
Tidak ada lagi yang Indah ingat setelah itu. Dan saat Indah membuka mata. Ia melihat Azka yang kini sedang melihat dirinya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
Tatapan Azka begitu sangat tajam melihat Indah. Tatapan seakan ingin membunuh Indah saat itu juga.
"Azka." Ucap Indah dengan pelan karena masih merasa lemah.
"Sudah sadar?" Tanya Azka dengan wajah datarnya.
Indah menganggukkan kepalanya.
Lalu ......
Sreetttttt,
Azka menarik Indah turun dari tempat tidur dengan sangat kasar lalu menyeret Indah keluar dari dalam kamar.
"Azka sakit.. Tolong lepaskan." Ucap Indah namun Azka tidak perduli sama sekali. Ia tetap menarik tangan Indah lalu tubuh Indah di hempaskan di ruang tamu.
"Pergi kau dari rumah ini." Ucap Azka dengan sangat keras nya membuat Indah menatal wajah Azka.
"Ada apa?" Tanya Indah sambil memegang kedua kaki Azka.
"Aku tidak sudi tinggal dengan pe*lacur murahan!" Ucap Azka
__ADS_1
"Azka.."
"Lepaskan." Azka menendang Indah membuat tubuh Indah terhempas.
"Kau! Dasar wanita tidak tahu malu." Ucap Bunda sambil menarik rambut Indah. "Sudah di beri tempat tinggal tapi ini balasanmu? Dasar!"
Plakkkkk. Bunda menampar pipi Indah.
"Kamu memang sangat berbeda dengan Grace. Grcae wanita terpandang. Dan kamu? Kamu hanya manusia sampah, yang cuman bisa mengandung anak dari pria lain."
Ucapan Bunda membuat Indah terdiam sesaat lalu Indah mengusap perutnya.
"Hamil?" Gumam Indah yang masih dapat di dengar oleh Azka, Grace dan juga Bunda.
"Azka tolong. Dengar penjelasanku dulu."
Namun Azka tidak mendengar ucapan Indah, ia hanya diam berdiri mematung memperhatikan Bunda dan juga Grace menyiksa Indah.
Bunda dan Grace menyiksa Indah dengan sangat kejam, tanpa perduli dengan Indah yang menangis merintih menahan kesakitan di seluruh tubuhnya. Indah terus memegang perutnya agar pukulan dari Grace tidak mengenai calon bayi yang kini telah tumbuh di rahimnya.
Penglihatan Indah mulai gelap, lemas, lelah, sakit, kecewa, hancur semua bercampur menjadi satu. Dengan tatapan yang mulai memudar Indah terus menatap wajah Azka.
Dalam tatapan, Indah memohon pada Azka agar menolongnya dengab bayi yang ada di kandungannya.
__ADS_1
"Azka tolong, tolong.. tolong aku. Ini bayi mu bayi kita." Ucap Indah dalam hati. Dengan mata yang berkaca kaca.
Azka melihat wajah Indah yang seakan memohon padanya. Namun Azka membuang perasaan nya jauh jauh. Karena merasa bahwa dirinya telah menjadi korban, di tipu oleh kepolosan Indah.
"Apa yang kalian lakukan!" Sentak Lukas dengan suara yang sangat keras.
Beberapa pengawal yang Lukas bawa, menahan Grace dan juga Bunda.
"Indah sadarlah. Sadar, ada aku di sini." Ucap Lukas sambil menepuk pipi Indah. "Indah bertahanlah." Kata Lukas lalu menggendong tubuh Indah.
"Lihat dia Azka!" Teriak Bunda. "Dia datang menyelamatkan wanita itu dan juga bayinya."
Azka terdiam mematung. Lalu Lukas yang sedang menggendong Indah datang menhampiri Azka.
"Suatu saat kamu akan menyesal. Dan saat itu tiba. Ingat! Indah sudah menjadi milikku dan kamu? Tidak akan bisa merebutnya kembali."
Lalu Lukas mendekat ke arah Bunda Azka.
"Suatu saat kamu akan menyesal karena berbuat ini kepada Indah. Dan suatu saat kamu akan mennyesal karena telah membanggakan wanita murahan itu" tunjuk Lukas pada Grace.
Lukas berlalu dari tempat itu.
"Saya tidak akan menyesal, karena berbuat ini pada wanitamu. Dan saya tetap akan selalu membanggakan menatu saya ini." Teriak Bunda sambil menggenggam tangan Grace.
__ADS_1