
Setelah bertemu dengan Indah di cafe, kini Azka mengendarai mobilnya menuju apartemen Grace. Di mobil Azka terus tersenyum mengingat permintaan Indah yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Azka ingin menyentuh tubuhnya, sedangkan ini hanya pernikahan kontrak saja. Yang ada Azka justru ingin setahun berlalu dengan sangat cepat agar ia bisa terlepas dari nikah kontrak dan menikah dengan sesungguhnya dengan kekasih yang amat ia cintai yaitu Grace. "Pe-de sekali gadis itu, dia kira aku sudi menyentuh dirinya. Tidak mungkin!" Ucap Azka sambil terus mengendarai mobilnya.
Setelah beberapa menit Azka keluar dari cafe, Indah pun bergegas keluar dengan terburu-buru dan tanpa sengaja Indah menabrak pundah belakang seseorang yang ada di hadapannya. "Maaf" kata Indah sambil menunduk tanpa menatap sama sekali siapa yang ia tabrak di hadapannya. "Maaf, aku buru-buru" ucapnya sekali lagi, dan mulai melangkah namun langkahnya terhenti kala seorang pria yang ia tabrak menarik tangannya.
"Ma-, "kata Indah terputus kala pria tersebut menyela ucapan Indah.
"Siapa namamu." Tanya pria tersebut
Indah menoleh dan melihat wajah pria yang kini sedang berada di hadapannya. Pria yang seumuran dengan Azka dan tidak kalah gagahnya dengan wajah Azka. "Maaf ka aku sedang buru-buru" ucap Indah lalu melepaskan tanganya dan berlari keluar dari cafe.
"Tuan, bukan kah dia gadis yang waktu itu di parkiran?"
Pria tersebut menganggukkan kepalanya sambil menatap kepergian Indah.
"Apa aku harus mengejarnya tuan?" Tanya Rizal sang asisten.
"Tidak perlu!" Tegas nya sambil berjalan menuju mobilnya. "Kalau dia memang jodohku, pasti aku akan bertemu dengan nya lagi." Batin Lukas pria yang tadi tanpa sengaja di tabrak oleh Indah.
Rizal sang asisten ikut berjalan di belakang Lukas. "Baru kali ini aku melihat Tuan tersenyum melihat gadis. Apakah Tuan sedang jatuh cinta?" Batin Rizal bertanya. Karna memang sejujurnya, selama Rizal bekerja bersama dengan Lukas baru kali ini Rizal melihat senyum di wajah Tuan nya melihat wanita yang tanpa di ketahui namanya tersebut.
Sudah dua kali mereka bertemu dan sudah dua kali pula Lukas tersenyum melihat gadis itu. Tidak seperti biasanya Lukas begitu. Biasanya Lukas menjadi sosok yang paling dingin kala bertemu dengan seorang gadis, tapi kali ini benar-benar sangat berbeda.
"Mungkin kah?" Rizal menggelengkan kepalanya sebelum masuk kedalam mobil. "Tidak mungkin." Katanya sambil menutup pintu mobil.
"Apa yang tidak mungkin?" Tanya Lukas sambil menatap layar ponselnya.
"Tidak ada Tuan." Jawab Rizal sambil menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
____________
"Sayang" panggil Azka kala ia sudah masuk kedalam apartemen Grace
Grace yang berada di dalam kamar, mendengar panggilan dari Azka, langsung keluar menemui sang kekasih yang sedari tadi ia tunggu.
"Sayang, kenapa lama sekali?" Tanya Grace sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Azka.
Azka langsung mengecup kening Grace dengan sangat lembut. "Maafkan aku sayang, tadi ada urusan sedikit." Jawab Azka lalu menggendong tubuh Grace dan membawanya duduk di sofa.
Kini posisi Grace sedang berada di atas pangkuan Azka. Duduk di atas kedua paha Azka menghadap ke arah Azka sambil mengalungkan kedua tanganya di leher Azka.
"Ada apa sayang?" Tanya Azka.
Lalu Grace melepaskan kedua tanganya yang mengalung di leher Azka. Grace menunduk sambil memainkan jari jemarinya.
"Ada apa, hmm??" Tanya ulang Azka sambil menarik dagu Grace agar wajah mereka berdua saling menatap.
