Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
11


__ADS_3

Hari pernikahan.


Semua keluarga inti memenuhi ruang keluarga, ayah dan juga Bunda Azka sudah berada di sana dengan senyum mengembang di wajah. Pernikahan ini di adakan di rumah besar keluarga Azka. Tak ada resepsi hanya acara ijab kabul saja yang akan di laksanakan sesuai permintaan Indah


Di dalam kamar, Dian menggengam kedua tangan Indah memberika kekuatan agar Indah bisa tenang menghadapi hari ini dan kedepannya. "Kau siap?" Tanya Dian.


"Siap tidak siap aku harus siap. Ini sudah menjadi takdirku dan harus aku jalani." Jawab Indah sambil tersenyum. "Aku tahu, kau pasti mengkhawatirkanku?"


Dian menganggukkan kepalanya lalu meneteskan air matanya. Dian sedih, karna sebagai sahabat ia batal menolong sabahatnya. Karna dirinya tidak mampu memberikan uang kepada Indah akhrinya Indah menjadi istri kontrak selama setahun oleh pria yang baru saka di kenal oleh Indah.


"Maafkan aku" ucapnya dengan senduh.


"Kenapa minta maaf? Dan kenapa kau menangis?"


"Maaf karna sebagai sahabat aku tidak bisa membantumu dalam masalah ini, maafkan aku Indah."


Indah mengusap air mata yang jatuh di kedua pipi Dian. "Tidak usah minta maaf, ini bukam salahmu. Ini memang sudah menjadi jalan hidupku. Satu tahun bukan hal yang sulit untuk aku lalui, satu tahun hanya sebentar Dian, jadi jangan bersedih,"


"Aku takut"


"Takut? Takut kenapa?"


"Aku takut jika nanti kau akan di siska seperti yang cerita di novel-novel itu."


Indah tertawa mendengar perkataan sang sahabat yang terdengar sangat konyol. "Sadarlah ini dunia nyata, bukan dunia halu." Indah menepuk pundah belakang Dian. "Hapus air matamu,"


Pintu di buka secara kasar oleh Ryan adik Dian.


"Kak, jika kau ingin kabur, kaburlah sekarang. Aku akan membantumu." Kata Ryan dengan nafas yang tersenggal-senggal.


"Auuuhhh, auuuhhh kak" Rigis Ryan

__ADS_1


Indah menarik kencang kuping kanan Ryan. "Kenapa kau ingin mengajak ku kabur di hari pernikahan ku?" Tanya Indah.


"Karna aku mencintaimu kak? Aku tidak ingin kau menikah dengan orang lain."


Indah semakin keras menarik kuping Ryan lalu Dian. Bukkhhh memberikan pukulan di pundak Ryan.


"Cinta kau bilang? Belajar dulu yang baik baru bilang cinta." Tegas Dian.


"Jangan pernah bilang cinta kalau nilai mu saja kau tidak bisa jaga." Timpal Indah.


"Maaf Non, semua orang sudah menunggu di bawah." Kata Bibi menyelah ketiga nya.


"Tunggu sebentar bi" ucap Dian.


Indah menghela nafas nya lalu berbalik menghadap ke Indah. "Bagaimana apa sudah sempurnah?"


Dian menganggukkan kepalanya tanya iya.


Dian dan Indah tak memperdulikan lagi ucapan Ryan. Keduanya berjalan perlahan menuruni anak tangga. Semua mata terpaku akan kecantikan dari wajah Indah. Azka yang berada di sana pun terdiam menatap selidik, apakah benar yanh turun dari tangga itu adalah Indah? Wanita yang akan ia nikahi secara kontrak? Lalu kenapa hari ini ia sangat cantik?


"Kau sangat pintar memilih calon istri nak. Selaik baik, sopan, ia juga cantik." Puji sang Bunda.


Azka masih terdiam hingga ia tersadar saat Indah sudah berdiri di hadapannya. "Aku cantik?" Tanya Indah membuat Azka menggelengkan kepalanya agar tersadar dari lamunannya.


"Karna kedua mempelai telah berada di tempat ini, maka acara ijab kabul akan segerah di mulai." Kata penghulu.


Dan Azka pun bersiap-siap.


Air mata Indah terjatuh saat Azka mengucapkan ijab kabul. Entah kenapa hati Indah bergetar mengedar ucapan yang baru pertama kali ia dengar. Indah mengusap da-danya bertanya dalam hati, ada apa dengan mu? Jangan bergetar karna ucapa ini! Jangan! Ingat kau hanya setahun bukan selamanya! Namun hatinya tetap pada pendiriannya. Kata yang keluar dari mulus Azka serasa telah menghipnotis hatinya.


"Sah ...." Ucap semua serentak saat Azka telah selesai mengucap ijab kabul.

__ADS_1


Kini kedua nya telah resmi menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan juga agama.


_____________


"Aku pernah mempunyai mimpi dalam hidupku, memiliki kekasih yang mencintaiku tanpa memandang aku siapa. Aku berharap kelak orang yang mencintaiku akan menjadikan ku istrinya. Dan aku pun berharap kelak aku akam sekali menikah dengan orang yang mencintaiku dan juga aku cintai. Tapi semua sudah sirna, mimpiku tak lagi dapat aku wujudkan. Hari ini aku telah menikah dengan seorang pria yang baru aku kenal tidak lama ini, aku menikah hanya karna ada perjanjian antara kami. Mimpiku, kini musnah hilang bagai debu yang terbawa angin. Sedih, kecewa itu lah yang aku rasakan. Aku gagal meraih mimpiku sendiri. Takdir? Kenapa harus seperti ini? Kenapa harus aku? Kenapa bukan orang lain? Kenapa? Di saat aku terpuruk dengan keadaan ku. Aku hanya bisa berharap cinta, datang menghampiriku dan membuatku tersenyum dengan bahagia. Namun semua yang aku harap leyap sudah oleh pernikahan kontrak yang aku jalani."


Malam harinya, mungkin jika pasangan pada umumnya yang saling mencintai akan melakukan malam pertama setelah mereka menikah. Tapi berbeda dengan Indah dan juga Azka. Kini Indah hanya seorang diri berdiri di balkon kamar menatap langit yang begitu terang karna di penuhi oleh cahaya bintang. Malam ini Azka pergi entah kemana? Indah pun tidak mau ambil pusing, toh ini bagus baginya. Tidak ada pertemuan antara keduanya di dalam kamar yang akan membuat suasana menjadi beku.


"Persiapkan dirimu Indah selama setahun kedepan." Gumamnya menyemangati diri sendiri.


........


Sementara Azka kini sedang berada di apartemen Grace. Setelah resmi menikah dengan Indah, Azka langsung menuju apartemen dan melakukan ijab kabul dengan Grace. Kini Grace resmi menjadi istri sirih dari Azka Bramantion Pratama.


"Aku bahagia, karna sudah menjadi milikmu." Ucap Grace dengan manja.


"Aku pun sama."


Azka lalu menci-um bibir Grace dengan kelembutan dan menuntun. Grace juga tak tinggal diam, ia membalas ******* dari Azka.


Maafffff autor jeda dulu yah🤣🤣🤣🤣


Next kita unboxing Grace yah, jadi tetap stay.


Jagan lupa like, komen dan juga Vote.


Autor bakalan pilih 4 reader setia yang bakalan berhak dapat uang tunai dari autor.


Jadi tetap stayyyy yah sayang😘😘😘


Salam sayang dari autor khilaf🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2