
Ke esokan harinya, Azka sengaja tidak berangkat ke perusahaan karena sedang menunggu kedatangan Indah.
Azka terus mengepalkan kedua tanganya karena merasa sangat marah. Entah kenapa hati nya terasa terbakar saat mengetahui jika Indah sedang berada di kota Bandung dengan Lukas mantan sahabatnya.
Grace tersenyum penuh kemenangan saat melihat Azka yang sedang menunggu kedatangan Indah.
"Kita lihat saja, hari ini kau pasti akan tamat." Gumam Grace.
Beberapa saat kemudian.
Ceklek ..
Pintu terbuka, dan benar saja orang yang sedari tadi di tunggu kini berdiri di depan pintu sambil menatap Azka yang juga berdiri menghadap pintu.
Satu langkah, hingga dua langkah Azka maju mendekat ke arah Indah.
"Az...,"
Plak...
Satu tamparan mendarat sempurnah di pipi kiri Indah.
"Dasar wanita mura*han!" Kata Azka penuh dengan penekanan di setiap katanya.
"Az .. Apa yang kau lakukan?" Tanya Indah sambil memengang pipinya yang terasa amat panas dan perih
Tanpa menjawab Azka langsung menarik lengan Indah dengan sangat kasar, membuat Indah berjalan tertatih mengikuti langkah Azka. Dan Grace hatinya sangat senang melihat Azka memperlakukan Indah seperti itu.
"Mampus!" Ucap Grace lalu tertawa melihat Indah mengikuti langkah Azka.
__ADS_1
"Azka lepaskan." Ucap Indah sambil menyentak tangan Azka namun sulit lepas karena Azka memengangnya terlalu kuat.
Saat Azka sudah berhasil membawa Indah masuk kedalam kamar, Azka menghempaskan tubuh Indah ke lantai membuat Indah jatuh tersungkur.
"Auhhh," ringis Indah merasakan sakit di lutut dan kedua tangannya.
Lalu Azka berjongkok di hadapan Indah dan mencengkram kedua pipi Indah.
"Katakan! Apa saja yang kau lakukan dengan Lukas si pria brengsek itu? Katakan!" Teriak Azka membuat tubuh Indah bergetar ketakutan.
Indah menatap ke dalam mata Azka yang sangat sulit untuk Indah baca. Biasanya jika Azka marah matanya tidak seperti ini. Tapi kali ini, justru mata Azka sangat berbeda.
Karena takut, Indah pun langsung menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap wajah Azka.
Azka menghempaskan wajah Indah. Lalu srekkkkk..
"Apa di sini? Apa di menyentuh ini?" Azka menyentuh da-da Indah lalu kemudian meremasnya dengan sangat keras.
"Az sakit."
"Atau di sini." Kini tangan Azka berpindah pada benda berharga milik Indah.
"Auuhhh Az sakit." Ucap Indah di iringi suara tangis, Indah merasa Azka sangat keterlaluan dengan sikapnya yang seperti itu.
"Katakan!" Bentak Azka dengan sangat kerasnya
"Apa maksud mu Azka." Balas Indah berteriak dengan sekuat tenaga yang ia miliki.
Karena tidak terima dengan teriakan Indah, Azka langsung menampar kembali pipi Indah, hingga darah segar keluar dari sudut bibir Indah.
__ADS_1
Setelah itu Azka menarik kembali lengan Indah dan menyeret tubuh Indah hingga kekamar mandi.
Azka mengguyuri Indah dengan air shower ke seluruh tubuh Indah.
"Bersihkan tubuhmu yang kotor itu." Kata Azka.
Lalu Azka keluar dan menutup pintu dengan sangat keras membuat Indah kaget.
"Hiiikkkssss, hikkksss, hiikkksss. Begitukah caramu Azka. Apa cinta dan perhatian ku tidak cukup membuatmu membuka hati? Kenapa kamu begitu kejam padaku? Kenapa? Kenapa Az?"
"Harusnya kamu mendengar penjelasanku, bukan menyiksaku tanpa tahu kebenarnya."
............
"Sayang bagaimana dengan istri murahanmu itu?" Tanya Grace yang memang sedari tadi menguping di depan pintu kamar Indah
"Diam!" Sentak Azka, entah kenapa mendengar kata murahan dari Grace untuk Indah membuat Azka tidak terima.
Grace terdiam, ia kaget dengan kata yang barusan Azka dengarkan.
Lalu Grace mengikuti langkah Azka.
"Kenapa membentakku? Apa yang aku katakan memang benar kalai memang dia itu murahan."
"GRACE!!!"
Grace tersentak kaget saat Azka meneriaki dirinya.
Azka tak memperdulikan Grace yang terdiam mematung. Azka lalu mengambil kunci mobil dan bertujuan mendatangi Lukas.
__ADS_1