
Indah yang sudah tertidur dengan lelap tidak merasakan sama sekali, jika Azka masuk kedalam kamarnya secara diam diam.
Azka langsung naik ke atas tempat tidur dan berbaring di hadapan Indah. Azka terus memandang wajah Indah yang tidur dengan pulasnya.
"Cantik" kata itu keluar saja dari bibir Azka.
Lalu Azka mengusap lembut pipi Indah. "Berada di dekatmu membuat aku merasa lebih tenang." Gumam Azka, dengan senyum mengukir di wajahnya.
Tanpa terasa mata Azka pun terpejam secara perlahan, hingga beberapa saat Azka sudah masuk ke alam mimpi dengan posisi tidur sambil memeluk tubuh Indah.
Indah yang merasakan sesak, karena badannya terasa sangat sulit untuk di gerakkan. Secara perlahan Indah membuka mata, dan betapa kagetnya Indah saat melihat dan menyadari siapa yang kini telah ada di hadapannya.
"Azka" batin Indah.
"Kenapa kamu seperti ini? Kenapa aku sangat sulit membaca perasaan mu, yang kadang baik dan selalu kejam padaku. Dan ini, apa maksud mu tidur di dalam kamar ku sambil memelukku?"
Indah merabah wajah Azka yang kini tertidur pulas di hadapanya.
__ADS_1
"Andai wajah ini bisa aku raba tiap harinya. Dan andai wajah teduh ini yang selalu kamu perlihatkan padaku di setiap hari. Mungkin aku masih dapat berfikir untuk...."
Indah tak meneruskan lagi ucapannya kala Azka menggerakkan tubuhnya dan memeluk Indah dengan lebih erat lagi.
Indah hanya bisa tersenyum dengan pikiran yang lari entah kemana.
........
"Mau kemana kamu?" Tanya Azka membuat Indah menghentikan langkahnya.
"Masuk!" Bentak Azka. "Jangan harap kamu bisa keluar dari rumah ini."
Grace tersenyum melihat pemandangan pagi yang begitu Indah. Dimana Azka membentak dan mendorong tubuh Indah masuk kedalam rumah.
"Sayang jangan kasar seperti itu. Kasihan Indah" ucap Grace dengan lembut sambil memeluk lengan Azka dengan sangat manja.
Hari hari Indah lewati dengan berdiam diri di dalam rumah. Indah bagaikan burung yang terperangkap di dalam sangkar. Tiap hari Indah harus mengurus rumah, belum lagi dengan permintaan aneh dari Azka ini dan itu. Tapu Indah masih bisa menahan semuanya, hingga suatu hari Bunda datang dan memberikan Indah kata kata yang sangat menghancurkan hati dan perasaan Indah.
__ADS_1
"Kau wanita si*alan tidak tahu diri." Ucap Bunda setelah menampar pipi mulus Indah.
"Gara-gara perbuatan kamu yang menginap di hotel malam itu. Aku jadi bahas gosip dari teman-teman arisanku." Bunda menarik rambut Indah membuat Indah meringis kesakitan.
"Sakit Bun. Auhh sakit." Ucap Indah sambil menahan ujung tangan Bunda agar tidak menarik lebih keras.
"Jangan lepaskan Bun. Biar dia tahu rasa." Timpal Grace dengan senyum di wajahnya.
"Kasih wanita itu pelajaran Bun. Biar dia tidak mengulangi kesalahannya lagi." Ucap Grace
Dan benar saja, Bunda memberi pelajaran pada Indah menghempaskan tubuh Indah membuat jidat Indab terbentur di lantai. Hingga membuat jidat Indah mengeluarkan darah segar.
Indah lalu memegang dahi nya dan melihat tangannya terdapat darah yang menempel dari dahinya. "Darah" kata Indah lalu setelah itu Indah pingsan.
Tidak ada lagi yang Indah ingat setelah itu. Dan saat Indah membuka mata. Ia melihat Azka yang kini sedang melihat dirinya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
Tatapan Azka begitu sangat tajam melihat Indah. Tatapan seakan ingin membunuh Indah saat itu juga.
__ADS_1