
Sedih tentu saja Lukas rasakan kala ini. Hanya saja ia buang jauh-jauh karena tidak ingin lemah dan merasakan sakit hati untuk kesekian kalinya. Setelah Indah keluar dari cafe, Lukas pun bergegas pergi dari sana. Karena mendapat kabar dari Rizal, bahwa ada hal penting yang Rizal ingin katakan.
Sesampainya di rumah, Indah kembali melihat pemandangan yang sangat suram di mana manusia aneh dan manusia setan kini sedang berdua dan saling bermesraaan di ruang keluarga. Indah yang lewat pun langsung mengambil vas bunga dan melemparkan nya hingga pecah dan membuat kedua insan yang saling bercumbu kaget. Grace langsung dengan cepat mencari bajunya yang berserakan di lantai, dan langsung menutup dadanya yang kini sedang terbuka polos tanpa sehelai benang pun.
"Jika ingin melakukan hal itu, lihat situasi dan kondisi. Dan tentunya pilihlah tempat yang bagus dan tertutup." Kata Indah dan berlalu dari sana.
"Sayang, ada apa dengan dirinya? Apa dia cemburu melihat kita bersama?" tanya Grace dengan lembut.
"Entahlah."
Lalu Azka menggendong tubuh Grace membawa Grace masuk kedalam kamarnya. Dan kembali melakukan aktifitasnya yang sempat tertuda tadi.
Kesal! Tentu saja Indah rasakan saat ini. Bagaimana tidak, saat dirinya ingin cerita ke temanya, Indah justru mendapat perilaku yang tidak sesuai dengan dirinya. Dimana Lukas menuduh dirinya tanpa bukti sedikitpun. Apakah mungkin ini penyebab Lukas mendiami dirinya? Apa mungkin Lukas sudah tahu tentang dirinya jika ia menikah kontrak dengan Azka. Tapi ini tidak seperti yang orang lain lihat. Yah, Indah memang menikah karena uang, tapi bukan tanpa alasan. Indah menikah karena tidak mampu melunasi uang ganti rugi mobil Azka yang tanpa sengaja ia tabrak.
Indah meraih ponselnya lalu mengiri chat pada Lukas.
"Aku kira kau teman ku, tapi ternyata bukan! Karena teman tidak akan menuduh temannya tanpa sebab dan alasan. Dan seorang teman selalu ada untuk temannya, dan selalu percaya akan apa yang temannya katakan." Lalu Indah melempar ponselnya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Permasalahan dengan Lukas belum selesai di tambah lagi dengan Azka, yang saat ini mengajak Grace ke kediaman mereka. Walau Indah hanya istri kontrak, tapi setidaknya Azka tidak boleh seperti itu, mengajak seorang wanita masuk kedalam rumah. Apa Azka tidak memperdulikan bagaimana perasaan Indah?
Tentu Azka tidak perduli. Karena yang ada di pikiran Azka hanya ada Grace seorang. Hati, mata dan pikiranya telah di tutup oleh Grace sehingga membuat seorang Azka buta akan sengala hal.
Tak terasa kini malam telah tiba. Indah yang berada di dalam kamar, kini merasakan lapar yang sungguh sangat luar bisa, perut nya dari tadi berbunyi, berdemo minta untuk di berikan makanan. Indah langsung berjalan menuju dapur dan membuka kulkas melihat apa kah ada baham yang bisa ia olah, dan di jadikan santapan makan malam.
Indah tersenyum saat melihat sayur sawih, lalu Indah mengambil sayur tersebut, dan di masak dengan mie dan di campur dengan telur di tambah dengan beberapa cabai.
Saat Indah sedang memasak tiba-tiba Indah kaget dengan suara kulkas yang terbuka lalu di tutup.
"Santai saja." Kata Azka sambil menuang air ea kedalam gelas. Karena merasakan haus terpaksa Azka turun ke dapur mengambil air.
"Apa perdulimu?" tanya balik Azka.
Indah kembali mengaduk mie yang ia rebus,
"Aneh saja. Masa pacar ngak bisa ngambili air pacarnya." Sindir Indah, lalu menuang mie nya ke dalam mangkuk.
__ADS_1
Azka masih tetap diam memerhatikan Indah menuang mie tanpa menjawab uacapan Indah. Dan setelah Indah selesai menuang mie kedalam mangkuk dan memasukkan bumbu. Azka langsung mengambil mangkuk tersebut dan membawanya ke atas meja.
"Teri-," Belum selesai Indah mengucap terima kasih, Azka langsung duduk di kursi dan memakan mie yang Indah buat tadi.
Tadi Indah berfikir jika Azka menolongnya dengan membawa mie itu ke atas meja makan. Tadi Indah sampai merasa bahagia dengan perhatian kecil Azka, namun saat Indah lihat Azka memakan mie tersebut, Indah langsung menatap tajam tidak percaya dengan apa yang Azka lakukan.
"Kenapa di makan?" tanya Indah tidak terima karena mie yang susah payah ia masak, harus di makan oleh Azka.
"Orang makan karena apa?" jawab Azka dengan sebuah pertanyaan.
"Lapar." Jawab Indah
Azka terus memakan mie tersebut hingga habis tak tersisa.
"Kenapa dimakan? Kenapa di habiskan?"
"Yah karena lapar." Jawab Azka lalu meminum air dan langsung berdiri meninggalkan Indah.
__ADS_1
"Azkaaaaaa." Teriak Indah tidak terima