Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
20


__ADS_3

Azka terus memakan mie tersebut hingga habis tak tersisa.


"Kenapa dimakan? Kenapa di habiskan?"


"Yah karena lapar." Jawab Azka lalu meminum air dan langsung berdiri meninggalkan Indah.


"Azkaaaaaa." Teriak Indah tidak terima


Indah mengikuti Azka dari belakang dan menahan lengan Azka agar berhenti.


"Ada apa?" tanya Azka


"Ganti!"


"Ganti apa?"


"Ganti mie ku."


"Hahahaahahah" Azka tertawa, ia tidak menyangka Indah akan menyuruhnya mengganti mie yang ia makan barusan.

__ADS_1


"Kenapa tertawa? cepat ganti mie ku!" Indah menarik lengan Azka agar mengikuti langkahnya kembali ke dapur.


Azka menghempaskan tangan Indah, agar Indah berhenti menarik lengannya.


"Ini! ambil ini" kata Azka sambil meletakkan uang seratus ribu di atas meja. "Anggap saja mie yang aku makan tadi sudah aku bayar. Jadi aku tidak perlu repot memasak mie untukmu." Tegas nya lalu berjalan meninggalkan Indah.


"Dasar manusia aneh!" teriak Indah. "Aku tidak butuh uangmu. Aku hanya mau kau bertanggung jawab dan mengganti mie ku."


Namun Azka tak menghiraukan sama sekali ucapan Indah.


Malam ini, Indah lewati dengan perasaan yang campur aduk. Rasa lapar, tiba-tiba hilang entah kemana, di ganti dengan rasa marah. Karena kelakuan Azka yang mengambil mie nya dan dengan muda memberikannya uang ganti rugi. Padahal Indah tidak butuh uang itu. Indah hanya butuh Azka agar mau bertanggung jawab dengan memasakkan mie untuknya.


Azka tersenyum membayangkan wajah Indah yang cemberut karena ulahnya malam ini. Azka menutup matanya dengan senyum mengembang di wajah.


"Masakannya enak juga" Gumam Azka dengan mata yang tertutup.


Selama berpacaran dengan Grace, Azka tidak pernah merasakan masakan rumah. Karena Grace selalu saja memesan makanan cepat saji. grace type perempuan yang tidak bisa melakukan apa-apa kecuali pemotretan dan berolahraga di ranjang. Dan selama ini, Grace selalu memberikan gofood saja pada Azka.


"Aku harap Grace bisa seperti Indah." Gumamnya

__ADS_1


"Apa ini?" Azka langsung bangun dan duduk sambil memijat keningnya. "Kenapa aku membandingkan Grace dan Indah? ada apa denganku?"


.......


"Apa yang kau katakan?" Tanya Lukas dengan suara yang tegas dan nada yang tinggi saat Rizal menceritakan semua tentang kebenaran kenapa Indah bisa bersama dengan Azka sekarang


Lukas langsung maju, dan menarik kera kemeja Rizal. "Katakan sekali lagi?" ucap Lukas.


Rizal menceritakan dari awal hingga akhir dengan terbata-bata karena gugup beserta takut kepada Lukas, karena info darinya yang di dapat oleh informanya tudak akuran membuat Lukas menuduh Indah sebagai wanita yang tidak baik.


Bughh. Satu bogeman mentah mendarat di pipi Rizal. "Kau tahu? Karena kecerobahan mu membuatku bertindak yang tidak-tidak pada Indah. Pada wanita yang telah mengisi hati dan pikiran ku. Dan kau tahu Rizal? Saat ini Indah pasti tidak akan memaafkan ku." Kesal Lukas kepada sang asistennya yang lalai mengerjakan tugasnya kali ini.


"Maaf Tuan." Ucap Rizal sambil menundukkan kepalanya karena takut menatap wajah Tuannya.


"Keluar!" Titah Lukas. "Keluar sekarang juga!" Ulang Lukas.


"Ahhhhh, Bodoh kau Lukas." Teriak Lukas sambil mengusap wajahnya. "Kenapa kau bertingkah seperti itu kemarin." Sesal Lukas pada apa yang ia lakukan pada Indah.


Semangat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah🥰🤗🤗


Salam sayang dari autor.😘


__ADS_2