Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
56


__ADS_3

"Azka. Az.." Teriak Grace memanggil. "Kau itu egois, kau menelantarkan aku dan juga anak kita hanya karena Indah." ucap Grace yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Azka.


"Egois kau bilang?" tanya balik Azka. "dan anak kau bilang? kau lupa siapa Gisella?? kau lupa atau pura-pura lupa? lalu di mana letak kesalahan ku? harusnya kau paham dan mengerti tentang posisimu di rumah ini. Sudah cukup aku menampungmu jadi jangan mengaturku." Ucap Azka.


"Azka." bentak Grace.


"Sekali lagi kau bicara, maka akam aku usir kau dari rumah ini." Ancam Azka,


Ya Azka memang belum memaafkan Grace atas kelakuannya selama ini terhadap dirinya, yang telah berbohong selama mereka menjadi sepasang suami istri. Namun untuk sampai saat ini Azka tidak bisa mengusir Grace, karena bagaimana pun, Grace adalah ibu kandunh dari Gisella, dan Azka sudak terlanjur menyanyangi Gisella seperti anak sendiri. Karena bukan kemauan Gisella dan bukan pula Gisella yang menentukan dari rahim mana ia akan keluar.


Grace menyentakkan kakinya ke lantai. Karena usahanya hingga sampai saat ini beluk juga membuahkan hasil. Niatnya untuk mendapatkan maaf dari Azka belum juga terkabul.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana agar kau kembali bisa melihatku seperti dulu lagi." ucap Grace.


Hingga kini Grace tidak juga sadar jika bubur sudah tidak bisa jadi nasi lagi. Kesalahan yang telah ia lakukan sudah sangat terama besar, daj untuk minta maaf saja Grace hanya mengucap tapi tidak dengan tindakan. Bagaimana bisa orang memaafkan seseorang jika perbuatannya sama sekalo belum berubah? dan sampai sekarang Grace masih sama. Meskipun tidak selingkuh lagi, tapi perlakukan nya tingkah lakunya, masih seperti dulu. Masih semenah menah. Dan itu yang membuat Azka semakin tidak suka padanya.


Harusnya Grace sadar diri, dan merubah dirinya menjadi lebih baik dari kemarin. Namun Grace tetaplah Grace yang tidak dapat berubah hanya dengan teguran saja..


•••••


Sepanjang perjalanan, Indah dan juga Lukas terus saja bercerita tetang perkembangan Pangeran yang terbilang sangat cepat, dan sangat aktif.


"Sayang apa kau bahagia?" Tanya Lukas sambil menatap Indah yang saat ini sedang menggendong Pangeran.

__ADS_1


Indah menoleh dan tersenyum melihat Lukaa, sambil menanggukkan kepalanya dan berkata "iya, aku sangat bahagia."


Lukas menggenggam tangan Indah dengan begitu sangat eratnya dan sesekali mencium tangan Indah.


••••••


Dian terus mondar mandir. Ia terlihat sangat gelisah saat melihat mobil Azka sudah terparkir di parkiran cafe. Dian begitu gelisah, memikirkan bahwa saat ini Indah dan juga Azka sedang berada di dalam perjalanan untuk menemui dirinya. Dan sudag berapa kali Dian menghubungi nomer ponsel Lukas, namun tidak aktif. Itu yang membuat Dian sangat gelisah.


"Bagaimana ini? Bagaimana jika Azka melihat Indah dan Lukas. Dan bagaimana jika Azka melihat Pangeran?" Gumam Dian sambil berjalan mondar mandir dan menggigit ujung kukunya.


Azka yang berada di luar cafe, menatap Dian dari luar.

__ADS_1


"Ada apa dengan Dian? Tumben dia seperti itu?" Gumam Azka lalu membuka pintu mobil nya dan turun dari mobil, berjalan masuk kedalam cafe.


"Dian kau baik-baik saja?" Tanya Azka. Membuat Dian kaget setengah mati.


__ADS_2