"Aku tahu, dan kau tahu kan. Kalau aku jauh lebih mencintaimu." Jawab Azka sambil mengusap pundak belakang Grace dengan sangat lembut. "Apa ada masalah? Katakan, aku siap mendengarkan."
Lalu Grace melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah Azka. "Aku tidak bisa kehilangan dirimu, setelah aku pikir-pikir, aku ingin menikah dengan mu." Ucap Grace
Azka langsung bahagia mendengar ucapan yang baru saja dikatakan oleh sang kekasih. Itu artinya Grace telah siap menikah dan itu artinya tidak akan ada lagi tentang kontrak pernikahan dengan Indah wanita yang baru ia kenal dan langsung ingin di ajak menikah kontrak.
Azka langsung mencium seluruh wajah Grace tanpa henti. Membuat Grace menahan wajah Azka agar menghentikan ciumannya dan mau mendengar penjelasan nya selanjutnya.
"Aku sangat bahagia sayang, akhirnya kau mau menikah dengan ku." Ucap Azka.
__ADS_1
"Sayang dengarkan dulu penjelasanku."
"Penjelasan apa lagi? Aku sangat bahagia."
"Aku hanya ingin menikah sirih denganmu" ucap Grace pelan ia takut pada reasksi Azka.
Seketika Azka terdiam mendengar ucapan Grace yang meminta hanya untuk di nikahi siri olehnya. Candaan macam apa ini? Bukan kah semua wanita suka di nikahi secara sah oleh hukum dan agama. Lalu kenapa Grace memilih di nikahi sirih? Sungguh Azka tidak mengerti dengan jalan pikiran kekasih yang amat ia cintai ini.
Grace melihat raut kekecewaan di wajah Azka. Dengan sangat pelan-pelan Grace menjelaskan semuanya kepada Azka agar Azka mengerti bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Azka pria yang amat ia cintai.
"Sayang, maafkan aku. Aku sadar bahwa aku tidak bisa hidup tanpa mu. Dan aku sangat cemburu pada wanita yang kelak akan kau ajak menikah, aku berharap akulah yang ada di posisi itu dan-,"
"Kalau begitu menikahlah dengan ku, agar kau tidak merasakan cemburu seperti yang kau katakan. Agar kau tidak kehilangan diriku seperti yang kau takutkan."
"Tapi aku masih ingin merintis karirku. Aku benar-benar mencintaimu dan takut kehilanganmu. Dan semalam setelah aku pikir-pikir ini adalah jalan terbaik untuk kita berdua agar kita bisa tetap terus bersama."
"Jadi kau ingin menjadi istri sirih?"
Grace menganggukkan kepalanya. "Bukan kah kalian hanya menikah kontrak selama setahun? Dan setelah kalian bercerai aku siap menjadi istri sahmu."
"Kenapa harus menunggu setahun? Kau bisa langsung menjadi istri sahku sekarang juga jika kau mau."
"Sayang, maaf tapi aku tidak bisa tahun ini, karna ada pemotretan yang sangat luar biasa yang harus aku kerjakan. Dan aku pun juga tidak bisa menunggumu dalam ketidakpastian. Aku takut jika kau jatuh cinta pada istri kontrakmu dan melupakan ku." Ucapnya dengan raut wajah yang sedih. "Aku takut kau akan meninggalkan ku karna mendapat penggantiku. Maka dari itu aku hanya bisa memilih jalan ini, agar aku yakin kau tidak akan meninggalkan ku seorang diri "
Azka menarik tubuh Grace membawa Grace kedalam pelukannya. "Sayang apa pun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu. Dan kau tahun kan wanita itu hanya aku nikahi kontrak dan tidak ada cinta sama sekali didalamnya, jadi percayalah padaku."
"Aku percaya padamu, tapi aku takut pada hatimu. Aku takut hatimu akan berlabu ke hati yang lain"
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan menikahi dirimu secara sirih agar kau percaya kalau aku benar-benar mencintaimu"
Grcae tersenyum mendengar ucapan Azka, meskipun menikah sirih tetapi Grace bisa miliki hati dan juga seluruh apa yang Azka miliki.