
Grace tergesah-gesah merapikan dirinya saat bangun dan menyadari jika ia tidak pulang semalam.
"Kenapa kau tidak mengantar ku pulang!" Tanya Grace sambil melempar bantal ke atas ranjang, dimana ada seorang pria yang sedang berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya yang polos.
Lelaki tersebut hanya tersenyum tak menjawab.
"Kalau kau seperti ini terus bisa-bisa hubungan kita bisa terbongkar." Omel Grace sambil menyisir rambutnya. "Pokoknya jika sampai hubungan kita terbongkar, aku tidak ingin melihatmu lagi."
"Sayang tenang lah. Aku sangat pandai menyembunyikan rahasia kita. Jadi tidak usah khawatari." Kata Pria itu sambil turun dari ranjang dengan selimut di lilitkan di tubuhnya.
Pria yang bernama Aron itu memeluk tubuh Grace dari arah belakanh dan mengecup pipi kanan Grace.
"Aku mencintaimu." Ucapnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Grace.
"Ingat! Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja dan penghangat ranjang. Aku tidak ingin hubungan ini sampai ketahuan oleh Azka."
"Aku janji sayang, aku akan merahasiakan semuanya. Asal kau janji, kau bisa bersama ku jika aku membutuhkanmu"
___________
Pagi ini Indah tidak menyiapkan sarapan karena Azka tidak menginap di rumah. Hari ini pagi-pagi sekali Indah sudah selesai membersihkan rumah karena pagi ini ia sudah berjanji akan bertemu dengan Lukas di cafe milik Dian sang sahabat.
"Mau kemana?" tanya Azka saat Indah hendak keluar dari rumah.
Ya, saat Indah bersiap-siap tadi, ia tidak tahu jika ternyata Azka sudah pulang.
Indah menoleh kearah suara.
"Az-,"
"Mau kemana?" tanya Azka sambil memperhatikan penampilan Indah dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
__ADS_1
"Aku ingin ke cafe."
"Mau kemana?" Ulang Azka karena tidak percaya dengan apa yang Indah katakan. Karena tidak seperti biasanya Indah berpenampilan seperti ini.
"Ke cafe." Kata Indah lagi.
"Buatkan aku sarapan." Titah Azka.
"Haa?"
Indah terdiam mendengar ucapan Azka. Apa mungkin Indah salah dengar dengan apa yang Azka katakan barusan padanya. Meminta dirinya membuatkan sarapan? Mungkin kah Azka sedang tidak baik-baik saja?
Indah terdiam karena tidak percaya sama sekali.
"Buatkan aku sarapan, sekarang!" Pintahnya.
"Haaa?"
Setelah mengatakan itu Azka lalu pergi duduk di kursi sambil menunggu Indah membuatkan sarapan pagi untuk dirinya. Indah menarik nafas, sungguh ia tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
Hingga Indah berjalan ke dapur, dan membuatkan sarapan untuk Azka.
Sesekali Azka melirik Indah yang dengat cekatan membuat makanan untuk dirinya.Berbeda dengan Grace, jika Azka ingin makan, maka dengan cepat Grace akan memesan gofood.
"Silahkan dimakan." Ucap Indah sambil meletakkan sepiring nasi goreng dimeja.
Azka menatap nasi goreng tersebut.
"Makan dulu." Ucap Azka menyuruh Indah memakan nasi goreng tersebut.
"Kau pikir nasi goreng ini aku beri racun?" Tanya Indah.
__ADS_1
"Sempat saja."
Indah lalu memakan nasi goreng tersebut, sambil mengomel dalam hati.
"Lihat aku baik-baik saja kan." Ucap Indah sambil menaikkan kedua tangannya.
"Ganti!"
"What?"
"Aku bilang ganti."
"Tapi ini-,"
"Aku tidak sudi makan makanan sisamu. Jadi cepat ganti."
"Kau..." Indah menghentikan ucapannya kala Azka menatapnya dengan sangat tajam.
Terpaksa Indah mengambil nasi goreng tersebut dan menggantinya dengan yang baru.
Dan setelah beberapa saat.
"Ini. " Kata Indah sambil meletakkan sepiring nasi goreng.
"Ganti!"
"Apa?"
"Apa aku bilang aku ingin makan nasi goreng?" Tanya Azka.
"Cepat ganti dan buatkan aku mie rebus seperti malam itu"
__ADS_1