hey foto itu untuk apa?" Timpal Dian.


"Simpan foto itu di kamar kak Indah, pandangi terus biar anak kak Indah mirip dengan ku, tidak mirip dengan pria gil*a itu." Jelas Ryan.

__ADS_1


"Ryan." Bentak Dian.


"Bayi ini akan mirip dengan ku karena aku akan menjadi ayahnya." Timpal Lukas. "Ayo Indah sekarang kita pergi."


"Kak Lukas. Aku titip kak Indah, cinta pertamaku. Jaga dia baik-baik. Jika kau membuatnya menangis maka ini bagianmu." Teriak Ryan sambil menaikkan kepala tanganya..


.......


Sebulan kemudian. Meskipun dalam keadaan hamil. Indah telah resmi bercerai dengan Azka. Proses yang terbilang sangat cepat, karena Lukas tidak ingin berlama-lama berurusan dengan Azka. Lukas menyerahkan semua urusan dengan orang kepercayaan nya.


Semakin hari, Azka semakin merasakan mual yang begitu menyiksa dirinya. Setiap apa yang masuk di dalam perutnya akan keluar. Ia jadi rindu dengan masakan Indah. Mie rebus buatan Indah, yang terbilang sederhana namun mampu mengenyangkan dirinya.


Dan berada di dekat Grace membuat Azka merasakan mual yang sangat menyiksanya. Dan hal itu di manfaatkan oleh Grace untuk keluar mencari kesenangan dunia. Karena Azka tidak bisa memberikan itu padanya.


"Dari mana saja ??" tanya Azka sambil melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari


"Habis bekerja."


"Grace.! Sentak Azka. "Kau itu hamil. Dan seharusnya ibu hamil harua berada di dalam rumah. Bukan malah pergi keluar keluyuran."

__ADS_1


__ADS_2