
"Lukas. Mungkin sebaiknya kita tidak usah ke tempat Dian dulu. Kasihan Pangeran, dia pasti capek perjalanan jauh." Pinta Indah, sambil sesekali melirik Pangeran yang tertidur pulas.
"Baiklah, apa pun yang kau minta akan aku turuti." Kata Lukas,
Dan setelah beberapa lama, kini Indah dan juga Lukas telah sampai di rumah Lukas.
Indah langsung turun dari mobil setelah Lukas mengambil alih menggendong tubuh Pangeran.
"Sayang, ayo masuk." Ajak Lukas, dan Indah pun mengikuti Lukas yang berjalan masuk ke dalam rumah.
"Lukas. Rumah siapa ini?" Tanya Indah.
"Ini rumah ku.."
Indah berhenti melangkah, dalam hati Indah berfikir jika ini rumah Lukas, itu artinya Azka tahu rumah ini, dan artinya lagi kemungkinan besar Azka dan juga dirinya akan bertemu kembali.
"Tidak. Tidak." Gumam Indah yang masih dapat di dengar oleh Lukas.
"Ada apa?" Tanya Lukas.
"Tidak apa." Jawab Indah sambil berjalan mendahului Lukas, Indah takut jika Lukas mengetahui apa yang saat ini ia fikirkan.
"Azka." Ucap Lukas membuat Indah menghentikan langkahnya. "Apa kau takut jika Azka akan menemukan mu?" Kini Lukas berjalan mendekati Indah.
Indah hanya diam, ia tidak menjawab.
__ADS_1
"Jangan takut, ada aku yang akan selalu menjagamu." Ucap Lukas, sambil mengusap pucuk kepala Indah. "Ayo masuk dan beristirahatlah, nanti bibi yang akan menyiapkan makan malam kita."
Setelah mengantarkan Indah dan juga Pangeran kedalam kamar. Kini Lukas mengaktifkan ponsel miliknya. Dan banyak sekali pesan dari Dian yang mengatakan jika Azka masih tetap mencari Indah, dan Azka juga saat ini masih berada di depan cafe.
Lukas membalas pesan Dian, dan mengatakan jika mereka telah tiba, dan untuk Azka biarkan lah seperti itu.
Lukas duduk di ruang kerja nya sambil mengusap wajahnya. Lelah tentu ia rasakan, hanya saja ia tidak akan berhenti mengejar cinta Indah, dan tidak akan pernah menyerahkan Indah pada Azka.
"Bagaimana ini?" Ucap Lukas. Dan setelah berfikir sejenak. Kini Lukas langsung berjalan dengan cepat, dan mengambil mobilnya memacuh dengan kecepatan penuh.
Beberapa saat kemudian.
"Bibi kemana Lukas?" Tanya Indah saat tidak melihat keberadaan Lukas.
"Tuan, tadi keluar nyonya."
"Tidak nyonya. Bibi lihat tuan keluar dengan buru-buru."
"Baiklah Bi." Ucap Indah dan berjalan dengan cepat menuju kamar.
Sesampainya di kamar. Indah langsung meraih ponselnya yang berada di dalam tas, dan langsung menghubungi Lukas. Namun panggilan Indah tidak di jawab oleh Lukas.
"Kemana kau Lukas.?" Ucap Indah sambil terus mencoba menghubungi Lukas.
Karena tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari Lukas, kini Indah duduk sambil terus berfikir kemana Lukas pergi, dan tiba-tiba ponsel Indah berdering.
__ADS_1
Indah langsung menjawab panggilan, namun bukan Lukas yang menelpon, tetapi Dian sang sahabat yang sudah seperti saudara bagi Indah.
"Sudah sampai?" Tanya Dian dengan perasaan bahagianya.
"Iya Di, udah.."
"Alhamdulillah, sykurlah. Oh ya mana Pangeranku?"
"Pangeran lagi bobo Di. Maaf yah tadi ngak sempat mampir di cafe, karena kasihan Pangeran."
"Iya ngak papa Ndah."
"Dian kau baik-baik saja?" Tanya Azka. Membuat Dian kaget setengah mati.
Azka tiba-tiba muncul menanyakan Dian yang terlihat sangat gelisah.
Dian langsung buru-buru mematikan ponselnya.
"Suara itu. Suara itu, bukan kah itu Azka." Ucap Indah.
Indah hafal betul dengan sang pemilik suara. Sang pemilik yang sering menyakiti hati jiwa dan perasaan Indah. Suara yang amat Indah benci namun mungkin juga suara yang Indah rindukan. Mungkin?!
MAKASIH BGT UNTUK SEMUA READER SETIAKU🥰😘, TANPA KALIAN SAYA BUKAN LAH SIAPA". TERIMA KASIH SUDAH SELALU SETIA MENUNGGU UP DARI NOVEL KU INI.
MAAF BGT KARENA BARU UP, DI KARENA KAN AUTOR BARU SAJA SEMBUH.
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SEMUA SELALU DI BERI KESEHATAN. AAMIIN 😇😘