
Mata Indah secara perlahan terbuka, Indah bisa mendengar semua apa yang dokter katakan pada Lukas.
"Tolong, istri anda di jaga dengan baik. Karena kandungan istri anda sangat lemah, jika hal ini terjadi lagi, bisa-bisa bayi yang istri anda kandung tidak akan selamat." Jelas dokter.
"Baik dok."
"Kalai begitu saya permisi dulu." Pamit dokter.
"Bayiku .." Lirih Indah dengan mata yang berkaca kaca sambil mengusap perutnya yang masih datar.
Lukas langsung menghampiri Indah. "Indah kamu sudah sadar"
"Lukas.." ucap Indah
"Ya aku di sini." Kata Lukas sambil menggenggam tangan Indah, dan Indah pun juga menggenggam kuat tangan Lukas.
"Terima kasih sudah menolongku. Terima kasih Lukas." Ucap Indah dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
"Indah." Lukas mengusap air mata di pipi Indah.
"Aku tidak tahu, jika aku hamil Lukas.. Dan aku tidak tahu, apa yang akan terjadi padaku dan pada bayi ini jika kamu tidak datang tepat waktu."
"Jangan menangis, dokter bilang.."
__ADS_1
"Aku tahu. Aku mendengar semua ucapab dokter tadi."
"Istirahatlah. Kasihan bayimu."
Indah menganggukkan kepalanya tapi air mata masih terus mengalir membasahi pipinya.
"Ada apa? Jangan menangis lagi."
"Mereka jahat. Mereka semua jahat. Selama ini, aku sudah mengikuti keinginan mereka, tapi mereka? Sama sekali tidak pernah mau melihatku, jangankan melihat mendengar penjelasanku saja mereka tidak ingin."
"Istirahatlah Indah. Aku janji akan membebaskan mu untuk selamanya dari mereka." Ucap lukas sambil mengusap pucuk kepala Indah. "Aku mencintaimu Indah, sangat-sangat mencintaimu. Dan cintaku tanpa syarat padamu. Dan aku akan memberikan kebahagiaan padamu" batin Lukas.
Beberapa saat kemudian.
"Bagaimana keadaan mu? Awas saja aku akan.."
"Aku baik-baik saja Dian. Lihatlah!" Ucap Indah.
"Kamu. Kamu wanita yang luar biasa, kamu sangat kuat Indah." Dian memeluk tubuh Indah. "Terima kasih sudah bertahan sampai detik ini. Dan terima kasih sudah mengandung bayi. Aku jadi tidak sabar akan segerah menjadi aunty." Kata Dian membuat Indah tertawa.
"Aku harap setelah ini. Kamu akan hidup bahagia dengan bayi yang telah kamu kandung. Aku janji, akan menjaga kalian berdua, dan akan menjadi aunty yang baaaaiiiik untuk calon debay."
"Tentu Indah akan hidup bahagia selamanya. Karena aku akan tetap terus berada di sisi Indah." Timpal Lukas.
__ADS_1
........
"Azka..." Teriak Ryan adik Dian.. "Keluar!"
Entah dapat kekuatan dari mana Ryan berhasil masuk ke dalam rumah Azka, dengan memberikan pelajaran pada penjaga yang berjaga di rumah Azka.
"Azka ... Keluar!" Kini Ryan memecahkan kaca meja dan juga beberapa keramik yang berada di dalam rumah Azka.
Azka yang merasa terganggu dengan keributan, langsung berjalan menuruni anak tangga, berjalan mendekat ke arah Ryan.
"Siapa kamu?" Tanya Azka menatap tajam pada Ryan.
"Kau !!" Ryan maju memberi satu pukulan ke arah tubuh Azka.
Azka yang belum siap akhirnya terkena pukulan dan mundur beberapa langkah.
"Kau pria breng*sek! Tega-tega nya bermain tangan pada perempuan. Kalau kau berani, sini lawan aku." Ucap Ryan.
Azka tersenyum melihat Ryan yang sudah siap untuk berkelahi dengan dirinya.
"Kau hanya bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa."
"Kau! Cihhh.. Dasar. Lihat saja, nanti kau akan menyesal telah menyakiti Indah. Dan saat waktu itu tiba, aku hanya bisa menertawakan mu."
__ADS_1