
"Rupanya begini wajah istri kontrak suamiku??" Ucap Grace saat berada di dapur dengan Indah.
Indah hanya terdiam, ia tidak ingin memulai perdebatan dengan kekasih Azka.
"Kau harus sadar diri dengan posisimu. Ingat! Hanya setahun, setelah itu kau akan di ceraikan."
Lagi-lagi Indah kembali tersenyum mendengar ucapan Grace, sehingga membuat Grace emosi dan langsung menarik lengan Indah dengan kasar agar Indah melihat dirinya.
"Kau! Kau wanita murahan yang hanya kepincut dengan uang suamiku saja" kata Grace membuat emosi Indah naik.
"Setidaknya aku wanita yang tidak menjadi penghangat ranjang seorang pria." Ucap Indah dengan senyum sinis yang menentang Grace yang ada di hadapannya.
"Kau!!" Ucap Grace melayangkan tangannya hendak menampar pipi Indah, namun tangan Indah lebih cepat menahan tangan Grace.
"Jangan harap tangan mu bisa menyentuh wajahku." Indah menghempaskan tangan Grace dengan kasar
__ADS_1
Lalu saat Indah hendak pergi melangkah, Grace langsung menyiram wajahnya dengan segelas air, lalu gelas tersebut di berikan kepada Indah, Indah yang masih merasa heran terpaksa memegang gelas tersebut sambil menatap Grace penuh dengan tanda tanya.
"Sayang, hiksss, hiksss, hikkksss" Ucap Grace sambil menangis memasang wajah sedih nya.
"Ada apa ini?"
Terdengar jelas suara bariton dari arah belakang Indah. Indah tahu betul siapa pemilik suara tersebut. Lalu Indah menoleh ke arah Azka yang berjalan menghampirinya dengan tatapan tajam yang sangat mematikan.
"Sayang, lihatlah istri kontrak mu. Dia menyiram wajahku dengan segelas air. Istri kontrak mu membenciku dan tidak menerima diriku di sini."
Indah menatap tajam pada Grace, sekarang Indah tahu maksud dan tujuan Grace menyirami dirinya sendiri dengan segelas air lalu gelas yang kosong tersebut di berikan kepada Indah agar Azka percaya bahwa Indah lah yang menyiram air ke wajah Grace. Indah sungguh tidak menyangka bahwa wanita yang cantik nya sangat sempurnah di hadapan nya ternyata memiliki hati yang sangat busuk.
"Jangan pernah lalukan hal ini lagi pada istriku." Teriak Azka saat setelah menampar pipi Indah.
"Istri?" Batin Indah bertanya dalam hati. "Apa aku tidak salah dengar, Azka bilang istri? Lalu kapan mereka menikah?" Indah terus bertanya-tanya dalam hati tentang perkataan Azka barusan.
__ADS_1
"Bukan aku yang menyiramnya. Tapi dia sendiri yang melakukannya." Jelas Indah sambil memengang pipinya yang terasa panas dan perih akibat tamparan yang di layangkan Azka barusan.
Plakkkk. Satu tamparan kembali mendarat di pipi kiri Indah.
"Ingat posisimu!" Ucap tegas Azka lalu melihat wajah Grace dan mengusap air di wajah Grace dengan tangannya.
"Sayang, jangan menangis lagi. Ayo sekarang ikut aku ke kamar." Ajak Azka
Grace tersenyum mengejek Indah yang masih terdiam mematung sambil memengang kedua pipinya yang masih terasa panas.
"Tega! Kau tega! Kau menamparku saat belum tahu kebenaran yang sesungguhnya." Teriak Indah, tapi Azka tidak perduli sama sekali.
............
Lukas terus saja menatap foto Indah yang berada di galery ponselnya. Sesekali ia tersenyum namun kemudian ia merasa marah, karena Indah terlibat dengan Azka, musuh yang amat di benci oleh Lukas.
__ADS_1
"Kenapa kau hadir jika kau hanya ingin membuat aku sakit hati." Gumam Lukas.
Haruskah Lukas merasakan sakit hati untuk yang ketiga kalinya? Atau kali ini, mungkinkah takdir akan berpihak padanya? Takdir kebahagiaan yang telah lama hilang pada dirinya?