Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
12


__ADS_3

Sementara Azka kini sedang berada di apartemen Grace. Setelah resmi menikah dengan Indah, Azka langsung menuju apartemen dan melakukan ijab kabul dengan Grace. Kini Grace resmi menjadi istri sirih dari Azka Bramantion Pratama.


"Aku bahagia, karna sudah menjadi milikmu." Ucap Grace dengan manja.


"Aku pun sama."


Azka lalu menci-um bibir Grace dengan kelembutan dan menuntun. Grace juga tak tinggal diam, ia membalas ******* dari Azka.


Ciu-man mereka terlepas, keduanya saling menatap dengan tawa di bibir mereka. Nafas Azka turun naik, ia sudah tidak sabar untuk melakukan malam pertama dengan Grace. Yah walaupun mereka sudah lama berpacaran tapi Azka tidak pernah mengambil harta milik Grace, menurut Azka jika benar kita mencintai seseorang maka kita harus bisa menjaganya.


"Kau siap?" Tanya Azka dengan nafas yang saling memburu.


Grace menundukkan kepalanya, ia malu menatap wajah Azka yang mulai terbakar gairah dan ingin segerah di tuntaskan.


Azka menarik dagu Grace agar wajah mereka saling bertatapan. "Sayang, aku ingin. Apa kau sudah siap?" Tanya ulang Azka.


Lagi-lagi Grace terdiam, sungguh ia takut jika Azka tahu yang sebenarnya tentang dirinya. Grace takut setelah malam ini, Azka akan meninggalkam dirinya. Tapi Grace juga tidak bisa berbicara, ia takut jika Azka kecewa terhadap dirinya.


Dan tanpa persetujuan dari dari Grace, kini Azka memulai aksinya. Azka membaringkan tubuh Grace di atas tempat tidur, lalu menc-ium Grace dengan penuh naf-su dan sangat menuntun. Ciuman dari bi-bir perlahan turun hingga menemukan dua gunung gembar milik Grace.


Azka mel-umat salah satu gunung gembar milik Grace dan satu tangan Azka bermain dengan indah di puncak gunung Grace, memainkan benda kecil yang tepat berada di atasnya.


Grace terbakar gairah, hingga suara erotis yang sangat di nantikan oleh Azka keluar dengan sangat sempurnah.


"Aahhhh." Kata Grace sambil menggerakkan badannya


Setelah itu tangan Azka tak tinggal diam, tanganya turun hingga tepat berada di bawah sana. Azka memainkan tangan nya membuat Grace kembali mengeluarkan suara-suara yang semakin merdu.


"Sayang, ahhhh,, ahhhhh, hhmmmm"

__ADS_1


Azka tersenyum melihat wajah Grace yang sudah terbakar gairah, dan terbuai oleh permainan tangan dan juga li-dahnya. Dan entah bagaimana caranya kini tubuh Azka dan juga Grace telah polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi.


Awalnya Grace malu, namun karna Azka pintar memainkan permainan membuat Grace terhipnotis dan terus mengeluarkan suara erotisnya. Dan kini kepala Azka telah berada di antara sela paha Grace, Azka menunduk dan mema-inkan lida-hnya di bawah sana.


"Sayang" Grace menarik rambut Azka, karna merasa akan ada sesuatu yang akan keluar dari miliknya. "Ahhhhhh, ahhhh, sayang"


Azka tersenyum karna berhasil membuat Grace mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. Lalu kini Azka mendekatkan miliknya pada milik Grace, Grace lalu memiringkan kepalanya ke kiri, ia malu menatap pada Azka.


Dalam hati Grace berharap semoga Azka tidak tahu tentang dirinya. Dan kalau pun tahu, semoga Azka tidak marah jika tahu semuanya.


Dan saat milik Azka memasuki gua milik Grace, tiba-tiba Azka terdiam. Lalu sesaat berkata "apa ini?" Tanya nya.


Azka menatap tajam pada Grace meminta penjelasan kepada kekasihnya yang telah resmi menjadi istri sirihnya.


Lalu Azka menarik keluar kembali miliknya,


"Jelaskan padaku apa ini?"


"Maafkan aku sayang. Maaf!" Katanya dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.


Azka kecewa dengan apa yang ada di diri Grace. Azka telah menjaga sekuat hati manahan dirinya agar tidak merusak Grace selama pacaran, namun ternyata apa yang Azka jaga telah di rusak oleh orang lain. Azka lalu turun dari aras tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi, membuka kerang shower dan menyiram kepalanya.


Grace terus mengetuk pintu kamar mandi, dan terus meminta maaf, agar Azka memaafkan dirinya dan mau mendengar penjelasan tentang apa yang telah terjadi pada dirinya.


Namun Azka yang sudah terlanjur kecawa memilih keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya meninggalkan Grace seorang diri yang kini masih menangis.


Di dalam mobil Azka mengacak rambutnya secara asal lalu memukul setir mobil dan berteriak sekeras-kerasnya. Ia sangat kecewa dengan Grace, karna telah membohongi dirinya.


_____________

__ADS_1


Indah merasa sesak karna sesuatu telah menimpah tubuhnya, secara perlahan Indah membuka matanya di lihatnya tangan yang kekar talh melingkar di tubuhnya dan kaki pun terasa kram karna ada kaki yang telah menindih kakinya. Tubuh Indah bagaikan guling yang sedang di peluk oleh sang pemilik.


Indah lalu menoleh melihat pemilik tangan dan kaki yang seedak jidat telah melingkar di tubuhnya.


"Ahhhhhh" teriak Indah kaget dan langsung mendorong tubuh Azka menjauh dari tubuhnya.


Azka yang kaget mendegar teriakan Indah langsung bangun dari tidurnya dan menatap wajah Indah dengan tajam.


"Masih pagi kau sudah teriak sekeras ini"


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Indah sambil menyilang kedua tangannya di depan da-danya.


Azka maju mendekat ke arah Indah membuat Indah menjadi merasa takut. Takut jika Azka melakukan hal yang tidak-tidak pada dirinya.


Azka lalu menyentil jidat Indah. Membuat Indah meringis kesakitan.


"Buang pikiran anehmu itu, karna aku tidak sudi menyentuhmu." Ucap Azka lalu turun dari atas ranjang.


"Sial" gumam Indah sambil menepuk jidatnya.


Indah bingung kenapa Azka selalu tahu jika dirinya selalu berpikir yang aneh.


Saat Indah melihat Azka hendak masuk ke kamar mandi, dengan cepat Indah turun dari ranjang dan mengambil langkah seribu, membuat dirinya berhasil masuk ke kamar mandi mendahului Azka.


Azka mengetuk pintu agar Indah segerah keluar.


"Keluar!"


"Siapa cepat dia duluan. Jadi kau harus sabar menungguku." Indah tertawa senang karena bisa membuat Azka marah di pagi hari.

__ADS_1


"Sial!" Umpat Azka.


__ADS_2